Keutamaan Mendo’akan Kebaikan Bagi Sesama Muslim Tanpa Sepengetahuannya

keutamaan-mendoakan-kebaikan-bagi-sesama-muslim-tanpa-sepengetahuannyaUstadz Abdullah Taslim MA

عَنْ أَبِي الدَّدَاءِ t أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قال: «دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ» رواه مسلم

Dari Abu ad-Darda’ رضي الله عنه bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Do’a (kebaikan) seorang muslim bagi saudaranya (sesama muslim) di belakangnya (tanpa sepengetahuannya) adalah mustajab (dikabulkan oleh Allah ﷻ), di atas kepalanya ada Malaikat yang ditugaskan (dengan perintah Allah ﷻ untuk urusan ini), setiap kali dia mendo’akan kebaikan bagi saudaranya maka Malaikat yang ditugaskan itu berkata: “Aamiin (Ya Allah kabulkanlah!) dan kamu juga akan mendapatkan (kebaikan) seperti itu”[1]. Baca pos ini lebih lanjut

Keutamaan Mengucapkan Salam Dengan Lafazh Salam Yang Lengkap

keutamaan-mengucapkan-salam-dengan-lafazh-salam-yang-lengkapUstadz Abdullah Taslim MA

عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رضي الله عنه  قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ. فَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ ثُمَّ جَلَسَ، فَقَالَ النَّبِىُّ: «عَشْرٌ ». ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ. فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ، فَقَالَ: « عِشْرُونَ ». ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ. فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ، فَقَالَ « ثَلاَثُونَ » صحيح رواه أبو داود والترمذي وغيرهما.

Dari ‘Imran bin Hushain رضي الله عنه  dia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah ﷺ lalu berkata: as-Salaamu ‘alaikum (semoga keselamatan dari Allah tercurah untukmu). Lalu Rasulullah ﷺ membalas salam orang tersebut, kemudian orang tersebut duduk dan Rasulullah ﷺ bersabda: “(Dia mendapatkan) sepuluh kebaikan”. Kemudian datang orang lain kepada beliau ﷺ lalu berkata: as-Salaamu ‘alaikum warahmatullah (semoga keselamatan dan rahmat dari Allah tercurah untukmu). Lalu Beliau ﷺ membalas salam orang tersebut, kemudian orang tersebut duduk dan Rasulullah ﷺ bersabda: “(Dia mendapatkan) dua puluh kebaikan”. Kemudian datang lagi orang lain kepada beliau ﷺ lalu berkata: as-Salaamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuh (semoga keselamatan, rahmat dan keberkahan dari Allah tercurah untukmu). Lalu Beliau ﷺ membalas salam orang tersebut, kemudian orang tersebut duduk dan Rasulullah ﷺ bersabda: “(Dia mendapatkan) tiga puluh kebaikan”[1]. Baca pos ini lebih lanjut

Keutamaan Mengucapkan Salam Kepada Setiap Muslim Yang Dikenal Maupun Tidak Dikenal

keutamaan-mengucapkan-salam-kepada-setiap-muslim-yang-dikenal-maupun-tidak-dikenalUstadz Abdullah Taslim MA

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رضي الله عنه : أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِيََ: أَيُّ الإِسْلاَمِ خَيْرٌ؟ قَالَ: « تُطْعِمُ الطَّعَامَ، وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ » متفق عليه

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash رضي الله عنه  bahwa ada seorang yang bertanya kepada Rasulullah ﷺ: Apakah (amal dalam) Islam yang paling baik? Maka Rasulullah ﷺ bersabda: “(Yaitu) kamu memberi makan (orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang (muslim) yang kamu kenal maupun tidak kamu kenal”[1].

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan mengucapkan salam kepada setiap muslim yang dikenal maupun tidak dikenal, karena ini termasuk amal kebaikan yang paling utama dalam Islam dan sebab besar untuk masuk Surga, dengan taufik dari Allah ﷻ. Baca pos ini lebih lanjut

Keutamaan Menyambung Shaf Dalam Shalat Berjama’ah

shafUstadz Abdullah Taslim MA

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: «مَنْ وَصَلَ صَفًّا وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَ صَفًّا قَطَعَهُ اللَّهُ» رواه أبو داود، والنسائي وغيرهما، وهو حديث صحيح.

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar رضي الله عنه bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang menyambung shaf (dalam shalt berjama’ah) maka Allah akan menyambungnya (dengan limpahan rahmat-Nya) dan barangsiapa yang memutus shaf maka Allah akan memutuskan (rahmat-Nya dari)nya”[1].

Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan menyambung shaf dalam shalat berjama’ah, karena ini merupakan sebab besar meraih limpahan rahmat Allah ﷻ dan kedudukan mulia di sisi-Nya[2]. Baca pos ini lebih lanjut

Keutamaan Berdo’a Di Waktu Tertentu Di Hari Jum’at

 afa70a95-4356-43bb-861b-cc6851aa1b80-304-0000001b048f9057_tmpUstadz Abdullah Taslim MA

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ذَكَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ: « فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ، وَهْوَ قَائِمٌ يُصَلِّى يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ »، وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا. رواه البخاري ومسلم

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه  bahwa Rasulullah ﷺ menyebut hari Jum’at, lalu beliau ﷺ bersabda: “Di hari Jum’at ada suatu waktu (tertentu) yang ketika itu jika bertepatan dengan seorang muslim yang sedang shalat (dan) memohon sesuatu kepada Allah ﷻ maka pasti Allah berikan permohonannya tersebut”, lalu Rasulullah ﷺ mengisyaratkan dengan tangan beliau ﷺ bahwa waktu itu sangat singkat[1].

Dalam hadits yang agung ini terdapat keutamaan besar bagi orang yang berdo’a kepada Allah ﷻ di waktu tersebut, karena Rasulullah ﷺ menjanjikan baginya pengabulan do’a. Baca pos ini lebih lanjut

Keutamaan Mengasuh Dan Mendidik Anak Perempuan Dengan Baik

677df093-b3db-47d0-8555-5dfba3655400-514-00000077ff45ef3d_tmpUstadz Abdullah Taslim MA

Dari Ummul mu’minin ‘Aisyah رضي الله عنه, beliau berkata: “(Suatu hari) seorang perempuan miskin datang ke rumahku dengan membawa dua anak perempuannya, maka aku memberikan makanan kepadanya tiga buah kurma. Lalu dia memberikan sebuah kurma kepada masing-masing dari kedua putrinya tersebut, dan mengangkat satu buah kurma (yang tersisa) ke mulutnya untuk dimakan, tapi kedua putrinya meminta makan kurma tersebut. Maka perempuan itu membagi dua kurma yang tadi ingin dimakannya untuk kedua putrinya. Perbuatan perempuan itu sangat membuatku kagum, maka akupun menceritakannya kepada Rasulullah ﷺ, lalu beliau ﷺ bersabda: Baca pos ini lebih lanjut

Keutamaan Membangun Masjid Dengan Niat Yang Ikhlas

c619656d-58df-4fd8-9eda-481afe709d25-744-000000a81e548d17_tmpUstadz Abdullah Taslim. MA

Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiallahu’anhu beliau berkata: Sungguh aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ تَعَالَى قَالَ بُكَيْرٌ: حَسِبْتُ أَنَّهُ قَالَ: يَبْتَغِيْ بِهِ وَجْهَ اللَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا

Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah Ta’ala (mengharapkan wajah-Nya) maka Allah akan membangunkan baginya rumah (istana) di Surga1. Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: