Surat Buat Kelompok-Kelompok Dakwah

Oleh : Syaikh Muhammad Jamil Zainu

Agama adalah nasehat
Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- bersabda :

الدِّينُ النَّصِيْحَةُ. قُلْنَا : لِمَنْ يَارَسُولَ اللهِ ؟ قَالَ : لِلهِ، وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلأَ ئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ

“Agama adalah nasehat, kami (para sahabat) bertanya : untuk siapa wahai Rasulullah ? Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam –menjawab- : untuk Allah, kitabnya, Rasulnya, dan untuk para pemimpin kaum muslimin dan orang awamnya.”(HR. Muslim).

Dan sebagai aplikasi sabda Rasulullah -shollallahu alaihi wa sallam- di atas, maka saya ingin menyampaikan nasehat kepada seluruh kelompok dakwah Islam, agar senantiasa berpegang teguh dengan al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih berdasarkan pemahaman para ulama salaf,seperti : para sahabat, tabi’in, para imam mujtahidin dan orang-orang senantiasa meniti jejak mereka. Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Download Audio: “Mengenal Aliran Sesat NII – Metode dan Gerakannya” Ust. Abu Qotadah (Padang, 13 Mei 2011)

Kepada kaum muslimin -semoga Allah selalu menjaga kita-, berikut ini kami hadirkan rekaman kajian dengan tema Mengenal Aliran NII (Metode dan Gerakannya). Kajian ini disampaikan oleh Ustadz Abu Qotadah hafizhahullah dari Tasikmalaya (beliau adalah mantan anggota NII). Kajian ini diselenggarakan di Masjid Baitul Ihsan, Sawahan Dalam III, Padang, Sumatera Barat (13 Mei 2011). Pada kajian ini beliau menjelaskan tentang hakikat aliran sesat NII, tentang metode dan gerakannya, sebab beliau sangat mengenal tentang aliran sesat NII. Semoga kajian ini bermanfaat bagi kaum muslimin. Silakan download rekamannya pada link berikut: Baca pos ini lebih lanjut

Bukti Kesesatan NII (Negara Islam Indonesia)

Hartono Ahmad Jaiz

NII – Pesantren Al-Zaytun (1)

Bukti-bukti Kesesatan NII KW IX Abu Toto

Sepak terjang NII KW IX (Negara Islam Indonesia Komandan Wilayah IX), dalam kurun waktu di bawah kepemimpinan Haji Abdul Karim dan kemudian Haji Muhammad Ra’is dari tahun 1984 s/d 1992 maupun di bawah kepemimpinan Abu Toto Asy-Syaikh AS Panji Gumilang (gelar kebesarannya saat ini) sejak dari tahun 1992 hingga tahun 2001 telah menimbulkan banyak korban. Secara nyata yang lebih banyak dirugikan baik moril maupun material oleh KW IX sejak masa Haji Karim sampai Abu Toto adalah umat islam pada umumnya, dan secara khusus kalangan NII atau DI (Darul Islam).

Kerugian yang diderita ummat Islam secara moril adalah telah tercemarinya pemikiran dan pemahaman mereka tentang Islam, sehingga mereka sama sekali tidak menyadari dan tanpa terasa telah terjerumus pada suatu keyakinan yang menjungkir-balikkan prinsip-prinsip keimanan (aqidah) yang untuk selanjutnya berdampak pada pelecehan terhadap syari’at serta bermuara pada kemerosotan akhlak. Baca pos ini lebih lanjut

Download Audio: Bedah Buku “N.I.I Dalam Timbangan ‘Aqidah” Ust Abu Hudzaifah Suroso Abdussalam

Salah satu yang menarik apabila memperhatikan sejarah Indonesia adalah begitu seringnya terjadi pemberontakan-pemberontakan, baik pada awal kemerdekaan sampai saat ini. Salah satu pemberontakan terlama yang ditumpas yaitu DI/TII yang bercita-cita mendirikan Negara Islam Indonesia (N.I.I) yang dipimpin oleh SM Kartosuwiryo.

Dan sampai saat ini N.I.I pun tetap ada walaupun pemberontakan-pemberontakan yang dilakukan telah lama ditumpas dan pimpinannya pun, yaitu SM Kartosuwiryo telah tewas bersama pasukannya, ketika ditumpas oleh TNI. Berbagai cara secara gerakan bawah tanah dilakukan dalam upaya membangun kembali cita-cita tersebut.

Untuk itulah, Divisi Perpustakaan Lembaga Dakwah dan Taklim (L-DATA) Jakarta bersama Remaja Mutiara Hadits menyelenggarakan bedah buku berjudul “N.I.I Dalam Timbangan Aqidah” karya Ustadz Abu Hudzaifah Suroso Abdussalam. Yang diselenggarakan pada hari Ahad, tanggal 25 Agustus 2002 mulai pukul 08.30 s.d. 12.00 WIB bertempat di Musholla Al Anwar di Jl. Jatinegara Barat, GG. Anwar I RT 012/01

Buku ini sendiri lebih membahas N.I.I dalam perspektif aqidah. Khususnya dalam mengungkap bagaimana sebenarnya seluk beluk akidah N.I.I, khususnya pemahaman tentang iman, hijrah, dan jihad, lalu menimbangnya dengan timbangan manhaj salaf.

Yang menarik dari bedah buku ini adalah karena Ustadz Abu Hudzaifah Suroso Abdussalam sendiri adalah mantan aktivis/pejabat NII yang sekarang bermanhaj salaf.

Silahkan download kajiannya pada link di bawah, selamat menyimak! Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: