Manhaf Salaf Dalam Aqidah

Oleh Syaikh ‘Abdussalam bin Salim As Suhaimi

Manhaj generasi Salafus Shalih dalam masalah aqidah secara ringkas adalah sebagai berikut:

Membatasi sumber rujukan dalam masalah aqidah hanya pada Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam serta memahaminya dengan pemahaman Salafus Shalih
Berhujjah dengan hadits-hadits shahih dalam masalah aqidah, baik hadits-hadits tersebut mutawatir maupun ahad.
Tunduk kepada wahyu serta tidak mempertentangkannya dengan akal. Juga tidak panjang lebar dalam membahas perkara gaib yang tidak dapat dijangkau oleh akal.
Tidak menceburkan diri dalam ilmu kalam dan filsafat
Menolak ta’wil yang batil
Menggabungkan seluruh nash yang ada dalam membahas suatu permasalahan [1] Baca pos ini lebih lanjut

Tawakal, Kunci Keberhasilan Yang Sering Dilalaikan

929F392D-F765-4EB3-A1DB-0FB8010672DBUstadz Abdullah bin Taslim MA

Banyak orang yang salah memahami dan menempatkan arti tawakal yang sesungguhnya. Sehingga tatkala kita mengingatkan mereka tentang pentingnya tawakal yang benar dalam kehidupan manusia, tidak jarang ada yang menanggapinya dengan ucapan: “Iya, tapi kan bukan cuma tawakal yng harus diperbaiki, usaha yang maksimal juga harus terus dilakukan!”. Baca pos ini lebih lanjut

Fatwa Ulama: Hukum Menerima Hadiah Dari Non-Muslim Di Hari Raya Mereka

Fatwa Syaikh Muhammad Al Imam hafizhahullah

Soal:
Apa hukum menerima hadiah dari orang kafir terutama pada hari raya mereka?

Jawab:
Sudah ma’ruf (diketahui bersama) bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam terkadang menerima hadiah dari orang kafir. Dan terkadang beliau menolak hadiah dari sebagian para raja dan pemimin kaum kafirin. Oleh karena itu para ulama memberikan kaidah dalam menerima hadiah dari orang kafir. Demikian juga halnya hadiah dari ahli maksiat dan orang yang menyimpang. Baca pos ini lebih lanjut

Hukum Menerima Hadiah Natal

DC331337-27FC-44F8-8EF1-3E9C2E7D3FF7Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah

Pertama, Islam membolehkan umatnya untuk menerima hadiah dari orang kafir. Apalagi jika tujuannya dalam rangka mengambil hati mereka dan memotivasi mereka untuk simpati pada Islam. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima hadiah dari beberapa raja kafir, seperti beliau pernah menerima hadiah dari Muqauqis, raja mesir yang beragama nasrani. Baca pos ini lebih lanjut

VIDEO Kajian Umum: “Allah di Atas Arsy” Ust. Firanda Andirja, MA.

101 Perkataan Ulama Salaf Tentang Allah di Atas Arsy

101 PERKATAAN ULAMA SALAF TENTANG ALLAH DI ATAS ARSYDari Abu Razin berkata: Saya pernah bertanya: “Ya Rasulullah, dimana Allah sebelum menciptakan makhlukNya?” Nabi menjawab: “Dia berada di atas awan, tidak ada udara di bawahnya maupun di atasnya, tidak makhluk di sana, dan ArsyNya di atas air”. [HR. Tirmidzi (2108), Ibnu Majah (182), Ibnu Hibban (39 -Al-Mawarid), Ibnu Abi Ashim (1/271/612), Ahmad (4/11,12) dan Ibnu Abdil Barr dalam At-Tamhid (7/137). Lihat As-Shahihah 6/469)].

Sudah banyak pembahasan mengenai aqidah tentang ‘Allah di Atas ‘Arsy’ yang ditulis oleh para asatidz sampai ulama, baik dikupas dengan dalil-dalil yang terdapat dalam Al Qur’an maupun Hadits-hadits shahih yang jumlahnya mencapai puluhan dalil. Namun untuk pembahasan kali ini hanya mengupas tentang perkataan-perkataan yang keluar dari para ulama Salaf mengenai Allah di atas ‘Arsy.  Saya hanya mengumpulkan sedikit dari perkataan-perkataan mereka yaitu hanya berjumlah 101 perkataan, padahal jika kita merujuk kepada kitab-kitab ulama Salaf terdahulu, maka akan terkumpul banyak sekali perkataan mereka mengenai Allah diatas ‘Arsy yang jumlahnya bisa mencapai ratusan bahkan ribuan, Wallahu a’lam. Berikut perkataan-perkataan mereka: Baca pos ini lebih lanjut

Ternyata Roqib dan ‘Atid Bukan Nama Malaikat?

Benarkah Nama Malaikat Pencatat Amal itu Raqib dan Atit?

Bismillah, wassholaatu wassalam ala Rasulillah, waba’du.

Informasi yang kita dapatkan terkait Roqib dan Atid, adalah nama dua malaikat pencatat amal. Roqib adalah malaikat yang mencatat amal baik, sedangkan Atid adalah pencatat amal buruk. Pernyataan ini disimpulkan dari firman Allah ta’ala, Baca pos ini lebih lanjut

Sebab Datang Dan Hilangnya Hidayah Allah

Ustadz Abdullah bin Taslim MA

Dikarenakan inti dan hakikat hidayah adalah taufik dari Allah Ta’ala, sebagaimana penjelasan sebelumnya, maka berdoa dan memohon hidayah kepada Allah Ta’ala merupakan sebab yang paling utama untuk mendapatkan hidayah-Nya.

Dalam hadits Qudsi yang shahih, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua tersesat kecuali orang yang Aku beri petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku niscaya Aku akan berikan petunjuk kepada kalian1. Baca pos ini lebih lanjut

VIDEO: “Jangan Risaukan Rizkimu” Ust Abdullah Taslim MA

Persatuan Ummat Islam

persatuan ummat islamAl-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Ahlus Sunnah mengajak kepada persatuan kaum Muslimin dan melarang mereka berpecah belah, sebagaimana firman Allah :

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai…” [Ali ‘Imran: 103] Baca pos ini lebih lanjut

Persatuan Lintas Manhaj & Aqidah

20479516_862392373923240_3662575466394296422_nUstadz Abdurrahman Thoyyib, Lc.

Hari demi hari semakin banyak ujian bagi dakwah salafiyah dan salafiyyin, baik dari dalam maupun dari luar. Semoga Allah senantiasa menetapkan hati kita diatas manhaj salafi sejati hingga akhir hayat nanti. Dan semoga Allah menyelamatkan kita dari fitnah kelompok-kelompok sesat kapan dan dimanapun kita berada. Aamin.

Diantara ujian tersebut adalah merasuknya virus kelompok Ikhwanul Muslimin (kelompok harakah/pergerakan) ke dalam relung manhaj sebagian yang mengaku sebagai dai salafi. Mulai dari meninggalkan atau tidak mengutamakan dakwah kepada tauhid uluhiyah (atau aqidah salaf), lebih mementingkan kuantitas (menarik massa sebanyak-banyaknya) daripada kualitas, menyeru kepada fiqih waqi’/realita (fiqih koran), ingin masuk ke ranah politik/parlemen, mengkritik pemimpin kaum muslimin di hadapan umum (di internet atau pun medsos). Baca pos ini lebih lanjut

Agar Tidak Serumah Dengan Syhaitan

IMG_1289Ustadz Abdullah Zaen, Lc, MA

Semua orang ingin memiliki rumah yang tentram dan nyaman. Sayangnya, dalam usaha mewujudkan keinginan ini, kebanyakan orang baru sekedar melakukan hal-hal yang bersifat duniawi. Yakni dengan mendirikan bangunan yang megah dan melengkapinya dengan berbagai fasilitas penunjang. Selama tidak berlebihan, sebenarnya itu boleh saja. Namun yang memprihatinkan, mereka lupa bahwa inti kenyamanan dan ketentraman rumah sebenarnya justru bersumber dari ketenangan hati penghuninya. Yang itu akan dicapai manakala mereka rajin beribadah dan memanfaatkan tempat tinggalnya untuk hal-hal yang diridhai Allâh Azza wa Jalla. Baca pos ini lebih lanjut

Menjaga Anak dan Pemuda dari Paham Liberal dan Plurarisme

IMG_0108Orang Tua, Engkau Mempunyai Tugas yang Berat

Tugas terbesar dan terberat orang tua bukanlah menjadikan anaknya semata-mata memiliki banyak harta dan berkedudukan tinggi, tetapi tugas terbesar orang tua adalah menjadikan anak tersebut dekat dengan Allah dan memiliki akidah yang baik dan benar. Baca pos ini lebih lanjut

Seluk Beluk Neraka

IMG_9968Apa Itu Neraka?
Neraka adalah tempat yang disiapkan oleh Allah untuk orang-orang kafir, orang-orang yang mendustakan Rasul-Nya, serta orang-orang yang melanggar syari’at-Nya. Masuk neraka adalah sebuah kehinaan. Allah Ta’ala berfirman,

رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Ya Rabb kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang lalim seorang penolong pun” (QS. Ali ‘Imran: 192). Baca pos ini lebih lanjut

Pernyataan Imam Syafi’i Dalam Masalah Aqidah

IMG_7425Mengenal aqidah seorang imam besar Ahlu Sunnah merupakan perkara penting. Khususnya, bila sang imam tersebut memiliki pengikut dan madzhab yang mendunia. Karenanya, mengenal pernyataan Imam Syafi’i yang madzhabnya menjadi madzhab banyak kaum muslimin di negeri ini, menjadi lebih penting dan mendesak, agar kita semua dapat melihat secara nyata aqidah Imam asy-Syafi’i, dan dapat dijadikan pelajaran bagi kaum muslimin di Indonesia. Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: