Fatwa Ulama: Hukum Menerima Hadiah Dari Non-Muslim Di Hari Raya Mereka

Fatwa Syaikh Muhammad Al Imam hafizhahullah

Soal:
Apa hukum menerima hadiah dari orang kafir terutama pada hari raya mereka?

Jawab:
Sudah ma’ruf (diketahui bersama) bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam terkadang menerima hadiah dari orang kafir. Dan terkadang beliau menolak hadiah dari sebagian para raja dan pemimin kaum kafirin. Oleh karena itu para ulama memberikan kaidah dalam menerima hadiah dari orang kafir. Demikian juga halnya hadiah dari ahli maksiat dan orang yang menyimpang. Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Hukum Menerima Hadiah Natal

DC331337-27FC-44F8-8EF1-3E9C2E7D3FF7Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah

Pertama, Islam membolehkan umatnya untuk menerima hadiah dari orang kafir. Apalagi jika tujuannya dalam rangka mengambil hati mereka dan memotivasi mereka untuk simpati pada Islam. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima hadiah dari beberapa raja kafir, seperti beliau pernah menerima hadiah dari Muqauqis, raja mesir yang beragama nasrani. Baca pos ini lebih lanjut

VIDEO: Pengajian: Hukum Mengucapkan Selamat Natal dan Ikut dalam Perayaan Natal, Syaikh Muhammad Musa Nasr

Menyoal Kembali Arti Toleransi Dalam Momentum Perayaan Natal

Studio_20151224_104629Di bulan Desember ini, persoalan toleransi kembali menemukan momentum untuk dibicarakan. Seolah menjadi ajang diskusi rutin tahunan, isu-isu yang bertemakan toleransi beragama menjadi topik hangat yang mengundang komentar dan sikap dari banyak kalangan. Hal itu karena di bulan Desember ini, Umat Kristiani merayakan hari natal pada tanggal 25 Desember.

Sebenarnya, garis toleransi dalam Islam telah demikian jelas. Ia terangkum dalam firman Allah ‘azza wa jalla, “Lakum diinukum wa liya diin.” (untukmu agamamu dan untukku agamaku). Baca pos ini lebih lanjut

Alasan Terlarangnya Mengucapkan Selamat Natal bagi Muslim

Alasan Terlarangnya Mengucapkan Selamat Natal bagi MuslimMungkin tidak lama lagi, akan terdengar, akan terpampang tulisan yang dibaca “Merry Christmas”, atau yang artinya Selamat Hari Natal. Dan biasanya, momen ini disandingkan dengan ucapan Selamat Tahun Baru.

Sebagian orang menganggap ucapan semacam itu tidaklah bermasalah, apalagi yang yang berpendapat demikian adalah mereka orang-orang kafir. Namun hal ini menjadi masalah yang besar, ketika seorang muslim mengucapakan ucapan selamat terhadap perayaan orang-orang kafir. Baca pos ini lebih lanjut

Hukum Hadiah Natal dan Tahun Baru

Fatwa Ulama: Hukum Hadiah Natal dan Tahun Baru

Dari Muhammad bin Ibrahim
Kepada Menteri Perdagangan Saudi Arabia

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh,

Ada yang mengabarkan bahwa sebagian pedagang di tahun yang lalu memberikan hadiah untuk perayaan natal dan tahun baru. Di antara bentuk hadiahnya adalah pohon natal. Bahkan, sebagian penduduk membeli pohon natal dan menghadiahkannya kepada orang asing yang beragama Nasrani, mereka ikut memeriahkan natalan bersama mereka di negeri ini. Baca pos ini lebih lanjut

Tanya Jawab: Hukum Jual Beli untuk Kepentingan Natal

Tanya jawab bersama Ustadz Dr. Muhammad Arifin bin Baderi, M.A.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saya punya usaha advertising. Beberapa hari yang lalu saya kedatangan konsumen dari aktifis gereja yang hendak memesan spanduk, backdroop, dan mug/souvenir dll untuk kebutuhan natal, sudah saya kasih harga, namun belum deal. Mohon saran dan masukannya tentang transaksi tersebut ditinjau dari hukum syariah. Atas responnya saya ucapkan Jazakumullah khairan, ustadz.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Andi Gunawan Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: