Kabut Beracun Itu Bernama Valentine’s Day
Oleh: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf Bin Mukhtar As-Sidawi Hafizhahullah
14 Februari adalah hari yang sangat istimewa bagi para pendewa Valentine’s Day. Pada hari itu mereka mengungkapkan rasa cinta dan kasih saying kepada orang yang diinginkan. Ada yang menyatakan perasaannya kepada teman, guru, orang tua, kakak atau adik, dan yang paling banyak adalah yg menyatakan kepada kekasihnya. Pada hari itu pula mereka mengirimkan kartu atau hadiah bertuliskan “Be my Valentine” (jadilah Valentine-ku) atau sana artinya “Jadilah kekasihku”
Di Indonesia, sejak era 1980-an, perayaan Hari Valentine ini makin memprihatinkan. Jika kita masuk took buku atau semisalnya di bulan Februari, akan tampak rak-rak yang berjajar berisikan beragam kartu ucapan Valentine’s Day. Tak mau kalah, took-toko souvenir pun mulai menjajakan aneka kado bertema Valentine’s Day. Mal dan supermarket juga menghias seluruh ruangan dengan warna-warni pink dan biru lembut, dengan hiasan-hiasan berbentuk hati dan pita di mana-mana. Hamper semua media cetak dan elektronik pun menjadi penggesa program misterius ini. Baca entri selengkapnya »
Daurah Universitas Islam Madinah Kembali Diselenggarakan
Kabar Gembira untuk Pencari Ilmu: Daurah Universitas Islam Madinah Kembali Diselenggarakan.
Setelah berhenti sekitar 8 tahun, insyaallah daurah tahunan Universitas Islam Madinah (UIM) akan diselenggarakan kembali. Kali ini, yang mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah adalah Ponpes Modern Darussalam Gontor. Daurah ini akan dihadiri oleh 11 dosen UIM dengan berbagai latar belakang keilmuan, dipimpin Wakil Rektor Prof. Dr. Ibrahim al-’Ubaid – hafizhahullah -. Di samping daurah khusus untuk undangan dari berbagai lembaga pendidikan di Indonesia, juga akan diadakan seleksi penerimaan mahasiswa UIM yang insyaallah terbuka untuk non undangan. Baca entri selengkapnya »
Menghidupkan Sunnah Rasulullah Shallallahu “alaihi wa sallam
Al Ustadz Abdullah bin Taslim. MA
Seorang muslim yang mengaku mencintai Rasulullah r, semestinya dia selalu berusaha untuk meneladani sunnah beliau r dalam kehidupannya, terlebih lagi jika dia mengaku sebagai ahlus sunnah. Karena konsekwensi utama seorang yang mengaku mencintai beliau r adalah selalu berusaha mengikuti semua petunjuk dan perbuatan beliau r. Allah U berfirman:
{قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ ويَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ، وَاللهُ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ}
“Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah (sunnah/petunjuk)ku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS Ali ‘Imran:31). Baca entri selengkapnya »
Aqidah Imam Syafi’i
Oleh : Ustadz Abu Abdillah Addariny
Biografi Imam Syafi’i -rohimahulloh-.
Nama beliau adalah: Muhammad bin Idris bin al-Abbas bin Utsman bin Syafi’ bin as-Sa’ib Al-Qurosyi, bin Abdul Muththolib bin Manaf. Kun-yah beliau Abu Abdillah.
Ayahnya tinggal di Makah. Saat dia pergi ke kota Gaza, lahirlah anaknya, yang diberi nama Muhammad. Imam Syafi’i ditinggal mati ayahnya ketika umurnya dua tahun. Lalu Ibunya -yang berkebangsaan Yaman, dari Kabilah Azd- membawanya kembali ke Makah.
Beliau telah hapal Alquran saat masih kecil, lalu keluar menuju pedesaan Kabilah Hudzail. Ketika itu mereka adalah Kabilah yang paling fasih bahasa arabnya. Dari hidup bersama Kabilah itu, beliau banyak hapal syair mereka. Lalu beliau kembali ke Makah dan memberi banyak manfaat dari kefasihan dan syairnya. Baca entri selengkapnya »
Ensiklopedi Safar sesuai Al-qur’an dan As-Sunnah
Asy-Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi
Di tengah-tengah kesibukan Anda menyiapkan tas travel dan koper dengan segenap perbekalan dan perlengkapan, pernahkah Anda mencoba menyisihkan sedikit waktu untuk merenung sejenak ; Apa niat dan tujuan kepergian (safar) Anda? Dan tahukah anda kapankah anda disebut seorang musafir? Dan Bagaimana adab – adab syariat yang mesti Anda perhatikan agar safar menjadi safar yang penuh berkah?
Jika niat kepergian Anda adalah untuk sebuah kebaikan, maka kabar gembira untuk Anda dengan sabda Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam , artinya: ” Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ‘Bila hamba-Ku bertekad melakukan suatu amal kebajikan lalu dia tidak mengamalkannya, Aku tulis baginya satu kebaikan. Bila dia melakukannya Aku tulis baginya 10 kebaikan, hingga 700 kali lipat. Dan bila dia bertekad melakukan suatu keburukan lalu dia tidak mengamalkannya, tidak Aku tulis (keburukan) atasnya. Bila dia melakukannya, Aku tulis baginya satu keburukan’ (HR. Bukhari). Baca entri selengkapnya »
Saudariku, Inilah Kemuliaanmu!
Al Ustadz Abdullah bin Taslim.MA
Allah I telah menetapkan syariat Islam yang lengkap dan sempurna, serta terjamin keadilan dan kebenarannya. Allah U berfirman:
{وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ}
“Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (al-Qur’an), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS al-An’aam:115).
Artinya: al-Qur’an adalah firman Allah yang benar dalam berita yang terkandung di dalamnya, serta adil dalam perintah dan larangannya, maka tidak ada yang lebih benar dari pada berita yang terkandung dalam kitab yang mulia ini, dan tidak ada yang lebih adil dari pada perintah dan larangannya[1]. Baca entri selengkapnya »
Beberapa Aliran Sesat
Ibnu Qudamah al-Maqdisi rahimahullah mengatakan, “Setiap golongan yang menamakan dirinya dengan selain identitas Islam dan Sunnah adalah mubtadi’ (ahli bid’ah) seperti contohnya : Rafidhah (Syi’ah), Jahmiyah, Khawarij, Qadariyah, Murji’ah, Mu’tazilah, Karramiyah, Kullabiyah, dan juga kelompok-kelompok lain yang serupa dengan mereka. Inilah firqah-firqah sesat dan kelompok-kelompok bid’ah, semoga Allah melindungi kita darinya.” (Lum’atul I’tiqad, dinukil dari Al Is’ad fi Syarhi Lum’atil I’tiqad hal 90. Lihat pula Syarh Lum’atul I’tiqad Syaikh al-‘Utsaimin, hal. 161)
Setelah membawakan perkataan Ibnu Qudamah ini Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah menyebutkan mengenai sebagian ciri-ciri Ahlul bid’ah. Beliau mengatakan, “Kaum Ahlul bid’ah itu memiliki beberapa ciri, di antaranya: Baca entri selengkapnya »
Kemuliaan Pembawa Hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
Al Ustadz Abdullah bin Taslim. MA
عن زيد بن ثابت t قال: سمعتُ رسولَ الله r يقول: ((نَضَّرَ اللهُ امْرَءاً سَمِعَ مِنَّا حَدِيْثاً فَحَفِظَهُ – وفي لفظٍ: فَوَعَاها وَحَفِظَها – حَتَّى يُبَلِّغَهُ، فَرُبَّ حامِلِ فِقْهٍ إلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ، وَرُبَّ حامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيْهٍ)).
Dari Zaid bin Tsabit t dia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah r bersabda: “Semoga Allah mencerahkan (mengelokkan rupa) orang yang mendengar hadits dariku, lalu dia menghafalnya – dalam lafazh riwayat lain: lalu dia memahami dan menghafalnya –, hingga (kemudian) dia menyampaikannya (kepada orang lain), terkadang orang yang membawa ilmu agama menyampaikannya kepada orang yang lebih paham darinya, dan terkadang orang yang membawa ilmu agama tidak memahaminya” (Hadits yang shahih dan mutawatir).
Shalat, Mengapa Masih Banyak Yang Meninggalkannya…?
Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman
Allah azza wa jalla mewajibkan umat islam melaksanakan sholat lima waktu. Setiap muslim pasti mengetahui kewajiban ini, karena sholat merupakan rukun islam kedua dan tiangnya agama.
Keislaman seseorang tak akan tegak kecuali dengan sholat. Jika demikian masalahnya, mengapa masih banyak di antara orang-orang yang mengaku Islam, namun masih menyepelekan bahkan meninggalkan shalat!!?
Urgensi Shalat Dalam Islam
Shalat mempunyai kedudukan yang tinggi dalam agama Islam. Tidak ada satu ibadah pun yang bisa menandinginya. Hal tersebut karena shalat adalah: Baca entri selengkapnya »

Rado ar-Royyan