Hukum Berbicara dan Tertawa Ketika Thawaf dan Sa’i

15AB76D4-041F-4161-B60C-2387A87FA4F4Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah

Sa’i adalah salah satu syi’ar haji. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

“Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebahagian dari syi`ar Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-`umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan thawaf (baca: sa’i) antara keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui” (QS. Al Baqarah: 158)[1]. Baca pos ini lebih lanjut

Bijak Ketika Meng-upload Kegiatan Ibadah Haji di Medsos

IMG_1981“Bismillah, menuju Dzulhulaifah bersiap ihram, tolong doakan ya…”

“(upload foto) Baru seumur hidup, kepala plontos abis pas haji, enak juga ya”

“Alhamdulillah, setelah berebut-rebutan dan berdsak-desakan akhirnya batu hajar aswad tersentuh dan tercium” Baca pos ini lebih lanjut

Hukum Thawaf dengan Sekuter Elektrik (segway board)

maxresdefaultHukum Thawaf dengan Sekuter Elektrik

Bagaimana hukum thawaf menggunakan segway board, semacam sekuter elektrik? Ada rekaman video orang thawaf dengan menggunakan alat semacam ini, dan sempat ramai di kalangan netizen.. bahkan diangkat di beberapa media massa, dg kritik kpd ulama saudi yang mendiamkan keadaan ini. Mohon pencerahannya..

Baca pos ini lebih lanjut

Jabal Rahmah, Gunung Cinta?

Jabal Rahmah, Gunung CintaUstadz Firanda Andirja MA

Merupakan fenomena tahunan sebagian jama’ah haji dari berbagai negara berebut-rebutan untuk menaiki jabal Ar-Rahmah yang letaknya di padang Arofah. Jabal Ar-Rohmah disebut juga oleh para ulama dengan nama jabal ilal “إِلاَل” (seperti pengucapan hilal)

Berbagai kegiatan dilakukan oleh para jama’ah haji di jabal Ar-Rahmah karena ingin mencari keberkahan. Ada yang sholat di situ, ada yang hanya sekedar berdoa di situ, ada yang meninggalkan fotonya di situ, ada yang menulis-nulis di situ, bahkan saya pernah melihat sendiri ada jama’ah haji yang sholat menghadap jabal Ar-Rahmah dan tidak menghadap kiblat. Tatkala ditegur dan terjadi dialog maka sang haji tetap bersikeras untuk sholat menghadap jabal Ar-Rahmah dan tidak menghadap kiblat. Sebagian jama’ah meyakini dengan ke jabal Ar-Rahmah maka kecintaan dalam keluarga akan semakin langgeng. Baca pos ini lebih lanjut

Haji Anak Kecil Dan Budak, Haji Bagi Wanita

Haji Anak Kecil Dan Budak, Haji Bagi WanitaSyaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi

Haji tidak wajib bagi anak kecil dan orang gila, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ، عَنِ الْمَجْنُوْنِ حَتَّى يَفِيْقَ، وَعَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ، وَعَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ.

“Telah terangkat pena dari tiga orang: dari orang gila sampai dia sadar, dari orang yang tidur sampai dia bangun, dan dari anak kecil sampai dia baligh.” [1] Baca pos ini lebih lanjut

Puasa Arafah Berbeda dengan Hari Arafah

Puasa Arafah Berbeda dengan Hari ArafahJika terjadi perbedaan dalam menentukan tanggal 9 Dzulhijjah, antara pemerintah Indonesia dengan Saudi, mana yang harus diikuti? Kami bingung dalam menentukan kapan puasa arafah?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du

Ulama berbeda pendapat dalam masalah ini, Baca pos ini lebih lanjut

Sholat Arba’in di Masjid Nabawi

 Sholat Arba'in di Masjid NabawiUstadz Firanda Andirja MA
Istilah “Sholat Arba’in” merupakan istilah yang sangat dikenal oleh para jama’ah haji Indonesia. Para jama’ah haji yang hanya diberi kesempatan 8 hari di Kota Suci Madinah benar-benar berusaha keras untuk bisa sholat selama 40 waktu di masjid Nabawi. Ini artinya tidak boleh ada 1 waktu sholatpun yang ketinggalan, karena waktu yang ada hanya 8 hari.
Sehingga :

Baca pos ini lebih lanjut

Jika Wuquf di Arofah Jatuh Pada Hari Jum’at?

Jika Wuquf di Arofah Jatuh Pada Hari Jum'atUstadz Firanda Andirja. MA

Sebagian jema’ah haji menyangka bahwasanya haji yang wuquf di Arofahnya bertepatan dengan hari jum’at maka pahalanya seperti 70 kali haji.

Persangkaan ini tidaklah tepat, karena tidak ada dalil yang menunjukkan akan hal ini. Adapun hadits yang sering dijadikan sandaran oleh masyarakat adalah sebuah hadits yang batil yang tidak ada asalnya, yaitu :

Baca pos ini lebih lanjut

Panduan Umrah

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

Pertama:

Jika seseorang akan melaksanakan umrah, dianjurkan untuk mempersiapkan diri sebelum berihram dengan mandi sebagaimana seorang yang mandi junub, memakai wangi-wangian yang terbaik jika ada dan memakai pakaian ihram.

Kedua:

Pakaian ihram bagi laki-laki berupa dua lembar kain ihran yang berfungsi sebagai sarung dan penutup pundak. Adapun bagi wanita, ia memakai pakaian yang telah disyari’atkan yang menutupi seluruh tubuhnya. Namun tidak dibenarkan memakai cadar/ niqab (penutup wajahnya) dan tidak dibolehkan memakai sarung tangan. Baca pos ini lebih lanjut

Hukum Jamuan Makan Sepulang Haji

Jama’ah haji yang pulang dari tanah suci biasanya mengadakan acara jamuan makan (walimah) atau sejenisnya ketika mereka tiba di tanah air. Bagaimana hukum mengadakan acara ini ?

Fatwa 1

Pertanyaan:

يا شيخنا … بارك الله فيكم.. و يوجد عندنا في الأزمنة المتأخرة عقد الوليمة بمناسبة السفر للحج فهل يمكن أن نعدها من العادات المباحة؟

Ya Syaikh, di zaman ini banyak orang yang mengadakan walimah ketika kembali dari safar dalam rangka ibadah haji. Apakah acara ini termasuk kebiasaan yang dibolehkan?

Syaikh Ali Hasan Al Halabi hafizhahullah menjawab: Baca pos ini lebih lanjut

Renungan Usai Menunaikan Haji

Syaikh Shalâh Budair

Ibadah kepada Allah adalah simbol ketundukan, bukti keimanan dan tanda ketaatan. Secara zhahir, ibadah merupakan kemuliaan dan kebanggaan hati. Penghambaan kepada Allah Azza wa Jalla mengantarkan pada kedudukan derajat tertinggi, dan merupakan tujuan paling agung.

Beberapa hari yang lalu, jama’ah haji telah menyelesaikan salah satu ibadah di antara ibadah-ibadah yang besar. Mereka meninggalkan pakaian yang berjahit saat ihrâm karena Allah. Air mata taubat membasahi pipi saat berada di padang Arafah. Semua suara dengan berbagai bahasa sontak menyuarakan dan mengakui ketergantungan mereka kepada Allah Azza wa Jalla. Semua manusia bergerak menuju Muzdalifah untuk bermalam, selanjutnya berangkat melempar jumrah dan thawaf di sekitar Ka’bah yang dimuliakan, lalu sa’i antara bukit Shafa dan Marwa. Baca pos ini lebih lanjut

Arafah Melahirkan Orang-Orang Yang Terbebas Dari Neraka

Ustadz Anas Burhanuddin, MA

KEUTAMAAN HARI ARAFAH

Hari Arafah yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah setiap tahun merupakan salah satu hari yang paling utama sepanjang tahun. Bahkan dalam madzhab Syafi’i disebutkan bahwa jika ada orang yang mengatakan, ‘Isteri saya jatuh talak pada hari paling utama’, maka talak tersebut jatuh pada hari Arafah.[1] Keistimewaan hari ini berdasarkan pada dalil umum dan khusus.

Dalil umum yaitu hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhum bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari-hari di mana amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah Ta’ala daripada hari-hari yang sepuluh ini”. Para Sahabat bertanya, “Tidak juga jihad di jalan Allah ? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar mempertaruhkan jiwa dan hartanya, lalu tidak kembali dengan sesuatupun.” (HR. al-Bukhari no. 969 dan at-Tirmidzi no. 757, dan lafazh ini adalah lafazh riwayat at-Tirmidzi). Baca pos ini lebih lanjut

Suasana Hari Arafah Mengingatkan Hari Kiamat

Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Abbad

 Diantara pelajaran penting dan penuh makna dari pelaksaan ibadah haji adalah berkumpulnya banyak orang di tempat penuh berkah yang di saksikan oleh semua jamaah haji di hari Arafah. Mereka wukuf di Arafah sambil mengucapkan talbiyah dan memohon kepada Allah Ta’ala, mengharap rahmat-Nya dan takut akan adzab-Nya memohon karunia-Nya yang berlimpah di hari berkumpulnya umat Islam terbesar yang pernah di saksikan.

Wukuf (di Arafah) mengingatkan kaum Muslimin akan adanya pengumpulan yang maha besar nanti di hari Kiamat. Kala itu, seluruh manusia dari yang pertama sampai yang terakhir akan berkumpul untuk menunggu keputusan Allah Ta’ala kemudian mereka akan berjalan menuju tempatnya masing-masing. Ada yang mendapatkan nikmat yang kekal dan ada pula yang tertimpa azab yang sangat pedih. Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita termasuk golongan yang pertama. Baca pos ini lebih lanjut

Hukum Ihram Dari Jeddah

Hukum Ihram Dari Jeddah[1]

Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Semoga shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada penghulu para rasul yaitu Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kepada keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du:

Majlis al-Majma’ al-Fiqhi al-Islami padapertemuan ke-3 pada hari kamis pagi, tanggal 10/4/1402 H bertepatan dengan 4/2/1982 M telah melakukan diskusi tentang masalah hukum ihram dari kota Jeddah dan masalah yang sering timbul pada banyak orang yang datang ke Makkah al-Mukarramah untuk menunaikan ibadah haji dan umrah melalui udara dan laut. Karena mereka tidak tahu tempat-tempat yang sejajar dengan miqat-miqat yang ditentukan dan diwajibkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai tempat memulai ihram bagi penduduknya dan orang lain yang melewatinya. Setelah saling mempelajari dan memaparkan dalil-dali syar’I tentang hal tersebut maka majelis menetapkan sebagai berikut : Baca pos ini lebih lanjut

Hadits Palsu Tentang Hewan Kurban Dan Haji Bagi Orang Miskin

Ustadz Abdullah Taslim. MA

     عن ابن عمر قال: قال رسول الله: ((الدَجّاجُ غَنَمُ فثقَرَاءِ أُمَّتِي، وَالْجُمْعَةُ حَجُّ فُقَرائِها))

    Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ayam adalah (kedudukannya seperti) kambing (bagi) orang-orang miskin dari umatku dan shalat jumat (kedudukannya seperti) haji bagi orang-orang miskin dari umatku”.

Hadits ini dikeluarkan oleh imam Ibnu Hibban[1], Ibnul Jauzi[2] dan ad-Dailami dalam “Musnadul Firdaus”[3] dengan sanad mereka dari jalur Mahmisy bin Yazid, dari Hisyam bin ‘Ubaidillah ar-Razi, dari Ibnu Abi Dzi’b, dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: