Beberapa Contoh Syariat Islam Yang Ditolak Karena Dianggap Sebagai Budaya ‘Arab

beberapa-contoh-syariat-islam-yang-ditolak-karena-dianggap-sebagai-budaya-arabUstadz Abdullah Taslim MA

Penolakan terhadap hukum-hukum Islam dan sunnah Rasulullah ﷺ sering kita dengar dan ditemukan di tangah-tengah masyarakat kita yang mayoritas beragama Islam, tentu dengan berbagai macam alasan dan argumentasi cacat yang mereka kemukakan. Misalnya anggapan mereka bahwa hukum Islam tersebut tidak sesuai dengan situasi dan kondisi manusia di jaman sekarang, atau alasan hukum Islam terlalu kolot dan kaku sehingga tidak bisa fleksibel mengikuti perkembangan kebutuhan manusia di era modern.

Padahal, bukankah Allah ﷻ yang menurunkan syariat Islam maha menciptakan segala sesuatu, termasuk menciptakan semua waktu dan tempat, serta maha mengetahui semua kondisi dan perubahan yang terjadi pada mahluk ciptaan-Nya, sehingga semua hukum dalam syariat Islam yang diturunkan-Nya sangat sesuai dengan kondisi mereka di setiap jaman dan tempat? Baca pos ini lebih lanjut

Hadits Lemah Tentang Besarnya Keuntungan Berdagang

hadits-lemah-tentang-besarnya-keuntungan-berdagangUstadz Abdullah Taslim MA

عن نعيم بن عبد الرحمن الأزدي قال: بلغني أن رسول الله  قال: «تسعة أعشار الرزق في التجارة». قال نعيم: وكسب العشر الباقي في السائمة،يعني: الغنم.

Dari Nu’aim bin ‘Abdir Rahman al-Azdi, dia berkata: Telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Sembilan persepuluh (90 %) rezki  ada pada (usaha) perdagangan”. Nu’aim berkata: “Usaha sepersepuluh (10 %) sisanya ada pada (ternak) kambing”. Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Musaddad bin Musarhad[1] dan Imam Abu ‘Ubaid[2] dengan sanad keduanya dari Dawud bin Abi Hind, dari Nu’aim bin ‘Abdir Rahman al-Azdi, dari Rasulullah.

 

Baca pos ini lebih lanjut

Keutamaan Menyambung Shaf Dalam Shalat Berjama’ah

shafUstadz Abdullah Taslim MA

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: «مَنْ وَصَلَ صَفًّا وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَ صَفًّا قَطَعَهُ اللَّهُ» رواه أبو داود، والنسائي وغيرهما، وهو حديث صحيح.

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar رضي الله عنه bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang menyambung shaf (dalam shalt berjama’ah) maka Allah akan menyambungnya (dengan limpahan rahmat-Nya) dan barangsiapa yang memutus shaf maka Allah akan memutuskan (rahmat-Nya dari)nya”[1].

Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan menyambung shaf dalam shalat berjama’ah, karena ini merupakan sebab besar meraih limpahan rahmat Allah ﷻ dan kedudukan mulia di sisi-Nya[2]. Baca pos ini lebih lanjut

Hadits Lemah Tentang Siapa Yang Mengumandangkan Adzan Shalat Maka Dialah Yang Mengumandangkan Iqamah

adzanUstadz Abdullah Taslim MA

رُوِيَ عَنْ زِيَادِ بْنِ الحَارِثِ الصُدَائَي ، عَن النَّبِيِّ  أَنَّهُ قَالَ: « مَنْ أَذَّنَ فَهُوَ يُقِيمُ » رواه أبو داود والترمذي وابن ماجه وأحمد وغيرهم

Diriwayatkan dari Ziyad bin al-Harits ash-Shuda-i رضي الله عنه bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang mengumandangkan adzan (shalat) maka dialah yang mengumandangkan iqamah”.

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Abu Dawud (no. 514), at-Tirmidzi (1/838), Ibnu Majah (no. 717), Ahmad (4/169) dan lain-lain, dari Jalur ‘Abdur Rahman bin Ziyad al-Ifriqi, dari Ziyad bin Nu’aim al-Hadhrami, dari Ziyad bin al-Harits ash-Shuda-i رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ. Baca pos ini lebih lanjut

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Tidak Pernah Mencela Makanan

img_1581Kenikmatan Allah Subhanahu wa Ta’ala tiada terkira. Ragam makanan dan minuman sangat bervariasi. Kewajiban seorang muslim, menghargai nikmat-nikmat tersebut dan mensyukurinya. Kendatipun makanan yang tersedia sepele, celaan tidak layak muncul dari bibir seorang muslim.

Demikian juga, ketika makanan atau minuman tidak menggugah selera, atau mengundang ketidaksukaan, karena cita-rasanya yang kurang tajam, bentuknya yang tidak menarik, atau bahan-bahannya yang dirasa tidak bergizi, cacian tetap saja tidak cocok untuk dikeluarkan. Baca pos ini lebih lanjut

Hukum Memberi Salam Kepada Orang Yang Sedang Shalat

 

888c4f5e-c070-455c-9862-c5f60bcde553-423-000000652612750c_tmp

Abul Barra’ Muhammad Mahir al-Khatib

Mengucapkan salam kepada orang yang sedang shalat, disyari’atkan ataukah tidak? Telah terjadi perdebatan yang sangat alot dalam masalah ini, sehingga mengakibatkan banyak orang yang bingung. Pendapat yang terkuat dalam masalah ini adalah disunnahkan mengucapkan salam kepada orang yang sedang shalat. Dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu , Baca pos ini lebih lanjut

Hadits Lemah Tentang Pensyaratan Jumlah Jama’ah Shalat Jum’at 40 Orang

58823793-bda5-4660-9181-4f3066afc458-1271-00000155a048702a_tmpUstadz Abdullah Taslim MA

عَنْ جَابِرٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ: « مَضَتِ السُّنَّةُ أَنَّ فِى كُلِّ ثَلاَثَةٍ إِمَامًا، وَفِي كُلِّ أَرْبَعِينَ فَمَا فَوْقَ ذَلِكَ جُمُعَةٌ وَفِطْرٌ وَأَضْحًى، وَذَلِكَ أَنَّهُمْ جَمَاعَةٌ »

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: “Sunnah (amal yang sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) yang telah dilakukan (sejak dulu) bahwa pada setiap tiga orang maka ada (seorang) yang dijadikan sebagai imam dan pada setiap empat puluh orang atau lebih dari itu maka (boleh mendirikan) shalat Jum’at, Idul fithri dan Idul adha, karena mereka adalah jama’ah”. Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: