‪Bagaikan Debu Yang Beterbangan‬

IMG_0081Ari Wahyudi

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan Kami tampakkan apa yang dahulu telah mereka amalkan lalu Kami jadikan ia bagaikan debu yang beterbangan.” (QS. Al-Furqan: 23)

Tentang maksud “bagaikan debu yang beterbangan” Imam al-Baghawi rahimahullah menjelaskan, “Artinya sia-sia, tidak mendapat pahala. Karena mereka tidak melakukannya [ikhlas] karena Allah ‘azza wa jalla.” (lihat Ma’alim at-Tanzil, hal. 924) Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Tafsir Ayat Kursi

Ustadz Anas Burhanuddin MA

Keutamaan Ayat Kursi

Semua surat dalam al-Qur’an adalah surat yang agung dan mulia. Demikian juga seluruh ayat yang dikandungnya. Namun, Allah ta’ala dengan kehendak dan kebijaksanaanNya menjadikan sebagian surat dan ayat lebih agung dari sebagian yang lain. Surat yang paling agung adalah surat al-Fatihah, sedangkan ayat yang paling agung adalah ayat kursi, yaitu di surat Al-Baqarah, ayat 255. Yang akan kita pelajari bersama dalam kesempatan ini adalah ayat kursi. Baca pos ini lebih lanjut

Nasehat Untuk Pendiri Organisasi, Jama’ah dan Partai

e8be2b19-3439-4204-bcaa-fda6a480a131-559-00000084759739ba_tmpNASEHAT UNTUK PENDIRI ORGANISASI, JAMA’AH DAN PARTAI
[Tafsir Al-Qur’an Surat Al-An’am ; 159]

Oleh
Al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron

إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ ۚ إِنَّمَا أَمْرُهُمْ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

“Artinya ; Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Alloh, kemudian Alloh akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat” [Al-An’am ; 159] Baca pos ini lebih lanjut

‪Masjid Dhirar, Masjid Kaum Munafik yang Dihancirkan Di Zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam‬

807579c50-3a27-456a-b15f-209495ac68aa-2134-00000262081f86da_tmpIni adalah bukti bahwa sesuatu yang dibangun bukan atas dasar ketakwaan maka akan hancur. Begitu juga masjid yang dibangun di atas kuburan (karena ada kuburan yang dikeramatkan), maka masjid seperti ini juga harus dihancurkan sebagaimana masjid Dhirar.

Kaum munafik membangun masjid Dhirar

Allah Ta’ala berfirman, Baca pos ini lebih lanjut

Asy-Syaafi, Yang Maha Penyembuh

img_0677Ustadz Abdullah bin Taslim. MA

Nama Allâh Azza wa Jalla asy-Syâafi berarti Yang Maha Menyembuhkan segala penyakit lahir maupun batin. Dia Azza wa Jalla lah yang menyembuhkan hati manusia dari berbagai syubhat (kerancuan/kesalahpahaman dalam memahami Islam), ketidakyakinan, iri, dengki dan penyakit-penyakit hati lainnya, serta menyembuhkan badan manusia dari berbagai macam penyakit dan kerusakan. Tidak ada satu pun yang mampu melakukan semua itu kecuali Allâh Azza wa Jalla semata, maka tidak ada kesembuhan penyakit selain kesembuhan dari-Nya dan tidak ada asy-Syâfi (Yang Maha Penyembuh) kecuali Dia Azza wa Jalla, sebagaimana ucapan Nabi Ibrâhîm Alaihissallam yang dinukil dalam al-Qur`ân: Baca pos ini lebih lanjut

Jangan Mendekati Zina

aa09087d-d4e1-48b4-b719-e0d88871be67-437-0000004fa063f0db_tmpUstadz Fadlan Fahamsyah Lc MA

وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” [Al-Isra: 32]

DI ANTARA WASILAH MENUJU PERZINAHAN ADALAH: Baca pos ini lebih lanjut

Tafsir Surat al-Maidah ayat 51

al-maidah-51Bagaimana tafsir surat al-Maidah ayat 51. Dan bagaimana sikap kita dg ungkapan tokoh ormas yang membela pelecehan orang kafir terhadap al-Quran?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Sebelum membahas tafsir surat al-Maidah ayat 51, saya tertarik untuk menyebutkan dua catatan terkait peristiwa ini, Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: