Memudahkan Mahar dan Resepsi Sederhana Pernikahan

562BB9B8-8595-4B30-BE3C-8D46FAB8005FPenyusun: Raehanul Bahraen

Bagi calon pengantin, orang tua dan calon mertua, mudahkanlah mahar dan sederhanakan resepsi pernikahan sewajarnya sesuai keadaan. Janganlah dipaksakan padahal tidak mampu, karena ini untuk kebaikan anak-anak calon pengantin dunia-akhirat.

Kita mencari berkah bukan gengsi, kita mencari ridha Allah bukan Ridha manusia. Allah yang menghidupi, bukan kenyang dengan gengsi. Jika dijelaskan baik-baik kepada keluarga, mereka akan paham bahwa dana lebih baik dialokasikan untuk membangun rumah tangga di awal-awal pernikahan. Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Mataku Tidak Bisa Terpejam Sebelum Engkau Ridha

Mataku Tidak Bisa Terpejam Sebelum Engkau RidhaDiriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ فِي الْجَنَّةِ؟قُلْنَا بَلَى يَا رَسُوْلَ الله كُلُّ وَدُوْدٍ وَلُوْدٍ، إِذَا غَضِبَتْ أَوْ أُسِيْءَ إِلَيْهَا أَوْ غَضِبَ زَوْجُهَا، قَالَتْ: هَذِهِ يَدِيْ فِي يَدِكَ، لاَ أَكْتَحِلُ بِغَمْضٍ حَتَّى تَرْضَى

“Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?” Mereka menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullaah!” Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata: “Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.” (HR. Ath Thabarani dalam Al Ausath dan Ash Shaghir. Lihat Ash Shahihah hadits no. 3380) Baca pos ini lebih lanjut

Muslimah Berboncengan Motor Dengan Lelaki Non Mahram

0B63C36F-C6F9-43AF-95F7-0D52AA25E4E3-429-000000E29B63BDC2Bolehkah seorang wanita berboncengan motor dengan lelaki yang bukan mahramnya? Mari kita bahas dalam artikel singkat ini.

Apakah termasuk khalwat?

Khatwat atau khulwah artinya berdua-duaan antara wanita dan lelaki yang bukan mahram. Khulwah haram hukumnya karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ

“Tidak boleh seorang laki-laki berduaan dengan perempuan kecuali dengan ditemani mahramnya” (HR. Bukhari no. 5233 dan Muslim no. 1341). Baca pos ini lebih lanjut

Belum Meng-Qadha Puasa, Hingga Datang Ramadhan Berikutnya

IMG_7418Berikut ini beberapa fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah seputar hutang puasa yang belum terbayar sedangkan Ramadhan berikutnya sudah akan datang. Semoga bermanfaat. Baca pos ini lebih lanjut

Info: Taman Surga Kendari Kajian Khusus Muslimah Bersama Ustadzah Ummu Salman Fadwa Nabila # 8-9 April 2017 Kendari

IMG_7259

Hadits Palsu Tentang Larangan Menceraikan Istri

Ustadz Abdullah Taslim MA

رُوِيَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ رضي الله عنه أَنّهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ: « تَزَوَّجُوْا وَلاَ تُطَلِّقُوْا، فَإِنَّ الطَّلاَقَ يَهْتَزُّ لَهُ الْعَرْشُ »

Diriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Menikahlah dan janganlah kamu menceraikan (istrimu), karena sesungguhnya perceraian itu menjadikan ‘Arsy Allah berguncang”.

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ibnu ‘Adi dalam “al-Kaamil fi dhu’afaa-ir rijaal” (5/112), Abu Nu’aim al-Ashbahani dalam “Akhbaaru Ashbahaan” (2/289), al-Khathib al-Bagdadi dalam “Tarikh Bagdad” (12/191) dan Ibnul Jauzi dalam “al-Maudhu’at” (2/277), dengan sanad mereka semua dari jalur Abu Ibrahim at-Turjumani, dari ‘Amr bin Jumai’, dari Juwaibir, dari adh-Dhahhak bin Muzahim, dari an-Nazzal bin Saburah, dari ‘Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه, dari Rasulullah ﷺ. Baca pos ini lebih lanjut

Keutamaan Mengasuh Dan Mendidik Anak Perempuan Dengan Baik

677df093-b3db-47d0-8555-5dfba3655400-514-00000077ff45ef3d_tmpUstadz Abdullah Taslim MA

Dari Ummul mu’minin ‘Aisyah رضي الله عنه, beliau berkata: “(Suatu hari) seorang perempuan miskin datang ke rumahku dengan membawa dua anak perempuannya, maka aku memberikan makanan kepadanya tiga buah kurma. Lalu dia memberikan sebuah kurma kepada masing-masing dari kedua putrinya tersebut, dan mengangkat satu buah kurma (yang tersisa) ke mulutnya untuk dimakan, tapi kedua putrinya meminta makan kurma tersebut. Maka perempuan itu membagi dua kurma yang tadi ingin dimakannya untuk kedua putrinya. Perbuatan perempuan itu sangat membuatku kagum, maka akupun menceritakannya kepada Rasulullah ﷺ, lalu beliau ﷺ bersabda: Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: