Info: Tabligh Akbar “Mengenal Dakwah Wali Songo” Ust Zainal Abidin Lc # 12-maret-2017 Kendari


img_4390

VIDEO Tabligh Akbar: “Nikmat Aman di Indonesia” Syaikh Prof. Dr. Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaili

 

Keutamaan Mengucapkan Salam Kepada Setiap Muslim Yang Dikenal Maupun Tidak Dikenal

keutamaan-mengucapkan-salam-kepada-setiap-muslim-yang-dikenal-maupun-tidak-dikenalUstadz Abdullah Taslim MA

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رضي الله عنه : أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِيََ: أَيُّ الإِسْلاَمِ خَيْرٌ؟ قَالَ: « تُطْعِمُ الطَّعَامَ، وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ » متفق عليه

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash رضي الله عنه  bahwa ada seorang yang bertanya kepada Rasulullah ﷺ: Apakah (amal dalam) Islam yang paling baik? Maka Rasulullah ﷺ bersabda: “(Yaitu) kamu memberi makan (orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang (muslim) yang kamu kenal maupun tidak kamu kenal”[1].

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan mengucapkan salam kepada setiap muslim yang dikenal maupun tidak dikenal, karena ini termasuk amal kebaikan yang paling utama dalam Islam dan sebab besar untuk masuk Surga, dengan taufik dari Allah ﷻ. Baca pos ini lebih lanjut

Umur Umat Islam 1500 Tahun ?

92b78806-00a2-4d24-84f6-309f090c2625-756-000000f1a30705ec_tmpKOREKSI TOTAL PERNYATAAN UMUR UMAT ISLAM 1500 TAHUN

Koreksi Pemahaman Terhadap Hadits Tentang Umur Umat Islam

Oleh : Dr. Sufyan bin Fuad Baswedan, MA

Dalam Shahih–nya, Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhu. Terjemahan bebas hadits ini ialah: Baca pos ini lebih lanjut

Beberapa Contoh Syariat Islam Yang Ditolak Karena Dianggap Sebagai Budaya ‘Arab

beberapa-contoh-syariat-islam-yang-ditolak-karena-dianggap-sebagai-budaya-arabUstadz Abdullah Taslim MA

Penolakan terhadap hukum-hukum Islam dan sunnah Rasulullah ﷺ sering kita dengar dan ditemukan di tangah-tengah masyarakat kita yang mayoritas beragama Islam, tentu dengan berbagai macam alasan dan argumentasi cacat yang mereka kemukakan. Misalnya anggapan mereka bahwa hukum Islam tersebut tidak sesuai dengan situasi dan kondisi manusia di jaman sekarang, atau alasan hukum Islam terlalu kolot dan kaku sehingga tidak bisa fleksibel mengikuti perkembangan kebutuhan manusia di era modern.

Padahal, bukankah Allah ﷻ yang menurunkan syariat Islam maha menciptakan segala sesuatu, termasuk menciptakan semua waktu dan tempat, serta maha mengetahui semua kondisi dan perubahan yang terjadi pada mahluk ciptaan-Nya, sehingga semua hukum dalam syariat Islam yang diturunkan-Nya sangat sesuai dengan kondisi mereka di setiap jaman dan tempat? Baca pos ini lebih lanjut

Hadits Lemah Tentang Besarnya Keuntungan Berdagang

hadits-lemah-tentang-besarnya-keuntungan-berdagangUstadz Abdullah Taslim MA

عن نعيم بن عبد الرحمن الأزدي قال: بلغني أن رسول الله  قال: «تسعة أعشار الرزق في التجارة». قال نعيم: وكسب العشر الباقي في السائمة،يعني: الغنم.

Dari Nu’aim bin ‘Abdir Rahman al-Azdi, dia berkata: Telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Sembilan persepuluh (90 %) rezki  ada pada (usaha) perdagangan”. Nu’aim berkata: “Usaha sepersepuluh (10 %) sisanya ada pada (ternak) kambing”. Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Musaddad bin Musarhad[1] dan Imam Abu ‘Ubaid[2] dengan sanad keduanya dari Dawud bin Abi Hind, dari Nu’aim bin ‘Abdir Rahman al-Azdi, dari Rasulullah.

 

Baca pos ini lebih lanjut

Keutamaan Menyambung Shaf Dalam Shalat Berjama’ah

shafUstadz Abdullah Taslim MA

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: «مَنْ وَصَلَ صَفًّا وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَ صَفًّا قَطَعَهُ اللَّهُ» رواه أبو داود، والنسائي وغيرهما، وهو حديث صحيح.

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar رضي الله عنه bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang menyambung shaf (dalam shalt berjama’ah) maka Allah akan menyambungnya (dengan limpahan rahmat-Nya) dan barangsiapa yang memutus shaf maka Allah akan memutuskan (rahmat-Nya dari)nya”[1].

Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan menyambung shaf dalam shalat berjama’ah, karena ini merupakan sebab besar meraih limpahan rahmat Allah ﷻ dan kedudukan mulia di sisi-Nya[2]. Baca pos ini lebih lanjut

Hukum Berburuk Sangka Dan Mencari-cari Kesalahan

hukum-berburuk-sangka-dan-mencari-cari-kesalahanSyaikh Abdul Muhsin Bin Hamd Al-‘Abbad Al-Badr

Allah Ta’ala berfirman.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-car kesalahan orang lain” [Al-Hujurat : 12]

Dalam ayat ini terkandung perintah untuk menjauhi kebanyakan berprasangka, karena sebagian tindakan berprasangka ada yang merupakan perbuatan dosa. Dalam ayat ini juga terdapat larangan berbuat tajassus. Tajassus ialah mencari-cari kesalahan-kesalahan atau kejelekan-kejelekan orang lain, yang biasanya merupakan efek dari prasangka yang buruk. Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: