Keutamaan Sifat Qona’ah

IMG_9344Ustadz Abdullah Taslim MA

Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ

“Sungguh sangat beruntung seorang yang masuk Islam, kemudian mendapatkan rizki yang secukupnya dan Allah menganugrahkan kepadanya sifat qana’ah (merasa cukup dan puas) dengan rezki yang Allah berikan kepadanya”[1]. Baca pos ini lebih lanjut

Agar Tidak Tertidur Ketika Khutbah Jumat

IMG_9110Bisa jadi ketika khutbah Jumat, ada beberapa jamaah yang sangat mengantuk. Jika sampai tertidur ketika khutbah, tentu hal ini sangat tidak disukai oleh syariat.

Seorang Ulama di kalangan tabi’in, Muhammad bin Sirin berkata, Baca pos ini lebih lanjut

Segeralah Bertaubat Kepada Allah !

dosa dosaAl-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

عَنِ اْلأَغَرِّ بْنِ يَسَارٍ الْمُزَنِي قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَآايُّهَا النَّاسُ تُوْبُوْا إِلَى اللهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُ فَإِنِّي أَتُوْبُ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ.

Dari Agharr bin Yasar Al Muzani, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,”Hai sekalian manusia! Taubatlah kalian kepada Allah dan mintalah ampun kepadaNya, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali”[1]

MAKNA TAUBAT
Asal makna taubat ialah:

الرُّجُوْعُ مِنَ الذَّنْبِ.

(kembali dari kesalahan dan dosa menuju kepada ketaatan). Berasal dari kata:

تَابَ إِلَى اللهِ يَتُوْبُ تَوْباً وَتَوْبَةً وَمَتَاباً بِمَعْنَى أَنَابَ وَرَجَعَ عَنِ المَعْصِيَةِ إِلَى الطَّاعَةِ.

(orang yang bertaubat kepada Allah ialah, orang yang kembali dari perbuatan maksiat menuju perbuatan taat).

التَّوْبَةُ :َاْلإِعْتِرَافُ وَالنَّدَمُ وَاْلإِقْلاَعُ وَالْعَزْمُ عَلَى أَلاَّ يُعَاوِدَ اْلإِنْسَانُ مَا اقْتَرَفَهُ.

(seseorang dikatakan bertaubat, kalau ia mengakui dosa-dosanya, menyesal, berhenti dan berusaha untuk tidak mengulangi perbuatan itu).[2] Baca pos ini lebih lanjut

Keluarnya Ya’juj Dan Ma’juj Di Akhir Zaman

yajuj majujAl-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Ahlus Sunnah meyakini tentang adanya Ya’juj dan Ma’juj yang mereka akan keluar di akhir zaman. Ya’juj dan Ma’juj adalah manusia biasa seperti layaknya manusia lainnya. Mereka mirip dengan orang bangsa at-Turk (mereka adalah orang kafir), dengan mata sipit, berhidung pesek, berambut pirang, sekalipun bentuk dan kulit mereka bervariasi. [2]

Fitnah ini terjadi pada masa Nabi ‘Isa bin Maryam Alaihissallam setelah ia membunuh Dajjal, lalu Allah membinasakan mereka semua dalam satu malam berkat do’anya (Nabi ‘Isa bin Maryam Alaihissallam) atas mereka. Baca pos ini lebih lanjut

Hadits Palsu Tentang Keutamaan Bersusah Payah Mencari Rezki Yang Halal

34325073-637a-489e-b391-7bbd07468506-514-00000076a924301f_tmp Ustadz Abdullah Taslim MA

رُوِيَ عَنْ عَلِيٍّ بن أَبِي طالِبٍ رضي الله عنه مَرْفُوْعًا: ((إِنَّ اللهَ يُحِبُّ أَنْ يَرَى عَبْدَهُ تَعِبًا فِي طَلَبِ الْحَلَالِ)).

Diriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه dari Rasulullah ﷺ: “Sesungguhnya Allah suka melihat hamba-Nya yang sedang bersusah payah dalam mencari (rezki) yang halal”.

Hadits ini dinisbatkan oleh Imam al-‘Iraqi[1] dan as-Suyuthi[2] kepada Imam Abu Manshur ad-Dailami dalam kitab beliau “Musnadul Firdaus”.

Hadits ini adalah hadits yang palsu, dalam sanadnya ada rawi yang bernama Muhammad bin Sahl al-‘Aththar. Imam ad-Daraquthni berkata tentangnya: “Dia termasuk rawi yang me-malsukan hadits”. Imam adz-Dzahabi berkata: “Para ulama Ahli Hadits menuduhnya sebagai pemalsu hadits”[3]. Baca pos ini lebih lanjut

Hadits Palsu Tentang Larangan Menceraikan Istri

Ustadz Abdullah Taslim MA

رُوِيَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ رضي الله عنه أَنّهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ: « تَزَوَّجُوْا وَلاَ تُطَلِّقُوْا، فَإِنَّ الطَّلاَقَ يَهْتَزُّ لَهُ الْعَرْشُ »

Diriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Menikahlah dan janganlah kamu menceraikan (istrimu), karena sesungguhnya perceraian itu menjadikan ‘Arsy Allah berguncang”.

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ibnu ‘Adi dalam “al-Kaamil fi dhu’afaa-ir rijaal” (5/112), Abu Nu’aim al-Ashbahani dalam “Akhbaaru Ashbahaan” (2/289), al-Khathib al-Bagdadi dalam “Tarikh Bagdad” (12/191) dan Ibnul Jauzi dalam “al-Maudhu’at” (2/277), dengan sanad mereka semua dari jalur Abu Ibrahim at-Turjumani, dari ‘Amr bin Jumai’, dari Juwaibir, dari adh-Dhahhak bin Muzahim, dari an-Nazzal bin Saburah, dari ‘Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه, dari Rasulullah ﷺ. Baca pos ini lebih lanjut

Hadits Lemah Tentang Larangan Tidur Setelah Shalat Ashar

tidur-siangUstadz Abdullah Taslim MA

رُوِيَ عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنه أَنّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: « مَنْ نَامَ بَعْدَ الْعَصْرِ، فَاخْتُلِسَ عَقْلُهُ ، فَلا يَلُومَنَّ إِلا نَفْسَهُ »

Diriwayatkan dari ‘Aisyah رضي الله عنه bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang tidur setelah shalat Ashar lalu akalnya hilang, maka janganlah dia mencela (menyalahkan) kecuali dirinya sendiri”.

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ibnu Hibban dalam kitab “al-Majruuhiin” (1/283) dan Ibnul Jauzi dalam kitab “al-Maudhuu’aat” (3/68-69), dari jalur Khalid bin al-Qasim, dari al-Laits bin Sa’ad, dari ‘Uqail bin Khalid, dari az-Zuhri, dari ‘Urwah bin az-Zubair, dari ‘Aisyah رضي الله عنه, dari Rasulullah ﷺ. Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: