Rahasia Besar Seorang Ayah Yang Tidak Diketahui Seorang Anak…

f3d822a7-364e-4263-a093-8db26c5bbf8c-491-0000004a35f0910b_tmpMungkin ibuku lebih kerap menelpon untuk menanyakan keadaanku setiap hari, tapi apakah aku tahu, bahwa sebenarnya ayahlah yang mengingatkan ibu untuk meneleponku?

Semasa kecil, ibuku lah yang lebih sering menggendongku. Tapi apakah aku tau bahwa ketika ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih, ayahlah yang selalu menanyakan apa yang aku lakukan seharian, walau beliau tak bertanya langsung kepadaku karena letihnya mencari nafkah dan melihatku terlelap dalam tidur nyenyakku. Baca pos ini lebih lanjut

Menggapai Ridha Allah Dengan Berbakti Kepada Orang Tua

menggapai-ridha-allah-dengan-berbakti-kepada-orang-tuaUstadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Seorang anak, meskipun telah berkeluarga, tetap wajib berbakti kepada kedua orang tuanya. Kewajiban ini tidaklah gugur bila seseorang telah berkeluarga. Namun sangat disayangkan, betapa banyak orang yang sudah berkeluarga lalu mereka meninggalkan kewajiban ini. Mengingat pentingnya masalah berbakti kepada kedua orang tua, maka masalah ini perlu dikaji secara khusus.

Jalan yang haq dalam menggapai ridha Allah ‘Azza wa Jalla melalui orang tua adalah birrul walidain. Birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) merupakan salah satu masalah penting dalam Islam. Di dalam Al-Qur’an, setelah memerintahkan manusia untuk bertauhid, Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan untuk berbakti kepada orang tuanya. Baca pos ini lebih lanjut

Sebuah Nasehat Untuk Para Ayah

Studio_20150829_162132يا أبتي:
▪Wahai Ayahku,🔹هل رأيت يوماً قارباً صغيراً تصارعه ظأمواج البحر في عتو واستكبار؟!
🔹Pernahkah kau melihat ada sebuah sampan kecil yang bergumul melawan gelombang lautan, dengan angkuh dan sombongnya?!🔹أو أبصرت زهرة ندية تقاوم- على ضعفها- سطوة إعصار؟!
🔹Atau, pernahkah kau memperhatikan ada setangkai bunga yang basah, berdiri tegak dengan segala kelemahannya melawan dahsyatnya angin taufan?!🔹أو لمحت طائراً ضعيفاً مكسور الجناح تطارده سباع وضباع في نهم وسعار؟!
🔹Atau, pernahkan kau memandang seekor burung lemah yang patah sayapnya, yang diburu oleh hewan buas dan anjing hutan yang dalam keadaan rakus dan laparnya?!

Baca pos ini lebih lanjut

“Kisah Istri Sholehah…” (Berhak Untuk Dibaca…!!)

urlSeorang istri menceritakan kisah suaminya pada tahun 1415 H, ia berkata :

Suamiku adalah seorang pemuda yang gagah, semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat beragama, dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Ia menikahiku pada tahun 1390 H. Aku tinggal bersamanya (di kota Riyadh) di rumah ayahnya sebagaimana tradisi keluarga-keluarga Arab Saudi. Aku takjub dan kagum dengan baktinya kepada kedua orang tuanya. Aku bersyukur dan memuji Allah yang telah menganugerahkan kepadaku suamiku ini. Kamipun dikaruniai seorang putri setelah setahun pernikahan kami. Baca pos ini lebih lanjut

Untaian Nasihat Luqmân Untuk Buah Hatinya

Ustadz Abu Abdillah Arief B. bin Usman Rozali

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Dan (Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah Subhanahu wa Ta’ala) adalah benar-benar kezhaliman yang besar”. [Luqmân/31:3].

SIAPAKAH LUQMÂN?
Terdapat perselisihan ulama dalam masalah penamaan ayah dan nasabnya, kenabian dan profesi serta sifat-sifat fisiknya.[1] Baca pos ini lebih lanjut

Bersama Orang Tua Menuju Surga

Ustadz Abu Minhal

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apayang dikerjakannya. [ath-Thûr/52:21] Baca pos ini lebih lanjut

Birrul Walidain

Ustadz Ramli bin Haya

Diantara bentuk ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah berbuat baik (berbakti) kepada orang tua.  Banyak ayat dalam Al-Qur’an, Allah menggandengkan perintah kepada kita untuk memenuhi hak-Nya (yakni mentauhidkan-Nya dan tidak berbuat syirik dengan-Nya), dengan perintah untuk memenuhi hak orang tua yakni dengan berbuat baik kepada orang tua.  Diantara ayat tersebut adalah dalam QS. Ann-Nisaa : 36

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapakBaca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: