Biografi Ringkas Imam Nawawi

IMG_9427Beliau adalah Yahya bin Syaraf bin Hasan bin Husain An-Nawawi Ad-Dimasyqiy, Abu Zakaria. Beliau dilahirkan pada bulan Muharram tahun 631 H di Nawa, sebuah kampung di daerah Dimasyq (Damascus) yang sekarang merupakan ibukota Suriah. Beliau dididik oleh ayah beliau yang terkenal dengan kesalehan dan ketakwaan. Beliau mulai belajar di katatib (tempat belajar baca tulis untuk anak-anak) dan hafal Al-Quran sebelum menginjak usia baligh. Baca pos ini lebih lanjut

Meluruskan Sejarah Syaikh Abdul Qadir Jailani

2c13b13b-e9c4-4ae3-bc3b-3e49fe9706c4-899-00000114b7fe8c5c_tmpSiapakah Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani Nama beliau adalah Ja’far bin Tsa’lab bin Ja’far bin Ali bin Muthahhar bin Naufal Al Adfawi. Seoarang ‘ulama bermadzhab Syafi’i yang tinggal di Baghdad.
Kelahiran dan wafatnya beliau : Dilahirkan pada pertengahan bulan Sya’ban tahun 685 H. Wafat tahun 748 H di Kairo. Biografi beliau dimuat oleh Al Hafidz di dalam kitab Ad Durarul Kaminah, biografi nomor 1452.

Imam Ibnu Rajab menyatakan bahwa Syeikh Abdul Qadir Al Jailani lahir pada tahun 490/471 H di kota Jailan atau disebut juga dengan Kailan. Sehingga diakhir nama beliau ditambahkan kata Al Jailani atau Al Kailani atau juga Al Jiliy. (Biaografi beliau dimuat dalam Kitab Adz Dzail ‘Ala Thabaqil Hanabilah I/301-390, nomor 134, karya Imam Ibnu Rajab Al Hambali. Buku ini belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia). Baca pos ini lebih lanjut

Kisah Hidup Syaikh al-Albani, Pakar Hadits Abad Ini (1/2)

kisah-hidup-syaikh-al-albani-pakar-hadits-abad-iniKali ini, kita membuka lembaran kisah tentang seorang pakar ilmu hadits. Seorang yang menghidupkan Sunnah Nabi ﷺ, membelanya, dan menghibahkan usia untuknya. Ia habiskan hari-hari untuk membela Sunnah dari para pengikut hawa nafsu dan pembuat ajaran baru. Sosok ulama hadits dalam arti yang sebenarnya terperankan oleh dirinya. Dialah Syaikh al-Imam al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah. Yang lebih kita kenal dengan Syaikh Nashiruddin al-Albani. Baca pos ini lebih lanjut

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Sosok Penegak Panji-Panji Tauhid

bird-evolutionary-historyUstadz Abu Aufa

KEADAAN UMAT DI NAJD PADA MASA SEBELUM BELIAU
1. Keadaan Sosial Politik Najd Kala Itu.
Mayoritas dari penduduk Najd kala itu terdiri dari kabilah-kabilah Arab yang dikenal akan nasabnya, dan para pendatang yang berdatangan untuk tinggal di Najd hanyalah minoritas saja.

Waktu itu sisi pandang masyarakat Najd terhadap seseorang tergantung pada nasab yang dia miliki. Hal ini sangat menyolok sekali terutama dalam urusan perkawinan, lowongan mendapat pekerjaan dan lain sebagainya. Masyarakat Najd terbagi menjadi dua kelompok atau dua golongan, Hadhari dan Badawi (Badui), meskipun didapati perubahan sifat atau ciri pada sebagian penduduk. Yang demikian itu menimbulkan kesulitan bagi kita untuk menggolongkan kelompok yang ketiga ini, karena mereka itu bukan Badui murni dan juga tidak Hadhari murni [1] Baca pos ini lebih lanjut

Harun al-Rasyid, Khalifah Terbaik Dinasti Abbasiyah

masjid4aSalah satu tokoh besar umat ini yang berhasil membuat Romawi menundukkan kepala karena wibawanya adalah al-Khalifah al-Mujahid Harun al-Rasyid rahimahullah. Seorang laki-laki mulia yang dikaburkan sejarahnya dan dibunuh karakternya oleh orang-orang yang membenci Islam dan kaum muslimin. Ia digambarkan sebagai seorang pemabuk yang gila. Laki-laki hidung belang dengan banyak selir. Pemimpin kejam dan zalim. Padahal dia adalah khalifah terbaik di Daulah Abbasiyah. Ia seorang mujahid. Pemimpin yang perhatian terhadap ilmu dan ulama. Dan keutamaan lainnya. Mungkin inilah yang menyebabkan fitnah itu dihembuskan. Ia digambarkan sebagai pemimpin yang tak bertanggung jawab. Di sampingnya hanya ada khamr dan mabuk. Dibuatlah kisah-kisah palsu dan hikayat-hikayat dusta untuk mendukung fitnah itu. Baca pos ini lebih lanjut

Raja Abdullah bin Abdul Aziz, Sosok Ayah Bagi Rakyatnya

Raja Abdullah bin Abdul Aziz, Sosok Ayah Bagi RakyatnyaPerjalanan hidup Raja Abdullah bin Abdul Aziz adalah sejarah emas yang pernah dimiliki Arab Saudi, dunia Islam, dan pemimpin di era modern. Jasa-jasanya membuat citra Islam di mata dunia begitu humanis dan menjadi rahmat bagi sekalian alam (rahmatan lil ‘alamin). Namun kata Imam asy-Syafi’i rahimahullah

رضا الناس غاية لا تدرك فعليك بما يصلحك فالزمه فانه لا سبيل الى رضاهم

“Ridha manusia itu sulit digapai. Cukup lakukan apa yang maslahat bagimu. Konsekuenlah melakukannya, tak perlu memperdulikan apa yang mereka katakan.” Baca pos ini lebih lanjut

Raja Abdullah bin Abdul Aziz, Reformis Arab Saudi

Raja Abdullah bin Abdul Aziz, Reformis Arab SaudiSaat hari masih sangat pagi, istriku menelponku dan ia menangis seperti tangisan anak kecil, ya benar-benar seperti tangisan anak kecil. Aku tidak bertanya tentang apa yang menyebabkannya menangis karena aku pun menangis dengan alasan yang sama. Alasan yang sama pula yang membuat jutaan orang Arab Saudi menangis, demikian juga ekspatriat yang tinggal di kerajaan, dan jutaan orang lainnya di dunia ini. Sebuah derai air mata yang tulus dan ikhlas… karena Pelayan Dua Tanah Suci, Raja Abdullah bin Abdul Aziz telah wafat.

Demikianlah ucapan tulus, dari Abdul Latif al-Mulhim, seorang kolumnis di Arab News.

Baca pos ini lebih lanjut

Raja Salman bin Abdul Aziz dan Komitmennya Terhadap Syariat Islam

prince salmanPemimpin yang shaleh adalah idaman bagi orang-orang yang beriman. Ketika seorang pemimpin memiliki kecakapan dalam tata negara, ditambah memiliki keshalehan, maka itu adalah karunia yang sangat besar yang Allah berikan bagi penduduk suatu negeri. Dan karunia itu kian bertambah, apabila sang pemimpin adalah orang yang memiliki perhatian terhadap agama, penegakan syariat, dan dakwah tauhid.

Kerajaan Arab Saudi adalah sedikit dari negeri yang diberikan Allah karunia besar tersebut. Raja-raja mereka begitu memiliki perhatian yang besar terhadap Islam dan kaum muslimin. Mereka membangun percetakan Alquran kemudian menyebarkannya ke berbagai negeri kaum muslimin, membantu pembangunan fasilitas pribadatan dan fasilitas publik, dll. Tidak heran, rakyatnya pun meneladani prilaku pemimpin mereka. Karenanya, sering kita dengar orang-orang di negeri kita mengajukan permintaan bantuan dana ke orang-orang Arab Saudi untuk kepentingan dakwah, karena mereka dikenal loyal dalam hal ini.

Baca pos ini lebih lanjut

Raja Salman bin Abdul Aziz, Pemersatu Arab Saudi

Raja Salman bin Abdul Aziz, Pemersatu Arab SaudiSetelah Raja Abdullah bin Abdul Aziz rahimahullah mangkat, Dewan Kerajaan Arab Saudi mengumumkan putra mahkota Salman bin Abdul Aziz sebagai raja baru, pelayan dua tanah suci. Rencananya pembaiatan akan dilakuan 23 Januari 2015, setelah shalat isya waktu setempat di istana kerajaan di Riyadh. Siapakah raja baru Arab Saudi ini? Mari sejenak mengenal biografi singkat beliau.

Putra Kabilah Kuat Dari Nejd

Salman bin Abdul Aziz dilahirkan pada 31 Desember 1935. Ia adalah anak ke-25 dari Raja Abdul Aziz bin Saud. Ibunya bernama Hassa al-Sudairi. Hassa dinikahi oleh Raja Abdul Aziz di awal tahun 1930-an. Saat itu Abdul Aziz menaklukkan wilayah Nejd, kemudian menikahi Hassa, wanita dari kabilah atau klan al-Sudairi salah satu kabilah terkuat di Nejd.

Baca pos ini lebih lanjut

Download Audio: “Biografi Ringkas Imam An-Nawawi” Ust. Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja, M.A

Alhamdulillah berikut ini rekaman kajian oleh Ustadz Firanda Andirja. MA, Pada kajian ini, beliau menjelaskan tentang biografi ringkas Imam An-Nawawi, penyusun kitab Arba’in An-Nawawi yang sangat masyhur di kalangan umat Islam. Semoga dengan mengenal biografi Imam An-Nawawi dapat menambah semangat untuk menuntut ilmu, serta mengamalkannya, biidznillah. Kajian ini disampaikan live dari Madinah, Saudi Arabia, dan disiarkan oleh Radio Rodja.

Semoga bermanfaat, silahkan download pada link berikut: Baca pos ini lebih lanjut

Download Audio: Mengenal Abul Hasan Al-Asy’ari dan Asy’ariyah (Ust. Zainal Abidin, Lc)

Alhamdulillah, berikut ini rekaman kajian yang sampaikan oleh Al-Ustadz Abu Ahmad Zainal Abidin, Lc pada kajian rutin di Masjid Astra Sunter, Jakarta Utara pada hari kamis, 11 Januari 2007 dengan pembahasan ”Mengenal Abul Hasan Al-Asy’ari dan Asy’ariyah“ Semoga penjelasan yang disampaikan beliau bermanfaat

Silahkan download pada link berikut: Baca pos ini lebih lanjut

Download Audio: Kumpulan Ceramah bertema Siroh Nabawiyah

Alhamdulillah, dengan izin dariAllah Ta’ala pada kesempatan kali ini kami hadirkan untuk pengunjung setia blog Ibnu Abbas As-Salafy Kendari kumpulan rekaman kajian dalam format MP3 tentang sejarah Islam, sirah nabawi, perjuangan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, kisah sahabat dan salafus shaleh, dengan pemateri dari para Azatidzah Ahlus Sunnah wal jama’ah.

Silakan download rekaman kajiannya pada link berikut: Baca pos ini lebih lanjut

Download Video: Wanita-Wanita Di Balik Para Ulama (Ustadz Abu Hudzaifah Al-Atsary, Lc)

Alhamdulillah, Berikut ini kami hadirkan untuk pengunjung setia blog Madrasah Ibnu Abbas As-Salafy Kendari, rekaman kajian video bersama Ustadz Sufyan Fuad Baswedan, LC atau yang lebih dikenal Abu Hudzaifah Al-Atsary (pengasuh blog: basweidan.wordpress.com). yang diselenggarakan di Islamic Cultural Center Ad Dammam, KSA (22 Jumadal Ula 1431H / 6 Mei 2010M) denga mengambil tema ” Wanita-Wanita Di Balik Para Ulama “

silahkan download kajian video ini pada link berikut: Baca pos ini lebih lanjut

Mengenal Para Ulama Pembaharu Dalam Islam

Ustadz Abdullah bin Taslim. MA

Dalam sebuah hadits yang shahih dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَهَا”

“Sesungguhnya Allah ta’ala akan mengutus (menghadirkan) bagi umat ini (umat Islam) orang yang akan memperbaharui (urusan) agama mereka pada setiap akhir seratus tahun”[1].

Arti “memperbaharui (urusan) agama” adalah menghidupkan kembali dan menyerukan pengamalan ajaran Islam yang bersumber dari petunjuk al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah ditinggalkan manusia, yaitu dengan menyebarkan ilmu yang benar, mengajak manusia kepada tauhid dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta memperingatkan mereka untuk menjauhi perbuatan syirik dan bid’ah[2].

Perhitungan akhir seratus tahun dalam hadits ini adalah dimulai dari waktu hijrah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Mekkah ke Madinah[3]. Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: