Keutamaan Mengucapkan Salam Dengan Lafazh Salam Yang Lengkap

keutamaan-mengucapkan-salam-dengan-lafazh-salam-yang-lengkapUstadz Abdullah Taslim MA

عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رضي الله عنه  قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ. فَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ ثُمَّ جَلَسَ، فَقَالَ النَّبِىُّ: «عَشْرٌ ». ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ. فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ، فَقَالَ: « عِشْرُونَ ». ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ. فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ، فَقَالَ « ثَلاَثُونَ » صحيح رواه أبو داود والترمذي وغيرهما.

Dari ‘Imran bin Hushain رضي الله عنه  dia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah ﷺ lalu berkata: as-Salaamu ‘alaikum (semoga keselamatan dari Allah tercurah untukmu). Lalu Rasulullah ﷺ membalas salam orang tersebut, kemudian orang tersebut duduk dan Rasulullah ﷺ bersabda: “(Dia mendapatkan) sepuluh kebaikan”. Kemudian datang orang lain kepada beliau ﷺ lalu berkata: as-Salaamu ‘alaikum warahmatullah (semoga keselamatan dan rahmat dari Allah tercurah untukmu). Lalu Beliau ﷺ membalas salam orang tersebut, kemudian orang tersebut duduk dan Rasulullah ﷺ bersabda: “(Dia mendapatkan) dua puluh kebaikan”. Kemudian datang lagi orang lain kepada beliau ﷺ lalu berkata: as-Salaamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuh (semoga keselamatan, rahmat dan keberkahan dari Allah tercurah untukmu). Lalu Beliau ﷺ membalas salam orang tersebut, kemudian orang tersebut duduk dan Rasulullah ﷺ bersabda: “(Dia mendapatkan) tiga puluh kebaikan”[1]. Baca pos ini lebih lanjut

Umur Umat Islam 1500 Tahun ?

92b78806-00a2-4d24-84f6-309f090c2625-756-000000f1a30705ec_tmpKOREKSI TOTAL PERNYATAAN UMUR UMAT ISLAM 1500 TAHUN

Koreksi Pemahaman Terhadap Hadits Tentang Umur Umat Islam

Oleh : Dr. Sufyan bin Fuad Baswedan, MA

Dalam Shahih–nya, Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhu. Terjemahan bebas hadits ini ialah: Baca pos ini lebih lanjut

Anjuran Menutup Kepala Dalam Shalat Bagi Laki-laki

img_2953Yulian Purnama

Secara umum, kita dianjurkan untuk berhias dan berpenampilan yang sempurna ketika hendak shalat.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ

“Wahai manusia, gunakanlah perhiasanmu ketika memasuki setiap masjid” (QS. Al A’raf: 31). Baca pos ini lebih lanjut

Hadits Palsu Tentang Keutamaan Mencium Kening Ibu

cd050979-6255-46fb-ad04-52e8a5640521-2134-000002656df59b2d_tmp Ustadz Abdullah Taslim MA

رُوِيَ عن ابن عباس أن رسول الله قال: « من قبل بين عيني أمه كان له ستراً من النار »

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mencium (kening) di antara kedua mata ibunya maka itu akan menjadi penghalang baginya dari api Neraka”.

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ibnu ‘Adi[1], Imam al-Baihaqi[2] dan Imam Ibnul Jauzi[3], dengan sanad mereka dari jalur Muhammad bin ‘Aqil bin Khuwailid, dari Abu Shalih Khalaf bin Yahya al-‘Abdi, dari Abu Muqatil, dari ‘Abdul ‘Aziz bin Abi Rawwad, dari ‘Abdullah bin Thawus, dari bapaknya, dari ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca pos ini lebih lanjut

VIDEO: “Fakta Baru Wali Songo” Ust Zainal Abidin Lc

Asy-Syaafi, Yang Maha Penyembuh

img_0677Ustadz Abdullah bin Taslim. MA

Nama Allâh Azza wa Jalla asy-Syâafi berarti Yang Maha Menyembuhkan segala penyakit lahir maupun batin. Dia Azza wa Jalla lah yang menyembuhkan hati manusia dari berbagai syubhat (kerancuan/kesalahpahaman dalam memahami Islam), ketidakyakinan, iri, dengki dan penyakit-penyakit hati lainnya, serta menyembuhkan badan manusia dari berbagai macam penyakit dan kerusakan. Tidak ada satu pun yang mampu melakukan semua itu kecuali Allâh Azza wa Jalla semata, maka tidak ada kesembuhan penyakit selain kesembuhan dari-Nya dan tidak ada asy-Syâfi (Yang Maha Penyembuh) kecuali Dia Azza wa Jalla, sebagaimana ucapan Nabi Ibrâhîm Alaihissallam yang dinukil dalam al-Qur`ân: Baca pos ini lebih lanjut

Bolehkah Menciptakan Sesuatu Yang Baru Atau Memodifikasi Ibadah Dalam Islam ?

886cf2fe-c532-4dfc-bca1-4c0b1c0be857-248-0000000dd8ad02e7_tmpUstadz Abdullah Taslim MA

Untuk menjawab pertanyaan ini, terlebih dahulu akan kami bawakan beberapa poin penting yang termasuk prinsip-prinsip dasar Islam.

Agama Islam adalah agama yang lengkap dan sempurna

Allah Ta’ala berfirman:

{الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا}

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagimu agamamu dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan telah Aku ridhai Islam ini menjadi agamamu” (QS al-Maaidah: 3).

Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: “Makna ayat ini: pada hari ini telah Aku sempurnakan semua syariat dalam agamamu”[1]. Baca pos ini lebih lanjut

Fiqhul Waqi’ (Memahami Realita Ummat)

4864851e-feb1-44b0-9893-d1c49bece9be-325-000000236e154abe_tmp


Syaikh Muhammad Nasiruddin Al-Albani

Segala puja dan puji hanya milik Allah Jalla Jalaluhu, kami memujiNya, memohon pertolongan dan ampunanNya. Kami berlindung kepadaNya dari kejahatan diri-diri kami dan keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang ditunjukiNya tiada seorangpun yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang di sesatkanNya, maka tidak ada yang dapat memberi petunjuk.

Aku bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang sebenarnya selain Allah Jalla Jalaluhu Yang Mahaesa, tiada sekutu bagiNya. Aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan rasulNya. Baca pos ini lebih lanjut

Mulai Bersemi Di Sebagian Majlis Taklim

mulai-bersemi-di-sebagian-majlis-taklimOleh : Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri

Benih-benih syirik & kultus mulai bersemi di sebagian majlis taklim

Dahulu, dan hingga akhir zaman, syirik itu mulai tumbuh berkembang dari sikap ghuluw, kekaguman dan sanjungan yang berlebih atau kelewat batas.

Mau tidur ingat dia, mau makan ingat dia, dan setiap disebut namanya atau mendengar suaranya, jantung berdejak keras, dag dig dug der.  Baca pos ini lebih lanjut

Kisah Hidup Syaikh al-Albani, Pakar Hadits Abad Ini (1/2)

kisah-hidup-syaikh-al-albani-pakar-hadits-abad-iniKali ini, kita membuka lembaran kisah tentang seorang pakar ilmu hadits. Seorang yang menghidupkan Sunnah Nabi ﷺ, membelanya, dan menghibahkan usia untuknya. Ia habiskan hari-hari untuk membela Sunnah dari para pengikut hawa nafsu dan pembuat ajaran baru. Sosok ulama hadits dalam arti yang sebenarnya terperankan oleh dirinya. Dialah Syaikh al-Imam al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah. Yang lebih kita kenal dengan Syaikh Nashiruddin al-Albani. Baca pos ini lebih lanjut

Resep Ditolong Allah

resep-ditolong-allahUstadz Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، و على آله و اصحابه ومن وله

Saudaraku yang dirahmati oleh Allāh _Subhānahu wa Ta’āla_,

Apa yang kita lakukan ketika:

_Kita mendengar berita yang mengejutkan, kita mendapatkan telepon bahwa pasangan kita (istri/suami) kita mengalami kecelakaan?_

_Atau kita mendapatkan kabar bahwa anak kita terjatuh disekolahnya?_

_Apa yang kita lakukan ketika kita menerima kenyataan bahwa perusahaan tempat kita bekerja akan melakukan PHK massal?_

_Atau kita mendapatkan berita yang tidak mengenakan dan menyesakan dada?_

Panik ! Bingung ! Atau kita langsung mengambil telepon kita dan menghubungi orang yang berkaitan dengan masalah tersebut. Baca pos ini lebih lanjut

Info: Dauroh Kendari “Raihlah Surga Denga Kesholehan Anakmu” Ust Ali Ahmad. 25 september 2016 Kendari

fb_img_1474548970109

Embun Sunnah:
🔊 Dauroh Islamiyyah
🕰 Sabtu & Ahad, 22-23 Dzulhijjah 1437 H | 24-25 September 2016
👤 Ustadz Ali Ahmad
Pemateri Radio Rodja & Rodja TV
📋 Tema :
📎 1. Meraih Surga di Istana Cinta
Sabtu, 22 dzulhijjah 1437H / 24 september 2016, pukul 16.30wita – selesai
Mesjid As Sunnah, Jl. Orinunggu, Kambu_Kendari
📎 2. Mengenal Ahlus Sunnah
Ahad, 23 dzulhijjah 1437H / 25 september 2016, ba’da shalat subuh
Mesjid Nur rahmat, jl. Khairil anwar THR-Kendari
📎 3. Raihlah Surga dengan Kesholehan Anakmu
Ahad, 23 dzulhijjah 1437H / 25 september 2016, pukul 09:00wita – selesai
Mesjid As Sunnah, Jl. Orinunggu, Kambu_Kendari
📎4. Pendidikan Anak dalam Islam
Ahad, 23 dzulhijjah 1437H / 25 september 2016, ba’da maghrib-selesai
Mesjid As Sunnah, Jl. Orinunggu, Kambu_Kendari

—————-—————
📮 Join Telegram: @embun_sunnah | https://goo.gl/7GKhfo
🎞 Youtube: https://goo.gl/YgjukO

Silahkan dishare dan semoga bermanfaat bagi kita semua, Barokallahu fiikum

Video: “Hanya Ridha-MU yang Kucari” Ust. Mizan Qudsiyah, Lc

 

Seputar Rambut atau Bulu yang Harus Dihilangkan dan Tidak Boleh Dibiarkan

unnamed (4)Ustadz Nurul Mukhlisin Asyrafuddin

Termasuk bentuk kesempurnaan penciptaan manusia, adalah dikaruniainya rambut atau bulu di tubuhnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakannya tidak dengan sia-sia, namun memiliki hikmah atau manfaat, baik diketahui oleh manusia atau tidak. Rambut atau bulu yang tumbuh pada jasad manusia ada yang harus dijaga bahkan wajib dibiarkan, ada juga yang diperintahkan untuk dihilangkan.

Dengan demikian, ditinjau dari hukum Islam (fiqh), hukum rambut atau bulu manusia bisa diklasifikasikan menjadi tiga bagian. Pertama. Rambut atau bulu yang harus dihilangkan dan tidak boleh dibiarkan. Kedua. Rambut atau bulu yang boleh dihilangkan atau dibiarkan. Ketiga. Rambut atau bulu yang wajib dibiarkan dan tidak boleh dihilangkan. Baca pos ini lebih lanjut

Sunah yang Hilang: Tambahan Lafadz Adzan Ketika Hujan

images (25)Alhamdulillah wa shalatu wa salamu ‘ala rasulillah

Diantara sunah yang hampir tidak kita jumpai di masyarakat adalah tambahan lafadz adzan ketika hujan. Sebenarnya mungkin banyak tokoh masyarakat yang mengenalnya. Apalagi penjelasan tentang tamabahan lafadz adzan ini sangat mudah di dapatkan dan banyak disebutkan di buku-buku fikih. Namun mengingat lafadz adzan tambahan semacam ini jarang dikenal masyarakat, sehingga dianggap asing atau bahkan ajaran sesat. Sehingga muadzin enggan melantunkan lafadz itu ketika adzan, karena bisa jadi masyarakat akan menilainya sebagai orang sesat.

Tambahan Lafadz Adzan Ketika Hujan

Terdapat banyak riwayat yang menunjukkan adanya perbedaan antara lafadz adzan biasa dengan lafadz adzan ketika hujan. berikut beberapa riwayat yang menunjukkan hal tersebut, Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: