Info: Tabligh Akbar “Masuk Surga Bersama Istri” Ust Abdullah Taslim MA # 11 Februari 2016 Bekasi

FB_IMG_1455001244712

Info: Tabligh Akbar “Menuntut Ilmu Adalah Jalan Hidupku” Ust Abdullah Taslim MA # 13 Februari 2016 Cawas Klaten

FB_IMG_1454376873235

Terapi Penyakit Suka Sesama Jenis

images (9)Ustadz Muhammad Arifin Baderi. MA

Maha Suci Allah Yang telah setiap makhluk-Nya dengan berpasang-pasangan. Ketentuan ini berlaku pada seluruh makhluq-Nya, tidak terkecuali berbagai penyakit yang menimpa manusia. Tidaklah Allah Ta’ala menciptakan suatu penyakit, melainkan telah menurunkan pula obatnya.

Sahabat Jabir radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda,

(لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ. )

“Setiap penyakit ada obatnya, dan bila telah ditemukan dengan tepat obat suatu penyakit, niscaya akan sembuh dengan izin Allah Azza wa Jalla.” (HR. Muslim) Baca pos ini lebih lanjut

Info: Tabligh Akbar “Bilakah Pohon Iman Dihati Berbuah Manis” Ust. Abdullah Taslim MA. 20 Februari 2016 Kebumen

FB_IMG_1453325654657

Hukum Memfoto Kaki Muslimah Berbalut Kaus Kaki

kaus-kaki-akhwat-muslimah-e1453705909718Di era social media ini ada tren baru di kalangan muslimah berhijab, yaitu sebagian mereka gemar memfoto kaki mereka yang berbalut kaus kaki. Kemudian foto tersebut di-upload ke social media atau ke internet. Bagaimana hukum syar’i mengenai hal ini?

Apakah kaus kaki sudah cukup untuk menutupi kaki?

Kaki sudah jelas merupakan aurat yang wajib untuk ditutup. Untuk penjelasan lebih rinci mengenai masalah ini silakan simak artikel “Saudariku, Kaki Juga Aurat Yang Wajib Ditutup“.

Namun memfoto kaki lalu menyebarkan foto tersebut ke publik, ini merupakan turunan dari bahasan “apakah kaus kaki sudah cukup untuk menutupi kaki?”. Karena jika kaus kaki dianggap belum memenuhi syarat untuk menutup aurat (yaitu kaki) maka tentu tidak boleh memperlihatkannya kepada lelaki yang bukan mahram. Baca pos ini lebih lanjut

Keajaiban Hadits Lalat

images (20)Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawy

KEAJAIBAN HADITS  LALAT[1]

Fenomena pengingkaran terhadap sunnah semakian menggeliat di masa kini. Berbagai media telah berjasa besar untuk propaganda tersebut. Semakin banyak kader-kader yang disiapkan untuk
menyerang hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka menempuh beberapa jalur untuk menuju ke terminalnya, sekalipun berbeda jalannya namun tujuan tetap sama.

Imam asy-Syathibi rahimahullah menjelaskan metode ahli bid’ah tersebut dengan ucapannya: Baca pos ini lebih lanjut

Beberapa Sunnah Nabi Di Waktu Maghrib

images (9)Berikut ini beberapa adab yang dianjurkan untuk dilakukan di waktu Maghrib. Semoga kita diberi hidayah untuk mengamalkannya.

Pertama: Termasuk sunnah, memasukkan anak-anak ke dalam rumah saat masuknya waktu maghrib

Kedua: Termasuk sunnah, menutup pintu-pintu di awal waktu maghrib sambil menyebut nama Allah ta’ala

Mengerjakan dua adab ini merupakan salah satu upaya menjaga diri dari setan dan jin. Menahan anak-anak di rumah ketika awal waktu maghrib merupakan bentuk upaya menjaga anak-anak dari setan yang berkeliaran di waktu tersebut, demikian pula menutup pintu rumah sambil menyebut nama Allah pada saat tersebut. Dan betapa banyak anak-anak dan rumah-rumah yang dihinggapi setan pada waktu maghrib, sedangkan orang tua si anak dan si empunya rumah tidak menyadarinya. Betapa besarnya penjagaan Islam untuk anak-anak dan rumah-rumah kita.

Baca pos ini lebih lanjut

Makna Istihadhah Dan Kondisi Wanita Mustahadhah

imagesSyaikh Muhammad bin Shaleh Al ‘Utsaimin

MAKNA ISTIHADHAH
Istihadhah ialah keluamya darah terus-menerus pada seorang wanita tanpa henti sama sekali atau berhenti sebentar seperti sehari atau dua hari dalam sebulan.

Dalil kondisi pertama, yakni keluamya darah terus-menerus tanpa henti sama sekali, hadits riwayat Al- Bukhari dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha bahwa Fatimah binti Abu Hubaisy berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :

يَا رَسُوْلَ الله إِنِّي أُسْتَحَاضُ. وفي رواية: أُسْتَحَاضُ فَلاَ أَطْهُر

“Ya Rasulullah, sungguh aku ini tak pemah suci ” Dalam riwayat lain “Aku mengalami istihadhah maka tak pemah suci. ” Baca pos ini lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.128 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: