Agar Hati Tidak Membatu

Agar Hati Tidak MembatuAbu Mushlih Ari Wahyudi

Segala puji bagi Allah, yang membentangkan tangan-Nya untuk menerima taubat hamba-hamba-Nya. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi-Nya, teladan bagi segenap manusia, yang menunjukkan kepada mereka jalan yang lurus menuju ampunan dan ridha-Nya. Amma ba’du.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Tidaklah seorang hamba mendapatkan hukuman yang lebih berat daripada hati yang keras dan jauh dari Allah.” (al-Fawa’id, hal. 95).

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh celaka orang-orang yang berhati keras dari mengingat Allah, mereka itu berada dalam kesesatan yang amat nyata.” (QS. az-Zumar: 22). Baca pos ini lebih lanjut

Nikmat Sehat Dan Waktu Luang

Ustadz Muslim Al Atsari

Allah Azza wa Jalla telah menciptakan manusia dan memberikan kenikmatan yang tidak terhingga. Manusia tidak akan mampu menghitungnya.

Ada sebuah surat di dalam Al Qur’an yang disebut oleh para ulama sebagai surat An Ni’am (surat tentang kenikmatan-kenikmatan Allah), yaitu surat An Nahl. Allah memulai dengan menyebutkan kenikmatan terbesar, yaitu kenikmatan agama. Allah menurunkan wahyu kepada para RasulNya, lewat para malaikat, untuk menyerukan Laa ilaaha illa Allah. Bahwa tidak ada yang berhak diibadahi selain Allah. Wajib meninggalkan seluruh peribadahan kepada selain Allah, dan beribadah dengan ikhlas hanya kepadaNya. Karena sesungguhnya Dia esa di dalam rububiyahNya, esa di dalam menciptakan langit dan bumi, tidak ada sekutu bagiNya. Baca pos ini lebih lanjut

Kembalikan Hatimu Pada Fitrahnya !

kembalikan-hatimu-pada-fitrahnyaUstadz Abdullah Taslim MA

Berbicara tentang hati berarti membicarakan tentang bagian tubuh manusia yang paling penting dan utama, karena baik-buruknya seluruh anggota badan manusia tergantung dari baik-buruknya hati[1]. Rasulullah ﷺ bersabda: “Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik maka akan baik seluruh tubuhnya, dan jika segumpal daging itu buruk maka akan buruk seluruh tubuhnya, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati manusia”[2].

Di samping itu, hati merupakan tempat tumbuhnya iman kepada Allah ﷻ yang merupakan landasan utama kebaikan dan kemuliaan hidup seorang hamba di dunia dan akhirat, maka mengusahakan perbaikan hati berarti mengusahakan perbaikan iman dan menyempurnakan pertumbuhannya. Baca pos ini lebih lanjut

Hanya Engkau Sandaran Hatiku

6d372523-2c8b-4a6e-8417-31cb9869c001-514-00000079f2b25df3_tmpUstadz Abdullah Taslim MA

Barangkali masih banyak di antara kaum muslimin yang belum memahami arti penting-nya bersandar dan bergantung kepada Allah ta’ala dalam semua keadaan hamba. Bahkan hal ini menurut sebagian orang terkesan sebagai sesuatu yang menunjukkan kekurangan dan kelemahan, disebabkan anggapan kebanyakan orang yang menilai bahwa kemandirian manusia adalah kemuliaan, sedangkan ketergantungan kepada selain dirinya adalah kelemahan dan kekurangan, tanpa membedakan kepada siapa ketergantungan tersebut ditujukan.

Memang anggapan ini bisa dikatakan benar jika ketergantungan tersebut ditujukan kepada makhluk, siapapun dia, karena tidak ada satu makhlukpun yang sempurna dan sifat dasar makhluk lemah dan penuh kekurangan, maka apa gunanya bergantung kepada sesuatu yang juga lemah dan kurang seperti diri kita? Baca pos ini lebih lanjut

Menyemarakkan Rumah Dengan Bacaan Al-Quran

menyemarakkan-rumah-dengan-bacaan-al-quranUstadz Abdullah Taslim MA

Adakah kebutuhan manusia yang melebihi kebutuhan makan dan minum? Jawabnya: ada, yaitu kebutuhan manusia terhadap petunjuk Allah  (baca: al-Qur-an) untuk membaca, memahami dan mengamalkan kandungannya.

Al-Qur-an adalah pedoman hidup untuk kebahagiaan manusia dunia dan akhirat, petunjuk kepada jalan yang lurus, obat bagi penyakit hati manusia, penyubur keimanan dan fungsi-fungsi kebaikan lain yang dibutuhkan oleh manusia untuk kebahagiaan hidup mereka, dan ini jelas lebih dari fungsi makanan dan minuman bagi manusia. Baca pos ini lebih lanjut

Info: Tabligh Akbar “Tombo Ati” Ust Abdullah Taslim MA # 21 Februari 2016

Studio_20160214_110625.png

VIDEO: “Permata Hati Sejati” Ust. Abdullah Taslim, MA

Info : Kajian Ramadhan 1436 H bersama Ust Abdullah Taslim MA # Kendari

D

Hidayah Allah, Sebab Datang dan Hilangnya

Hidayah Allah, Sebab Datang dan HilangnyaUstadz Abdullah Taslim MA

Berbicara tentang hidayah berarti membahas perkara yang paling penting dan kebutuhan yang paling besar dalam kehidupan manusia. Betapa tidak, hidayah adalah sebab utama keselamatan dan kebaikan hidup manusia di dunia dan akhirat. Sehingga barangsiapa yang dimudahkan oleh Allah untuk meraihnya, maka sungguh dia telah meraih keberuntungan yang besar dan tidak akan ada seorangpun yang mampu mencelakakannya.

Allah berfirman:

{مَنْيَهْدِاللَّهُفَهُوَالْمُهْتَدِيوَمَنْيُضْلِلْفَأُولَئِكَهُمُالْخَاسِرُونَ}

“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk (dalam semua kebaikan dunia dan akhirat); dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi (dunia dan akhirat)” (QS al-A’raaf:178).

Baca pos ini lebih lanjut

Hinanya Hati Yang Keras

Hinanya Hati Yang KerasUstadz Abu Ahmad Said Yai

أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِنْ رَبِّهِ ۚ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Maka apakah orang-orang yang dibukakan oleh Allâh hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Rabb-nya (sama dengan orang yang hatinya keras)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang hatinya keras untuk mengingat Allâh. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata [az-Zumar/39:22] Baca pos ini lebih lanjut

Zuhud

ZuhudUstadz Abu Ihsan Al Atsari

Al-Imam Malik bin Anas berkata, Umar bin ‘Abdul ‘Aziz rahimahullahu berkata, “Rosulullah Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam dan para para pemimpin sepeninggal beliau telah menetapkan sunnah-sunnah. Mengambil sunnah-sunnah tersebut adalah berpegang teguh kepada Kitabullah dan kekuatan diatas agama Allah ‘Azza wa Jalla. Siapapun tidak berhak mengganti sunnah-sunnah tersebut, merubahnya dan melihat perkara yang bertentangan dengannya. Barangsiapa berpetunjuk kepadanya, maka ia mendapatkan petunjuk. Barangsiapa meminta pertolongan dengannya, ia ditolong. Barangsiapa meninggalkannya dan mengikuti jalan yang bukan jalan kaum mukminin, Allah ‘Azza wa Jalla menguasakannya kepada apa yang Dia kuasakan kepadanya dan memasukannya ke dalam Jahannam yang merupakan tempat kembali yang paling buruk.” [Ad-Durrul Mantsur 2/686] Baca pos ini lebih lanjut

Mengusir Penyakit Malas

Mengusir Penyakit MalasUstadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Luqman

Iman seseorang pastilah mengalami pasang surut naik dan turun sesuai dengan kadar ketaatan. Semakin kuat dan semangat dalam ketaatan, maka hal itu sebagai indikasi imannya sedang naik. Sebaliknya, iman akan berkurang dengan kemaksiatan. Jiwa manusia sifatnya bagaikan anak kecil, harus terus dilatih agar terbiasa dengan ketaatan. Nah, ketika rasa malas menghampiri dalam jiwa, harus ada usaha menepisnya, agar tidak terus-menerus terkurung dalam rasa malas yang tiada henti. Bagaimanakah cara jitu untuk menepis rasa malas yang menghampiri? Ikutilah kajian berikut ini. Baca pos ini lebih lanjut

Ramadhan, Bulan Kesabaran, Kesucian Jiwa dan Takwa

indexUstadz Abdullah bin Taslim. MA

Allah  telah mengutamakan sebagian waktu (jaman) di atas sebagian lainnya, sebagaimana Dia mengutamakan sebagian manusia di atas sebagian lainnya dan sebagian tempat di atas tempat lainnya.

Allah  berfirman:

{وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ}

“Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya, sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka” (QS al-Qashash:68).

Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di ketika menafsirkan ayat di atas, beliau berkata: “(Ayat ini menjelaskan) menyeluruhnya ciptaan Allah bagi seluruh makhluk-Nya, berlakunya kehendak-Nya bagi semua ciptaan-Nya, dan kemahaesaan-Nya dalam memilih dan mengistimewakan apa (yang dikehendaki-Nya), baik itu manusia, waktu (jaman) maupun tempat”[1]. Baca pos ini lebih lanjut

Faktor-Faktor Pasang Surutnya Iman

statisticsProf. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr

Mengenal faktor-faktor kembang kempisnya iman sangatlah penting bagi seorang hamba sebab iman adalah kunci kebahagiaannya di dunia dan akhirat. Maka hendaknya setiap hamba yang ingin meraih kebahagiaan berupaya serius untuk mengetahui faktor-faktor bertambahnya iman lalu merealisasikannya dalam kehidupan ini sehingga imannya semakin mengakar dalam hati. Sebaliknya, hendaknya dia mengetahui faktor-faktor perusak iman agar dia terhindar darinya dan selamat dari kubang kesengsaraan.

Syaikh Abdurrahman as-Sa’di berkata, “Seorang hamba yang beriman selalu berusaha menerapkan dua hal:

Pertama: Menguatkan fondasi-fondasi keimanan dan cabangnya dengan mengilmui dan mengamalkannya.

Kedua: Berusaha semaksimal mungkin untuk menangkis segala hal yang dapat mengotori imannya dan berusaha untuk mengobatinya sebelum terlambat.” Baca pos ini lebih lanjut

Derita Sesudah Mati !

Ustadz Ahmas Faiz bin Asifuddin

Ketika orang meninggal dunia, ia tidak lantas menempati peristirahatan terakhir. Ia hanya singgah untuk sementara waktu, meskipun persinggahan itu bisa lebih lama daripada ketika ia hidup di alam dunia. Itulah alam barzakh, alam kubur. Bahkan mungkin di sana, ia tidak sempat beristirahat sama sekali, meski hanya sekejap, sebab ia terus-menerus mendapatkan siksa.

Alam barzakh ini pasti dilalui oleh setiap insan, sebelum datangnya hari pengadilan besar yang siapapun tidak akan bisa lolos darinya. Hari ketika Allah datang untuk mengadili setiap manusia sesuai dengan yang pernah mereka kerjakan. Hari kiamat. Hari yang tidak pernah diharapkan kehadirannya oleh orang kafir, sebab mereka sudah mengetahui dan merasakan kedahsyatannya ketika mengalami siksa hebat di kuburnya. Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: