Tanggapan Atas (Tuntutan Menjawab) Undangan Medsos Ustadz Adi Hidayat

newproject_1_original-14بسم الله الرحمن الرحيم

01. MENGAPA DITAHDZIR?

Telah berlalu lebih 1/2 tahun sejak tahdzir dan kritik terbuka Ustadz Abdullah Taslim, Ustadz Firanda Andirja, Ustadz Zainal Abidin, Ustadz Abul Jauzaa dan asatidzah lainnya terhadap Ustadz Adi Hidayat tersebar melalui pelbagai media. Tahdzir tersebut berawal dari beberapa video yang memuat ceramah beliau yang dinilai tidak sejalan dengan manhaj ahlussunnah khususnya dalam masalah aqidah. Contohnya video dengan tema: Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

VIDEO: Kajian Ilmiah: “Manhaj Salaf Dalam Menghadapi Perselisihan” Ust. Badru Salam, Lc

Siapa Yang Dimaksud Dengan Ulil Amri?

630D0B4E-13A6-4B5A-86D8-59C11D59BD5BPertanyaan:

Ustadz tolong jelaskan siapa itu ulil amri, dan apakah syarat disebut ulil amri harus dengan pengangkatan secara syari’iy serta bagaimana jika ia berhukum kepada hukum selain islam, apakah masih disebut ulil amri ? Baca pos ini lebih lanjut

Persatuan Ummat Islam

persatuan ummat islamAl-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Ahlus Sunnah mengajak kepada persatuan kaum Muslimin dan melarang mereka berpecah belah, sebagaimana firman Allah :

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai…” [Ali ‘Imran: 103] Baca pos ini lebih lanjut

Persatuan Lintas Manhaj & Aqidah

20479516_862392373923240_3662575466394296422_nUstadz Abdurrahman Thoyyib, Lc.

Hari demi hari semakin banyak ujian bagi dakwah salafiyah dan salafiyyin, baik dari dalam maupun dari luar. Semoga Allah senantiasa menetapkan hati kita diatas manhaj salafi sejati hingga akhir hayat nanti. Dan semoga Allah menyelamatkan kita dari fitnah kelompok-kelompok sesat kapan dan dimanapun kita berada. Aamin.

Diantara ujian tersebut adalah merasuknya virus kelompok Ikhwanul Muslimin (kelompok harakah/pergerakan) ke dalam relung manhaj sebagian yang mengaku sebagai dai salafi. Mulai dari meninggalkan atau tidak mengutamakan dakwah kepada tauhid uluhiyah (atau aqidah salaf), lebih mementingkan kuantitas (menarik massa sebanyak-banyaknya) daripada kualitas, menyeru kepada fiqih waqi’/realita (fiqih koran), ingin masuk ke ranah politik/parlemen, mengkritik pemimpin kaum muslimin di hadapan umum (di internet atau pun medsos). Baca pos ini lebih lanjut

Menjawab Tuduhan Batil Terhadap Dakwah Syaikh Muhammad Bin Abdil Wahhab

keyboard_keys-wallpaper-2048x1536Abul Harits as-Salafy

KEDUSTAAN HIZBUT TAHRIR ATAS SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB
Sudah menjadi adat dan kebiasaan firqoh-firqoh sesat untuk memusuhi dan memfitnah kepada pembela dakwah yang haq, yang menyeru manusia kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Allah dan Sunnah rasul-Nya. Abdul Qodim Zallum rahimahullahu, salah satu tokoh Hizbut Tahrir dengan bangga mengatakan dalam bukunya yang berjudul Kaifa Hudimat Khilafah (dalam versi Indonesianya berjudul Konspirasi Barat meruntuhkan Khilafah Islamiyah, hal. 5), sebagai berikut : “Inggris berupaya menyerang negara Islam dari dalam melalui agennya, Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud. Gerakan Wahhabi diorganisasikan untuk mendirikan suatu kelompok masyarakat di dalam negara Islam yang dipimpin oleh Muhammad bin Saud dan dilanjutkan oleh anaknya, Abdul Aziz. Inggris memberi mereka bantuan dana dan senjata.”….. Baca pos ini lebih lanjut

Bolehkah Bermadzhab

IMG_1170Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

“Empat imam mahdzab memiliki kapasitas ilmu yang berbeda. Karena tentunya tidak ada seorang pun yang menguasai semua ajaran Nabi, dan tidak ada seorang pun manusia yang menguasai keseluruhan ilmu yang ada. Sehingga mereka kadang berbeda pada beberapa hal. Namun, mereka adalah para imam besar. Mereka memiliki pengikut yang merumuskan madzhab mereka. Pengikut para imam ini mengumpulkan pembahasan-pembahasan serta fatwa-fatwa para imam. Kemudian ditulis dalam banyak kitab sehingga menyebarlah madzhab mereka dan dikenal banyak orang. Yaitu disebabkan pengikut para imam yang menuliskan dan mengumpulkan pembahasan dan fatwa dari para imam tersebut. Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: