Hukum Mainan Action Figure

Assalamualaikum..

Ustadz Apa hukumnya mainan action figure?

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Apabila yang anda maksud dengan mainan action figure adalah boneka kecil dari bahan plastik atau selainnya yang berbentuk makhluq yang memiliki roh maka ini tidak boleh diproduksi, dipajang dan diperjual-belikan mengingat bila diproduksi pelakunya dikhawatirkan akan terkena ancaman Nabi shallallahu alaihi wa sallam

إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ القِيَامَةِ المُصَوِّرُونَ

Manusia yang paling keras adzabnya pada hari kiamat adalah para pembentuk (makhluq yang memiliki roh). HR. Bukhari no.5950 dan Muslim no.2109

Apabila dipajang maka dikhawatirkan akan masuk ke dalam hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam

 

لا تَدْخُلُ الْمَلائِكَةُ بَيْتًا فِيهِ تَمَاثِيلُ أَوْ تَصَاوِيرُ

 

“Para malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat patung-patung atau gambar-gambar.” (HR. Muslim no. 2112)

Memperjualbelikan barang tersebut tidaklah diperbolehkan, Ulama’ yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya,: Apakah seorang muslim boleh menjadikan patung sebagai barang dagangan dan menjualnya sebagai sumber penghidupan?”

Mereka menjawab,” Seorang muslim dilarang menjual patung dan menjadikannya sebagai dagangan, karena ada hadis-hadis sahih yang mengharamkan pembuatan gambar benda-benda bernyawa, memajang patung dengan tujuan apa pun, dan menyimpannya. Sebab, menjadikan patung sebagai barang dagangan sama saja dengan membuat patung semakin banyak dijual, membantu kegiatan penggambaran dan pemajangannya di rumah, stadion olah raga, dan tempat lainnya.

Jika itu semua hukumnya haram, maka otomatis usaha pembuatan dan penjualannya juga haram serta tidak boleh dijadikan sebagai mata pencaharian seorang muslim. Dengan demikian, jika seseorang melakukan pekerjaan seperti ini, maka dia harus meninggalkannya dan bertobat kepada Allah. Semoga Allah menerima tobatnya, sesuai dengan firman Allah Ta’ala, Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Fatwa ini ditandatangani oleh

Abdullah bin Qu’ud selaku Anggota

Abdullah bin Ghadyan selaku Anggota

Abdurrazzaq `Afifi selaku Wakil Ketua Komite

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku Ketua

Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 1/709-710 Pertanyaan Keempat dari Fatwa Nomor: 4763

Sumber: www.salamdakwah.com

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: