Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Sosok Penegak Panji-Panji Tauhid

bird-evolutionary-historyUstadz Abu Aufa

KEADAAN UMAT DI NAJD PADA MASA SEBELUM BELIAU
1. Keadaan Sosial Politik Najd Kala Itu.
Mayoritas dari penduduk Najd kala itu terdiri dari kabilah-kabilah Arab yang dikenal akan nasabnya, dan para pendatang yang berdatangan untuk tinggal di Najd hanyalah minoritas saja.

Waktu itu sisi pandang masyarakat Najd terhadap seseorang tergantung pada nasab yang dia miliki. Hal ini sangat menyolok sekali terutama dalam urusan perkawinan, lowongan mendapat pekerjaan dan lain sebagainya. Masyarakat Najd terbagi menjadi dua kelompok atau dua golongan, Hadhari dan Badawi (Badui), meskipun didapati perubahan sifat atau ciri pada sebagian penduduk. Yang demikian itu menimbulkan kesulitan bagi kita untuk menggolongkan kelompok yang ketiga ini, karena mereka itu bukan Badui murni dan juga tidak Hadhari murni [1] Baca pos ini lebih lanjut

Download Audio: “Aqidah Syaikh Muhammad bin Abdulwahhab” Ust Abu Ubaidah Yusuf Sidawi

Pembaca yang budiman, kali ini kami sampaikan terjemahan dari sebuah tulisan berjudul Risalatu asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab ila Ahlil Qashim lamma Sa`alu-hu ‘an ‘Aqidatih. Judul tersebut jika diartikan secara langsung berarti “Surat asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab kepada penduduk al-Qashim ketika mereka bertanya tentang akidah beliau.”

Secara kenyataan, risalah ini memang sebuah jawaban dari asy-Syaikh kepada penduduk al-Qashim, sekaligus sebagai persaksian akidah beliau rahimahullaah. Meskipun ringkas, setidaknya tulisan ini telah mewakili sebagai sebuah bantahan atas sederet tuduhan dusta dan kebohongan yang disandarkan kepada beliau

Simak kajian berikut yang dilaksanakan di Masjid Jami’ al Utsaimin Ponpes Al Ukhuwah Sukoharjo Solo

Semoga bermanfaat: Baca pos ini lebih lanjut

Pengertian Wahabi Dan Siapa Muhammad Bin Abdul Wahhab

Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

Orang-orang biasa menuduh “wahabi ” kepada setiap orang yang melanggar tradisi, kepercayaan dan bid’ah mereka, sekalipun kepercayaan-kepercayaan mereka itu rusak, bertentangan dengan Al-Qur’anul Karim dan hadits-hadits shahih. Mereka menentang dakwah kepada tauhid dan enggan berdo’a (memohon) hanya kepada Allah semata.

Suatu kali, di depan seorang syaikh penulis membacakan hadits riwayat Ibnu Abbas yang terdapat dalam kitab Al-Arba’in An-Nawa-wiyah. Hadits itu berbunyi.

“Artinya : Jika engkau memohon maka mohonlah kepada Allah, dan jika engkau meminta pertolongan, maka mintalah pertolongan kepa-da Allah.”[1] Baca pos ini lebih lanjut

Apa Yang Mereka Dendamkan Terhadap Negeri Haramain?

Syaikh Muhammad Musa Al-Nasr hafizhahullah

Banyak sekali orang yang dengki dan dendam dengan biladul haramain (negeri dua tanah suci) Kerajaan Arab Saudi. Mereka mencela dan menghujatnya dikarenakan pemerintah yang menjalankan negeri ini adalah suatu kaum yang mereka sebut dengan nama ”Wahhabi”.

Tentu saja mereka merasa dendam, dengki dan marah kepada Wahhabi, karena mereka tidak bisa tenang melaksanakan kesesatan dan kebid’ahannya apabila dakwah wahabiyah ini masih ada. Untuk menciptakan tanfir (larinya manusia dari kebenaran), mereka membuat istilah-istilah bid’ah, menyematkan istilah Wahhabi kepada siapa saja yang menyerukan tauhid murni, tidak hanya sampai di sana, mereka fitnah dan buat kedustaan atas negeri ini. Baca pos ini lebih lanjut

Apa itu Wahabi ?

Ustadz DR. Ali Musri Semjan Putra

بسم الله الرحمن الرحيم

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، صلى الله عليه وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسانٍ إلى يوم الدين.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

فإن أصدقَ الحديث كتاب الله وخيرَ الهدي هديُ محمد صلى الله عليه وسلم وشرَّ الأمور محدثاتها وكلَّ محدثة بدعة وكلَّ بدعة ضلالة وكلَّ ضلالة في النار، أما بعد ؛

Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: