Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Tidak Pernah Mencela Makanan

img_1581Kenikmatan Allah Subhanahu wa Ta’ala tiada terkira. Ragam makanan dan minuman sangat bervariasi. Kewajiban seorang muslim, menghargai nikmat-nikmat tersebut dan mensyukurinya. Kendatipun makanan yang tersedia sepele, celaan tidak layak muncul dari bibir seorang muslim.

Demikian juga, ketika makanan atau minuman tidak menggugah selera, atau mengundang ketidaksukaan, karena cita-rasanya yang kurang tajam, bentuknya yang tidak menarik, atau bahan-bahannya yang dirasa tidak bergizi, cacian tetap saja tidak cocok untuk dikeluarkan. Baca pos ini lebih lanjut

Hukum Memberi Salam Kepada Orang Yang Sedang Shalat

 

888c4f5e-c070-455c-9862-c5f60bcde553-423-000000652612750c_tmp

Abul Barra’ Muhammad Mahir al-Khatib

Mengucapkan salam kepada orang yang sedang shalat, disyari’atkan ataukah tidak? Telah terjadi perdebatan yang sangat alot dalam masalah ini, sehingga mengakibatkan banyak orang yang bingung. Pendapat yang terkuat dalam masalah ini adalah disunnahkan mengucapkan salam kepada orang yang sedang shalat. Dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu , Baca pos ini lebih lanjut

Hadits Lemah Tentang Pensyaratan Jumlah Jama’ah Shalat Jum’at 40 Orang

58823793-bda5-4660-9181-4f3066afc458-1271-00000155a048702a_tmpUstadz Abdullah Taslim MA

عَنْ جَابِرٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ: « مَضَتِ السُّنَّةُ أَنَّ فِى كُلِّ ثَلاَثَةٍ إِمَامًا، وَفِي كُلِّ أَرْبَعِينَ فَمَا فَوْقَ ذَلِكَ جُمُعَةٌ وَفِطْرٌ وَأَضْحًى، وَذَلِكَ أَنَّهُمْ جَمَاعَةٌ »

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: “Sunnah (amal yang sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) yang telah dilakukan (sejak dulu) bahwa pada setiap tiga orang maka ada (seorang) yang dijadikan sebagai imam dan pada setiap empat puluh orang atau lebih dari itu maka (boleh mendirikan) shalat Jum’at, Idul fithri dan Idul adha, karena mereka adalah jama’ah”. Baca pos ini lebih lanjut

‪Masjid Dhirar, Masjid Kaum Munafik yang Dihancirkan Di Zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam‬

807579c50-3a27-456a-b15f-209495ac68aa-2134-00000262081f86da_tmpIni adalah bukti bahwa sesuatu yang dibangun bukan atas dasar ketakwaan maka akan hancur. Begitu juga masjid yang dibangun di atas kuburan (karena ada kuburan yang dikeramatkan), maka masjid seperti ini juga harus dihancurkan sebagaimana masjid Dhirar.

Kaum munafik membangun masjid Dhirar

Allah Ta’ala berfirman, Baca pos ini lebih lanjut

Keutamaan Membangun Masjid Dengan Niat Yang Ikhlas

c619656d-58df-4fd8-9eda-481afe709d25-744-000000a81e548d17_tmpUstadz Abdullah Taslim. MA

Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiallahu’anhu beliau berkata: Sungguh aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ تَعَالَى قَالَ بُكَيْرٌ: حَسِبْتُ أَنَّهُ قَالَ: يَبْتَغِيْ بِهِ وَجْهَ اللَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا

Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah Ta’ala (mengharapkan wajah-Nya) maka Allah akan membangunkan baginya rumah (istana) di Surga1. Baca pos ini lebih lanjut

Menawar Barang Yang Ditawar Orang Lain

e604fa09-59b7-451d-bfac-6c7eca9e3393-495-0000003f22e95599_tmpMenawar barang yang ditawar orang lain hukumnya adalah haram berdasarkan hadis dan kesepakatan ulama.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لاَ يَسُمِ الْمُسْلِمُ عَلَى سَوْمِ أَخِيهِ »

Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang muslim menawar barang yang ditawar oleh muslim yang lain.” (HR Muslim, no.3886). Baca pos ini lebih lanjut

Niat Baik

niat baikNIAT BAIK ( النوايا الحسنة )

Ustadz Abu Jarir Alandunisiy

الحمد لله ،و الصلاة و السلام على رسول الله ، وعلى آله و صحبه و من واله ، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، و أشهد أن محمدا عبده ورسوله لا النبي بعده . أما بعد

Banyak orang yang mengatakan: “Iya ini memang tidak ada dalam Islam.. tapi –kan ini baik.. yang pentingkan niatnya..!!”.

Sebelum menjawab perkataan tersebut, saya mengajak kepada saudara pembaca, mari kita sama-sama memperhatikan sebuah atsar dari Abdullah bin Mas’ud radliallahu’anhu, berikut ini: Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: