Haruskah Memberi Sanjungan Kepada Orang Kafir?

Ustadz Abu Minhal

لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِ مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ

Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya. [Ali Imran / 3 : 196-197]

Akhir-akhir ini nampak fenomena, adanya sebagian kaum Muslimin yang silau dengan tatanan kehidupan orang kafir yang begitu apik. Ketakjuban sebagian kaum Muslimin, lantaran orang-orang kafir sangat menjaga kedisiplinan, kerapihan, kebersihan, juga kesehatan. Juga karena kemajuan teknologi informasi, komunikasi ataupun peradaban dunia yang telah mereka capai. Padahal itu hanyalah gambaran secara parsial semata. Di balik itu semua, perangai mereka bagaikan serigala yang sangat lapar, memendam dendam kepada kaum Muslimin. Mereka menunggu waktu yang tepat untuk menancapkan kaki-kaki demi menguasai umat Muhammad Shalalllahu ‘alaihi wa sallam. Belum lagi dengan kekufuran yang menancap dalam hati, maka dengan tipu muslihatnya, mereka berusaha menyembunyikan tipu dayanya kepada kaum Muslimin. Sehingga sangat aneh, apabila ada seorang muslim yang terpana dan terpesona, dan akhirnya menyanjung orang-orang kafir. Baca pos ini lebih lanjut

Kekayaan Bukan Tanda Kemuliaan, Kemiskinan Bukan Petunjuk Kehinaan

Ustadz Abu Minhal, Lc

 Adapun manusia, apabila Rabbnya mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia akan berkata : “Rabbku telah memuliakanku”. Adapun bila Rabbnya (Allah) mengujinya, lalu membatasi rezekinya (menjadikannya hidup dalam kekurangan), maka dia berkata : “Rabbku menghinakanku”. Sekali-kali tidak (demikian), … (QS. al-Fajr / 89 : 15-16).

PENJELASAN AYAT

Kenikmatan dunia menjadi bidikan utama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah Ta’ala dan hari kebangkitan (orang-orang kafir). Mereka berjuang siang dan malam demi kesuksesan duniawi semata!. Limpahan kekayaan dalam pandangan mereka merupakan pertanda kemuliaan hidup dan sumber martabat. Dan sebaliknya, kurangnya materi, kemiskinan dan kehidupan ekonomi yang sulit di mata mereka menjadi petunjuk kehinaan. Sekali lagi, itu dalam pandangan orang-orang materialis yang lazim disebut dengan maddiyyun (jamak dari kata maddi) dalam bahasa Arab. Baca pos ini lebih lanjut

Tafsir Surat Al Qadr : Kapankah Lailatul Qadr?

Ustadz Arief B bin Usman Rozali

بسم الله الرحمن الرحيم

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ {1} وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ {2} لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ {3} تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ {4} سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ {5}‏

1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur`an) pada malam kemuliaan.
2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan.
5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.
Baca pos ini lebih lanjut

Download Audio: “Tafsir al-Qur’an Surat al-Ikhlas” Ust. Muhammad Chusnul Yakin

Kajian Islam ilmiah oleh: Ustadz Muhammad Chusnul Yakin, M.Pd.I (hafidzohullohu)

Kajian ini membahas tentang tafsir al-Qur’an al-Karim surat al-Ikhlas. Disampaikan secara bersambung dalam 3 pertemuan. Anda dapat play langsung file kajian MP3 ini atau dapat pula download 3 file MP3 ini.

“Katakanlah tiada Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Tunggal.
Alloh adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu.
Dia tidak beranak, tidak pula diperanakkan.
Dan tiada seorangpun yang setara dengan dia.”

(Arti dari surat al-Ikhlas, Alquranulkarim.)

Kaum muslimin rohimakumullohu (semoga Alloh melimpahkan rahmat), itulah arti dari surat al-Ikhlas, sebuah surat pendek yang senantiasa kita selalu membacanya, di setiap saat dalam sholat-sholat kita, bahkan dia termasuk surat-surat di antara surat-surat yang kita hapal dan anak-anak kita hapal pertama kalinya. Akan tetapi, apa maksud dari surat ini? Apa makna yang terkandung dari tiap arti dari ayat demi ayat dalam surat ini?

Dia (surat al-Ikhlas), adalah awal dari surat-surat yang kita paham dan hapal, akan tetapi dia termasuk surat yang kita pertama kali pula kita lupa akan makna-maknanya. Sehingga sering kali ketika kita membaca surat ini, kita hanya menuai bacaan tanpa menuai hasil dari pemahaman. Sehingga sering kali sepak terjang kita di dalam menjalani keimanan kepada Alloh mencabik-cabik makna yang ada dalam surat ini. Maka dari itu, sudah seharusnya bagi setiap kaum muslim untuk mengetahui makna yang terkandung dalam surat al-Ikhlas ini.

Silahkan download kajiannya pada link berikut ini, Semoga bermanfaat: Baca pos ini lebih lanjut

Keutamaan Membaca Surat Al Ikhlas

Ustadz Abdullah Taslim. MA

Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّها لَتَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ

Demi (Allah) yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya surah al-Ikhlas sebanding (dengan) sepertiga al-Qur’an[1]

Hadits yang agung ini menunjukkan tingginya kedudukan surah al-Ikhlas dan besarnya keutamaan orang yang membacanya, karena surah ini mengandung nama-nama Allah Subhanahu wa Ta’ala yang maha indah dan sifat-sifat-Nya yang maha sempurna, sehingga orang yang membaca dan menghayatinya dengan seksama berarti dia telah mengagungkan dan memuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala[2] Oleh karena itu, dalam hadits shahih lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mendengar berita tentang seorang shahabat radhiyallahu ‘anhuma yang senang membaca surah ini karena sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang dikandungnya, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sampaikanlah kepadanya bahwa Allah mencintainya”[3] Baca pos ini lebih lanjut

Bahagia Dengan Anak Yatim

Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron[1]

Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zholim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka) (QS. An-Nisa’ [4] : 10)

Memang cukup melelahkan menyantuni anak yatim. Akan tetapi, dengan mengetahui keutamaannya yang sangat banyak, amalan yang berat akan terasa ringan. Sebaliknya, tahukah kita hukuman orangyang menelantarkan anak yatim, atau bahkan menzholimi hartanya ?

Kajian kita kali ini sangat penting bagi setiap muslim terutama bagi lembaga yang mengkhususkan diri menyatuni anak yatim. Baca pos ini lebih lanjut

Selektif dalam Berinfak

Ustadz Muhammad Nur Ichwan Muslim

لِلْفُقَرَاءِ الَّذِينَ أُحْصِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ لا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِي الأرْضِ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُمْ بِسِيمَاهُمْ لا يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًا وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ (٢٧٣)

(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui. (Al Baqarah: 273).

Dari ayat ini kita dapat mengambil beberapa pelajaran, diantaranya adalah: Baca pos ini lebih lanjut

Berlindung dari Godaan Setan kepada Dzat Yang Melindungi (Tafsir Isti’adzah)

Ustadz Abu Ammar Al-Ghoyami

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Apabila kamu membaca al-Qur’an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98).

Segala puji bagi Alloh sebanyak-banyaknya pujian, pujian yang sebaik-baiknya lagi diberkahi. Segala pujian bagi Alloh, Dzat Yang menyeru hamba-Nya menuju pintu-pintu rohmat-Nya, yang memberi kenikmatan dengan menurunkan al-Qur’an, di dalamnya terdapat petunjuk tatanan kehidupan yang damai dan sejahtera di dunia, dan menjanjikan sebuah kepastian kenikmatan yang sempurna di alam akhirat, kita memuji-Nya atas kenikmatan-Nya yang banyak, juga atas petunjuk dan kemudahan jalan meraihnya dengan kitab-Nya, semoga kita dijadikan termasuk orang-orang yang dijanjikan bakal meraih kesempurnaan kenikmatan-Nya. Sesungguhnya membaca al-Qur’an adalah amalan yang memiliki keutamaan sangat besar. Mereka para pembaca al-Qur’an adalah kaum yang terpuji, di mana Alloh memuji mereka dengan firman-Nya: Baca pos ini lebih lanjut

Download Audio: Kajian Rutin Tafsir Al-Qur’an (Juz 30) Bersama Ustadz Abdullah Taslim. MA

Alhamdulillah, berikut ini dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala kembali kami dapat menghadirkan rekaman kajian rutin Tafsir Al-Qur’an (Juz 30) bersama Al-Ustadz Abul Hasan Abdullah bin Taslim, M.A (Lulusan S2 Fakultas Hadits Universitas Islam Madinah, KSA dan Pengasuh website www.manisnyaiman.com). Kajian ini di selenggarakan setiap hari senin ba’da maghrib di Masjid Al-Muqarrabun, Kendari, Sulawesi Tenggara. Semoga ilmu yang beliau sampaikan pada kajian ini bermanfaat bagi seluruh kaum muslimin. Silahkan download rekamannya pada link berikut: Baca pos ini lebih lanjut

Tafsir Surat Al-Fatihah

Abu Muslih Ari Wahyudi

Keutamaan Surat Al-Fatihah

Pertama: Membaca Al-Fatihah Adalah Rukun Shalat

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (Al Fatihah).” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu)

Dalam sabda yang lain beliau mengatakan yang artinya, “Barangsiapa yang shalat tidak membaca Ummul Qur’an (surat Al Fatihah) maka shalatnya pincang (khidaaj).” (HR. Muslim) Baca pos ini lebih lanjut

Tafsir Surat an-Nashr

Ustadz ‘Ashim bin Musthofa

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ (١)
وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا (٢)
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا (٣)

1. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.
2. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong.
3. Maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampun kepada-Nya.
Sesungguhnya Dia adalah Maha Menerima taubat. Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: