Tongkat Saat Khutbah Jumat Bid’ah?

DG6hHagU0AAWqa6Hukum Tongkat Saat Khutbah Jumat

Bismillah wassholaatu wassalam ‘ala Rasulillah, wa ba’du.

Berkhutbah dengan bertumpu pada tongkat, adalah perkara asing menurut sebagian orang. Sehingga karena ketidaktahuan dan memandangannya sebagai hal yang asing, membawanya tergesa dalam menilai, bahwa tindakan tersebut adalah bid’ah.

Atau sebagian yang lain memandang, memegang tongkat saat khutbah adalah suatu keharusan. Tidak sah khutbah tanpanya. Baca pos ini lebih lanjut

Zuhud

ZuhudUstadz Abu Ihsan Al Atsari

Al-Imam Malik bin Anas berkata, Umar bin ‘Abdul ‘Aziz rahimahullahu berkata, “Rosulullah Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam dan para para pemimpin sepeninggal beliau telah menetapkan sunnah-sunnah. Mengambil sunnah-sunnah tersebut adalah berpegang teguh kepada Kitabullah dan kekuatan diatas agama Allah ‘Azza wa Jalla. Siapapun tidak berhak mengganti sunnah-sunnah tersebut, merubahnya dan melihat perkara yang bertentangan dengannya. Barangsiapa berpetunjuk kepadanya, maka ia mendapatkan petunjuk. Barangsiapa meminta pertolongan dengannya, ia ditolong. Barangsiapa meninggalkannya dan mengikuti jalan yang bukan jalan kaum mukminin, Allah ‘Azza wa Jalla menguasakannya kepada apa yang Dia kuasakan kepadanya dan memasukannya ke dalam Jahannam yang merupakan tempat kembali yang paling buruk.” [Ad-Durrul Mantsur 2/686] Baca pos ini lebih lanjut

Video: “Agar Ibadah Terasa Ringan dan Mudah” bersama Ust. Mubarok Bamualim, Lc., M.Hi.

Hukum Mengangkat Tangan Dalam Berdo’a

Syaikh Prof. Dr. Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin Al Abbad

Mengangkat kedua tangan dalam berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, termasuk adab yang agung. Demikian terdapat di banyak hadits yang shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagian ulama menggolongkannya ke dalam hadits mutawatir secara makna.

Di dalam Tadribur Rawi Syarh Taqrib Imam Nawawi, ketika mencontohkan hadits-hadits yang mutawatir secara maknawi, Imam Suyuthi rahimahullah berkata : ”Diriwayatkan dari Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sekitar seratus hadits berisi tentang do’a dengan mengangkat tangan. Saya mengumpulkannya dalam satu juz tersendiri, namun dengan masalah yang beragam. Memang dalam setiap masalah tersebut, haditsnya tidak mutawatir. Namun bila dikumpulkan, maka menjadi mutawatir”. (2/180). Baca pos ini lebih lanjut

Serba-Serbi Bulan Sya’ban

Muhammad Abduh Tuasikal

Alhamdulillah, saat ini kita telah menginjak bulan Sya’ban. Namun kadang kaum muslimin belum mengetahui amalan-amalan yang ada di bulan tersebut. Juga terkadang kaum muslimin melampaui batas dengan melakukan suatu amalan yang sebenarnya tidak ada tuntunannya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga dalam tulisan yang singkat ini, Allah memudahkan kami untuk membahas serba-serbi bulan Sya’ban. Allahumma a’in wa yassir (Ya Allah, tolong dan mudahkanlah kami).

Banyak Berpuasa di Bulan Sya’ban

Terdapat suatu amalan yang dapat dilakukan di bulan ini yaitu amalan puasa. Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri banyak berpuasa ketika bulan Sya’ban dibanding bulan-bulan lainnya selain puasa wajib di bulan Ramadhan. Baca pos ini lebih lanjut

Sufi, Beribadah Dengan Menari-Nari (?!)

Ustadz Abu Minhal

Masyarakat umumnya memandang persoalan menari berhubungan dengan seni dan budaya. Berbeda dengan kalangan Sufi, mereka memastikan ada ritual tertentu – di luar ibadah yang disyariatkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam – yang berfungsi sebagai amalan sholeh layaknya ibadah-ibadah yang lain. Belakangan tidak asing lagi dipertontonkan, aksi berdzikir (beribadah) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui cara berputar-putar secara teratur dengan kecepatan yang kian bertambah kencang, yang dikenal dengan sebutan Whirling Dervishes (darwis-darwis yang berputar) atau Tarian Sema (Arab:samâ’). Pada akhirnya, menurut mereka, para penari akan mengalami keadaan ekstase (fana’), melebur bersama Allah Subhanahu wa Ta’ala (?!)

Atribut mereka, mengenakan topi yang memanjang ke atas, jubah hitam besar, baju putih yang melebar di bagian bawahnya seperti rok, serta tanpa alas kaki. Mereka membungkukkan badan tanda hormat lalu mulai melepas jubah hitamnya. Posisi tangan mereka menempel di dada, bersilang mencengkram bahu. Demikian gambaran global tarian spritual sama’ ini. Baca pos ini lebih lanjut

Kemungkaran di Kuburan

Ustadz Ahmad Jamil bin Alim

Tidak diragukan lagi bahwa bid’ah, kemungkaran dan kesyirikan yang dilakukan oleh kaum muslimin di kuburan para wali semakin menjadi-jadi, padahal Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan umatnya dari bahaya mengagungkan kuburan orang-orang yang sholih, bahkan Alloh melaknat orang-orang yang menjadikan kuburan pada nabi dan para wali sebagai masjid. Namun ketika ilmu agama dilupakan, para da’i mengajak manusia menuju kebinasaan, aktif menyampaikan kebatilan, di sisi lain sedikitnya da’i penegak kebenaran, maka janganlah kita heran jika sesuatu yang dikhawatirkan oleh Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi kenyataan di depan mata kita secara terang-terangan. Maka sebagai upaya ikut serta menyuarakan kebenaran dalam masalah ini, saya menulis ”Kemungkaran di kuburan” disertai dalil dan perkataan para ulama dan juga bantahan atas syubhat bolehnya sholat di masjid yang ada di kuburan berdalih dengan keberadaan kuburan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ada di dalam Masjid Nabawi, mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Amin. Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: