Agar Tidak Serumah Dengan Syhaitan

IMG_1289Ustadz Abdullah Zaen, Lc, MA

Semua orang ingin memiliki rumah yang tentram dan nyaman. Sayangnya, dalam usaha mewujudkan keinginan ini, kebanyakan orang baru sekedar melakukan hal-hal yang bersifat duniawi. Yakni dengan mendirikan bangunan yang megah dan melengkapinya dengan berbagai fasilitas penunjang. Selama tidak berlebihan, sebenarnya itu boleh saja. Namun yang memprihatinkan, mereka lupa bahwa inti kenyamanan dan ketentraman rumah sebenarnya justru bersumber dari ketenangan hati penghuninya. Yang itu akan dicapai manakala mereka rajin beribadah dan memanfaatkan tempat tinggalnya untuk hal-hal yang diridhai Allâh Azza wa Jalla. Baca pos ini lebih lanjut

Keutamaan Sifat Qona’ah

IMG_9344Ustadz Abdullah Taslim MA

Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ

“Sungguh sangat beruntung seorang yang masuk Islam, kemudian mendapatkan rizki yang secukupnya dan Allah menganugrahkan kepadanya sifat qana’ah (merasa cukup dan puas) dengan rezki yang Allah berikan kepadanya”[1]. Baca pos ini lebih lanjut

Keutamaan Mendo’akan Kebaikan Bagi Sesama Muslim Tanpa Sepengetahuannya

keutamaan-mendoakan-kebaikan-bagi-sesama-muslim-tanpa-sepengetahuannyaUstadz Abdullah Taslim MA

عَنْ أَبِي الدَّدَاءِ t أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قال: «دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ» رواه مسلم

Dari Abu ad-Darda’ رضي الله عنه bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Do’a (kebaikan) seorang muslim bagi saudaranya (sesama muslim) di belakangnya (tanpa sepengetahuannya) adalah mustajab (dikabulkan oleh Allah ﷻ), di atas kepalanya ada Malaikat yang ditugaskan (dengan perintah Allah ﷻ untuk urusan ini), setiap kali dia mendo’akan kebaikan bagi saudaranya maka Malaikat yang ditugaskan itu berkata: “Aamiin (Ya Allah kabulkanlah!) dan kamu juga akan mendapatkan (kebaikan) seperti itu”[1]. Baca pos ini lebih lanjut

Wisata Maksiat, Membuang Waktu, Biaya Dan Tenaga, Serta Berbuah Dosa

wisata-maksiat-membuang-waktu-biaya-dan-tenaga-serta-berbuah-dosaUstadz Abdullah Taslim MA

Hukum asal bepergian ke segala penjuru bumi, termasuk untuk tujuan wisata atau rekreasi adalah diperbolehkan dalam Islam, selama tidak melanggar hal-hal yang dilarang dalam syariat Allah ﷻ.

Allah ﷻ berfirman:

{هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ ذَلُولا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ}

“Dialah (Allah ﷻ) yang menjadikan bumi itu mudah bagimu (untuk ditelusuri), maka berjalanlah (bepergianlah) ke segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rizki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan” (QS al-Mulk: 15). Baca pos ini lebih lanjut

Keutamaan Mengucapkan Salam Dengan Lafazh Salam Yang Lengkap

keutamaan-mengucapkan-salam-dengan-lafazh-salam-yang-lengkapUstadz Abdullah Taslim MA

عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رضي الله عنه  قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ. فَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ ثُمَّ جَلَسَ، فَقَالَ النَّبِىُّ: «عَشْرٌ ». ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ. فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ، فَقَالَ: « عِشْرُونَ ». ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ. فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ، فَقَالَ « ثَلاَثُونَ » صحيح رواه أبو داود والترمذي وغيرهما.

Dari ‘Imran bin Hushain رضي الله عنه  dia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah ﷺ lalu berkata: as-Salaamu ‘alaikum (semoga keselamatan dari Allah tercurah untukmu). Lalu Rasulullah ﷺ membalas salam orang tersebut, kemudian orang tersebut duduk dan Rasulullah ﷺ bersabda: “(Dia mendapatkan) sepuluh kebaikan”. Kemudian datang orang lain kepada beliau ﷺ lalu berkata: as-Salaamu ‘alaikum warahmatullah (semoga keselamatan dan rahmat dari Allah tercurah untukmu). Lalu Beliau ﷺ membalas salam orang tersebut, kemudian orang tersebut duduk dan Rasulullah ﷺ bersabda: “(Dia mendapatkan) dua puluh kebaikan”. Kemudian datang lagi orang lain kepada beliau ﷺ lalu berkata: as-Salaamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuh (semoga keselamatan, rahmat dan keberkahan dari Allah tercurah untukmu). Lalu Beliau ﷺ membalas salam orang tersebut, kemudian orang tersebut duduk dan Rasulullah ﷺ bersabda: “(Dia mendapatkan) tiga puluh kebaikan”[1]. Baca pos ini lebih lanjut

Keutamaan Mengucapkan Salam Kepada Setiap Muslim Yang Dikenal Maupun Tidak Dikenal

keutamaan-mengucapkan-salam-kepada-setiap-muslim-yang-dikenal-maupun-tidak-dikenalUstadz Abdullah Taslim MA

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رضي الله عنه : أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِيََ: أَيُّ الإِسْلاَمِ خَيْرٌ؟ قَالَ: « تُطْعِمُ الطَّعَامَ، وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ » متفق عليه

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash رضي الله عنه  bahwa ada seorang yang bertanya kepada Rasulullah ﷺ: Apakah (amal dalam) Islam yang paling baik? Maka Rasulullah ﷺ bersabda: “(Yaitu) kamu memberi makan (orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang (muslim) yang kamu kenal maupun tidak kamu kenal”[1].

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan mengucapkan salam kepada setiap muslim yang dikenal maupun tidak dikenal, karena ini termasuk amal kebaikan yang paling utama dalam Islam dan sebab besar untuk masuk Surga, dengan taufik dari Allah ﷻ. Baca pos ini lebih lanjut

Hadits Lemah Tentang Siapa Yang Mengumandangkan Adzan Shalat Maka Dialah Yang Mengumandangkan Iqamah

adzanUstadz Abdullah Taslim MA

رُوِيَ عَنْ زِيَادِ بْنِ الحَارِثِ الصُدَائَي ، عَن النَّبِيِّ  أَنَّهُ قَالَ: « مَنْ أَذَّنَ فَهُوَ يُقِيمُ » رواه أبو داود والترمذي وابن ماجه وأحمد وغيرهم

Diriwayatkan dari Ziyad bin al-Harits ash-Shuda-i رضي الله عنه bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang mengumandangkan adzan (shalat) maka dialah yang mengumandangkan iqamah”.

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Abu Dawud (no. 514), at-Tirmidzi (1/838), Ibnu Majah (no. 717), Ahmad (4/169) dan lain-lain, dari Jalur ‘Abdur Rahman bin Ziyad al-Ifriqi, dari Ziyad bin Nu’aim al-Hadhrami, dari Ziyad bin al-Harits ash-Shuda-i رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ. Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: