Keutamaan Tersenyum Di Hadapan Seorang Muslim

Ustadz Abdullah bin Taslim. MA

عن أبي ذَرّ  قال: قال رسول الله : ((تبسُّمك في وجه أخيك لك صدقةٌ)) رواه الترمذي وابن حبان غيرهما، وهو حديث حسن.

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu”[1].

Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan tersenyum dan menampakkan muka manis di hadapan seorang muslim, yang hadits ini semakna dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang lain: Baca pos ini lebih lanjut

Tanya Jawab Seputar Arah kiblat Shalat yang Benar Ketika Matahari Tepat di Atas Ka’bah

Alhamdulillah, berikut ini kami berikan rekaman tanya jawab seputar Arah Kiblat dalam Shalat yang benar ketika matahari tepat berada di atas Ka’bah. tanya jawab ini disampaikan oleh Ustadz Ali Musri Semjan Putra hafidhahullah ketika acara DAUROH DUAT SOLO 2010. Langsung download dan dengerin ajah yah… Baca pos ini lebih lanjut

BAHAYA BID’AH

Anggapan baik terhadap bid’ah berarti menganggap Islam seolah-olah belum sempurna

Syari’at islam telah sempurna, sehingga tidak memerlukan tambahan ataupun pengurangan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Pada hari ini telah kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah ku ridhoi islam sebagai agamamu.”( Qs. Al-Maidah: 3) Dan Nabi Shallallahu ‘Alahi wa Sallam tidaklah wafat kecuali telah menjelaskan seluruh perkara dunia dan agama yang dibutuhkan. Jika demuikian, maka maksud perkataan atau perbuatan bid’ah dari pelakunya adalah bahwa agama ini seakan-akan belum sempurna, sehingga perlu untuk dilengkapi, sebab amalan yang diperbuatnya dengan anggapan dapat mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala belum terdapat di dalamnya. Baca pos ini lebih lanjut

Larangan Keras Terhadap Isbal (Menjulurkan Kain Hingga Di Bawah Mata Kaki)

Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallahu’anhuma, ia berkata: “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

(( مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلاَءَ لَمْ يَنْظُرِ اللهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.))

‘Barangsiapa menjulurkan pakaiannya karena sombong maka Allah tidak akan melihatnya di hari Kiamat kelak.’”

Abu Bakar radhiallahu’anhu berkata: “Sungguh salah satu sisi pakaianku selalu turun kecuali jika aku terus menjaganya.” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

(( إِنَّكَ لَسْتَ تَصْنَعُ ذَلِكَ خُيَلاَءَ.))

“Kamu tidak melakukan itu karena sombong.”[1] Baca pos ini lebih lanjut

Hukum Seorang Wanita Menambahkan Nama Suaminya di Belakang Namanya

Setelah menikah, terkadang seorang wanita mengganti namanya belakangnya atau nama keluarganya dengan nama suaminya. Hal ini juga banyak dilakukan di negara-negara barat, seperti istrinya Bill Clinton: Hillary Clinton yang nama aslinya Hillary Diane Rodham; istrinya Barrack Obama: Michelle Obama yang nama aslinya Michelle LaVaughn Robinson, dan lain-lain.

Lalu bagaimanakah pendapat para ulama tentang masalah ini? Baca pos ini lebih lanjut

MENGATUR DAN MEMBELANJAKAN HARTA

Ustadz Abdullah bin Taslim. MA

MENGATUR DAN MEMBELANJAKAN HARTA

Agama Islam yang sempurna telah mengatur dan menjelaskan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh kaum muslimin untuk menyelenggarakan semua urusan dalam hidup mereka, untuk kemaslahatan dan kebaikan mereka dalam urusan dunia maupun agama.

Allah berfirman:

{وَنزلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ}

“Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang berserah diri” (QS an-Nahl:89). Baca pos ini lebih lanjut

Mengungkap KESESATAN SYI’AH

Ustadz Mukhlis Abu Dzar

BELAKANGAN ini ajaran Syi’ah sedang merebak di Indonesia. Sebagian ummat islam sudah teracuni dengan ajarannya. Ajaran ini telah banyak menelan korban terutama dari kalangan kaum awam

Diantara ajaran syi’ah yang telah menjalar ditengah-tengah umat kita adalah hamper semua buku kurikulum sejarah islam mencaci sebagian sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti Muawiyah radhiyallahu ‘anhu yang dicap rakus jabatan, sahabat Utsman radhiyallahu ‘anhu dikatakan melakukan nepotisme, dan sebagainya Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: