Hapus Noda Dosamu Di Masa Lalu Dengan Amal-amal Kebaikan

Ustadz Abdullah Taslim. MA

Terkadang, ada seorang hamba yang ingin memperbaiki dirinya dan bertobat kepada Allah Ta’ala, tapi ketika dia melihat dan mengingat banyaknya dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu, dia pun berputus asa dan memandang dirinya sangat kotor, sehingga tidak mungkin dirinya diterima oleh Allah Ta’ala.

Ini jelas merupakan tipu daya Setan untuk memalingkan manusia dari jalan Allah Ta’ala, dengan menjadikan mereka berputus asa dari rahmat-Nya, padahal rahmat dan kasih sayang-Nya kepada hamba-hamba-Nya sangat luas dan agung. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan hal ini dalam sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sungguh Allah lebih penyayang terhadap hamba-hamba-Nya daripada seorang ibu terhadap anak bayinya”[1]. Baca tulisan ini lebih lanjut

Jalan Untuk Meraih Kecintaan Kepada Allah Ta’ala

Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad al-Badr

     Segala puji Rabb semesta alam, Yang Maha Menciptakan semua makhluk-Nya lagi Maha Menegakkan langit dan bumi.

Aku memuji Allah atas (semua limpahan) nikmat dan karunia-Nya yang tidak terhingga.

Aku Memuji Allah atas semua nikmat yang dianugerahkan-Nya kepada kita semua, yang lalu maupun sekarang, lahir maupun batin, serta yang khusus maupun umum. Baca tulisan ini lebih lanjut

Secercah Nasihat Untuk Anda Wahai Para Dokter

Al Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman

Termasuk nikmat Allah atas para hamba-Nya adalah Allah mengajarkan dan melebihkan sebagian orang dalam bidang kedokteran. Mereka membantu orang yang sakit dan menjadi sebab setelah Allah dalam menyembuhkan orang sakit. Berikut ini secercah nasihat yang ingin kami sampaikan kepada segenap saudaraku para dokter, sebagai peringatan dan nasihat dalam kebaikan. Terimalah nasihat sederhana ini dari saudaramu yang tidak menghendaki kecuali kebaikan. Terimalah dengan hati yang lapang, semoga Allah menunjuki kita semua ke jalan yang lurus. Baca tulisan ini lebih lanjut

Angan-Angan Mereka Yang Telah Tiada

Angan-angan mereka yang telah mati ialah kembali ke dunia meski sejenak untuk menjadi orang shalih. Mereka ingin taat kepada Allah, dan memperbaiki segala kerusakan yang dahulu mereka perbuat. Mereka ingin berdzikir kepada Allah, bertasbih, atau bertahlil walau sekali saja. Namun mereka tidak lagi diijinkan untuk itu. Kematian serta-merta memupuskan segala angan-angan tersebut. Allah ta’ala berfirman mengenai mereka Baca tulisan ini lebih lanjut

Penyimpangan Wanita Sebab Dan Solusi

Ustadz Abu Anisah bin Luqman al-Atsari

Perhatian Islam Terhadap Wanita

Syari’at Islam memberikan perhatian sangat besar kepada wanita muslimah. Hal tersebut dimaksudkan agar kesucian wanita tetap utuh, tidak pudar. Islam mengatur bagaimana seharusnya wanita berpakaian, berhias, serta berinteraksi dengan lawan jenisnya, dan hal tersebut adalah untuk membendung terjadinya kerusakan pada kaum wanita dan umat manusia.

Sungguh perkara ini sangat penting, sampai-sampai Nabi Shallallohu ‘Alaihi wa Sallam memperingatkan kaum muslimin dari bahayanya fitnah wanita! Nabi Shallallohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

Sesungguhnya amalan-amalan itu tergantung niatnya, dan setiap orang mendapatkan dari apa yang diniatkannya. Maka barangsiapa yang hijrahnya itu kepada Alloh dan Rosul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Alloh dan Rosul-Nya. Dan barangsiapa hijrahnya karena dunia yang akan diraihnya atau wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai dengan niat hijrahnya itu.” (HR. al-Bukhori: 1, Muslim: 1907) Baca tulisan ini lebih lanjut

Khutbah Shalat Gerhana Syaikh Sholeh Al Fauzan

Dalam halaman ini kami transkrip dan terjemahkan khutbah singkat Syaikh Sholeh Al Fauzan hafizhahullah(anggota Al Lajnah Ad Daimah) saat terjadi gerhana bulan di kota Riyadh KSA, Sabtu kemarin, 15 Muharram 1433 H, 10/12/2011 setelah shalat Maghrib. Semoga kita bisa mengambil nasehat beliau sebagai pelajaran berharga.

Bismillahirrahmanirrahim. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan seluruh sahabatnya. Baca tulisan ini lebih lanjut

Renungan Usai Menunaikan Haji

Syaikh Shalâh Budair

Ibadah kepada Allah adalah simbol ketundukan, bukti keimanan dan tanda ketaatan. Secara zhahir, ibadah merupakan kemuliaan dan kebanggaan hati. Penghambaan kepada Allah Azza wa Jalla mengantarkan pada kedudukan derajat tertinggi, dan merupakan tujuan paling agung.

Beberapa hari yang lalu, jama’ah haji telah menyelesaikan salah satu ibadah di antara ibadah-ibadah yang besar. Mereka meninggalkan pakaian yang berjahit saat ihrâm karena Allah. Air mata taubat membasahi pipi saat berada di padang Arafah. Semua suara dengan berbagai bahasa sontak menyuarakan dan mengakui ketergantungan mereka kepada Allah Azza wa Jalla. Semua manusia bergerak menuju Muzdalifah untuk bermalam, selanjutnya berangkat melempar jumrah dan thawaf di sekitar Ka’bah yang dimuliakan, lalu sa’i antara bukit Shafa dan Marwa. Baca tulisan ini lebih lanjut

Support untuk Jihad di Dammaj Yaman

Syaikh Dr. Syaikh Sholeh bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan hafizhohullah dalam durus (kajian) Mukhtashor Zaadil Ma’ad yang membahas Perang Tabuk [1], dalam sesi tanya jawab, beliau diajukan soal:

Wahai Syaikh, apa nasehatmu bagi saudara-saudara kita Ahlus Sunnah di Yaman yang saat ini sedang berperang melawan (Syi’ah) Al Hutsiyyin?

Syaikh Al ‘Allamah Sholeh Al Fauzan hafizhohullah menjawab: Baca tulisan ini lebih lanjut

Suasana Hari Arafah Mengingatkan Hari Kiamat

Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Abbad

 Diantara pelajaran penting dan penuh makna dari pelaksaan ibadah haji adalah berkumpulnya banyak orang di tempat penuh berkah yang di saksikan oleh semua jamaah haji di hari Arafah. Mereka wukuf di Arafah sambil mengucapkan talbiyah dan memohon kepada Allah Ta’ala, mengharap rahmat-Nya dan takut akan adzab-Nya memohon karunia-Nya yang berlimpah di hari berkumpulnya umat Islam terbesar yang pernah di saksikan.

Wukuf (di Arafah) mengingatkan kaum Muslimin akan adanya pengumpulan yang maha besar nanti di hari Kiamat. Kala itu, seluruh manusia dari yang pertama sampai yang terakhir akan berkumpul untuk menunggu keputusan Allah Ta’ala kemudian mereka akan berjalan menuju tempatnya masing-masing. Ada yang mendapatkan nikmat yang kekal dan ada pula yang tertimpa azab yang sangat pedih. Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita termasuk golongan yang pertama. Baca tulisan ini lebih lanjut

Pemimpin dan Maksiat Rakyatnya

Dari Syabib Abu Rauh dari salah seorang sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau sholat Shubuh lalu membaca Surat ar-Rum, maka hafalan beliau terkacaukan. Ketika telah selesai sholat, beliau bersabda, “Mengapa ada beberapa kaum yang mereka sholat bersama kami namun tidak bersuci dengan baik, karena sesungguhnya yang mcnyebabkan al-Qur’an terkacau bagi kami adalah mereka.[1]

Pemimpin adalah panutan bagi orang-orang yang dipimpinannya. Ia menjadi suri teladan dan contoh bagi kaumnya karena ia adalah orang yang dianggap paling baik di antara mereka. Ia adalah orang yang menjadi pilihan terbaik dan diharapkan bisa membawa kebaikan dan perbaikan bagi kaum yang dipimpinnya, baik keluarga maupun masyarakatnya. Demikianlah yang menjadi dambaan dan harapan setiap insan. Baca tulisan ini lebih lanjut

Berdialog Dengan Teroris

Ustadz Anas Burhanuddin, Lc., MA

(Belajar dari Pengalaman Arab Saudi dalam Menumpas Terorisme)

Pengantar

Setan memiliki dua pintu masuk untuk menggoda dan menyesatkan manusia. Jika seseorang banyak melanggar dan berbuat maksiat, setan akan menghiasi maksiat dan nafsu syahwat untuk orang tersebut agar tetap jauh dari ketaatan. Sebaliknya jika seorang hamba taat dan rajin ibadah, setan akan membuatnya berlebihan dalam ketaatan, sehingga merusak agamanya dari sisi ini. Para ulama menyebut godaan jenis pertama sebagai syahwat, dan yang kedua sebagai syubhat. Meski berbeda, keduanya saling berkaitan. Syahwat biasanya dilandasi oleh syubhat, dan syubhat bisa tersemai dengan subur di ladang syahwat. 1 Baca tulisan ini lebih lanjut

Menyikapi Bom Bunuh Diri

Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halabi

Segala puji bagi Allah , kita menyanjung-Nya. Dan kita berlindung kepada Allah dari kejelekan diri serta amal perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi hidayah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan-Nya maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah saja yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Amma ba’du.[1]

Wahai orang-orang yang beriman, Allah Ta’ala berfirman: “Karena kebiasaaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari kesulitan” [Qurais : 1-4] Baca tulisan ini lebih lanjut

Download Video: Ceramah “Menyatukan Ummah” Syaikh Utsaimin

Alhamdulillah berikut ini adalah ceramah yang disampaikan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah, yang diadakan di Islamic Center di Boston, USA (subtitle/terjemah Indonesia).

Semoga bermanfaat. Barokallahufiykum Baca tulisan ini lebih lanjut

Download Video: Nasehat dan Dialog Syaikh Utsaimin bersama para Dokter

Alhamdulillah, berikut ini kami tampilkan sebuah nasehat serta dialog para dokter bersama Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah (dengan subtitle Indonesia). Sebuah pemaparan yang sangat penting untuk kita ketahui khususnya bagi para dokter muslim. Semoga bermanfaat Baca tulisan ini lebih lanjut

Ramadhan Mubarak (Penuh Berkah)

Fadhilatul Ustadz Abu Auf Abdurrahman Attamimi

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ َسيِّئَاتِِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلهَ إِلاَّ َّاللهُ وَحْدَهُ لا َشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ َكلاَمُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا فَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌُ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَ لَةٌ وَكُلُّ ضَلاَ لَةٍ فِى النَّارِ.

Sungguh sangat menggembirakan sekali dengan datangnya bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, bulan diturunkannya Al-Qur’an yang merupakan petunjuk bagi manusia, dan penjelasan-penjelasan tentang petunjuk itu, serta sebagai pembeda antara yang haq dan yang batil. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan sebagaimana difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala : Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.556 pengikut lainnya.