Dzikir Penyubur Iman

Dzikir Penyubur ImanUstadz Abdullah bin Taslim MA

Barangkali banyak di antara kaum muslimin yang menganggap biasa nilai berdzikir kepada Allah , berhubung amal shaleh ini sudah sering dan terbiasa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, baik setelah selesai shalat fardhu, sebelum dan sesudah makan atau tidur, di waktu pagi dan petang, maupun di waktu-waktu lainnya.

Tapi tahukah kita bahwa berdzikir kepada Allah  memiliki keutamaan dan kemuliaan yang sangat agung, bahkan termasuk amal shaleh yang paling tinggi kedudukannya di sisi Allah ? Bahkan amal ini termasuk sebab utama yang menyuburkan keimanan kepada Allah  dan menyempurnakan kedekatan dengan-Nya. Tentu saja jika amal shaleh ini dilakukan dengan benar dan sesuai dengan petunjuk Allah  yang diturunkan-Nya kepada Rasulullah . Baca pos ini lebih lanjut

VIDEO: Panduan Ibadah Adab Sholat Berjamaah

5 Catatan Ketika Punya Kendaraan Baru

5 Catatan Ketika Punya Kendaraan BaruBismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Kendaraan, salah satu nikmat yang Allah sebutkan di surat Yasin. Setelah Allah menyebutkan ini, Allah menantang manusia untuk bersyukur,

وَذَلَّلْنَاهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ ( ) وَلَهُمْ فِيهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُ أَفَلَا يَشْكُرُونَ

Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan. ( ) Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur? (QS. Yasin: 72 – 73) Baca pos ini lebih lanjut

Agar Seorang Pengusaha Tidak Lalai

Agar Seorang Pengusaha Tidak LalaiUstadz Abdullah Taslim. MA

Penguasaha dan kelalaian, apa hubungannya? Bukankah setiap aktivitas dalam hidup manusia berpotensi untuk melalaikan mereka dari mengingat Allah ? Lantas mengapa sifat lalai seolah-olah diidentikkan dengan dunia uasaha dan bisnis? Bukankah dokter, pegawai, buruh bahkan pengangguranpun bisa lalai?

Jawabannya: memang benar bahwa semua aktivitas manusia berpotensi untuk melalaikan mereka dari mengingat Allah , akan tetapi, tahukah anda bahwa sebagian dari para ulama menyifati dunia bisnis dan jual-beli sebagai urusan dunia yang paling besar pengaruh buruknya dalam menyibukkan dan melalaikan manusia dari mengingat Allah [1]? Baca pos ini lebih lanjut

Jangan Remehkan Muraja’ah

Jangan Remehkan Muraja’ahOleh Ustadz Abu Faiz

Wahai penuntut ilmu, kethuilah bahwa ilmu yang kita tuntut itu akan hilang dan terlupakan bila tidak di-muraja’ah (mengulang pelajaran). Muraja’ah adalah perkara yang sangat penting, yang sangat di tekankan baik oleh para ulama terdahulu maupun belakangan, dan ilmu itu akan senantiasa kokoh bila selalu diulang dan dimuroja’ah. Karenanya, wahai penuntut ilmu, jangan pernah bosan muroja’ah!!! Baca pos ini lebih lanjut

Teladan dan Kebaikan Dari Para Keluarga Salaf

Teladan dan Kebaikan Dari Para Keluarga SalafUstadz Abdullah Taslim MA.

Berbicara tentang kisah keteladanan para ulama Salaf dalam ketekunan beribadah, ketaatan dan sifat zuhud, tentu merupakan pembicaraan yang tidak asing bahkan sangat dikenal di kalangan kaum muslimin.

Akan tetapi, tahukah kita bahwa kisah keteladanan dari anggota keluarga mereka juga tidak kalah menariknya dan sangat patut untuk kita baca serta renungkan?

Sebagai bukti bahwa para ulama Salaf tidak hanya memperhatikan dan mengusahakan kebaikan untuk diri mereka sendiri saja, tapi mereka juga sangat memperhatikan pengajaran dan bimbingan kebaikan bagi anggota keluarga mereka. Baca pos ini lebih lanjut

Malu, Adalah Akhlak Islam

rasa-maluAl-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

عَنْ أَبِيْ مَسْعُوْدٍٍ اْلأَنْصَاريِ الْبَدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ((إِنَّ مِـمَّـا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِِ النُّبُوَّةِ اْلأُوْلَى : إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ ؛ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ)). رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ.

Dari Abu Mas’ûd ‘Uqbah bin ‘Amr al-Anshârî al-Badri radhiyallâhu ‘anhu ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya salah satu perkara yang telah diketahui oleh manusia dari kalimat kenabian terdahulu adalah, ‘Jika engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu.’”

TAKHRÎJ HADÎTS
Hadits ini shahîh diriwayatkan oleh: Al-Bukhâri (no. 3483, 3484, 6120), Ahmad (IV/121, 122, V/273), Abû Dâwud (no. 4797), Ibnu Mâjah (no. 4183), ath-Thabrâni dalam al-Mu’jâmul Ausath (no. 2332), Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliyâ’ (IV/411, VIII/129), al-Baihaqi (X/192), al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (no. 3597), ath-Thayâlisi (no. 655), dan Ibnu Hibbân (no. 606-at-Ta’lîqâtul Hisân). Baca pos ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.643 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: