Terapi Penyakit Suka Sesama Jenis

images (9)Ustadz Muhammad Arifin Baderi. MA

Maha Suci Allah Yang telah setiap makhluk-Nya dengan berpasang-pasangan. Ketentuan ini berlaku pada seluruh makhluq-Nya, tidak terkecuali berbagai penyakit yang menimpa manusia. Tidaklah Allah Ta’ala menciptakan suatu penyakit, melainkan telah menurunkan pula obatnya.

Sahabat Jabir radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda,

(لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ. )

“Setiap penyakit ada obatnya, dan bila telah ditemukan dengan tepat obat suatu penyakit, niscaya akan sembuh dengan izin Allah Azza wa Jalla.” (HR. Muslim) Baca pos ini lebih lanjut

Mengaku Salafi, Namun Realitanya Tidak Bermanhaj Salaf

salafiSyaikh Muhammad bin Umar Bazmul

Diantara penyimpangan mereka yang berkata, “Saya salafi“, namun akhlaqnya, pergaulannya, bantahannya, menunjukkan bodohnya ia terhadap salafiyah.

Dan ia tetap berkata, “Saya salafi“, namun bila berhutang, ia tidak mengembalikan hutangnya (ngemplang). Bila ia melewati orang yang miskin, awam dan masih bodoh, bukannya mengajak mereka pada kebaikan dan memotivasi mereka, ia justru menampakkan wajah yang membuat mereka jauh, bahkan tidak menjawab salam mereka. Meninggalkan orang miskin tersebut dalam kesulitan hidup yang tidak diketahui siapapun melainkan Allah, dan memberikan gambaran yang buruk tentang dakwah salafiyah. Baca pos ini lebih lanjut

Larangan Memiji Seseorang di Hadapannya

unnamed (1)Dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallāhu ‘anhu, dia berkata, “Nabi Shallallaahu ’alaihi wa Sallam pernah mendengar seorang lelaki sedang menyanjung lelaki lainnya dan melampaui batas dalam memujinya, lalu beliau bersabda,

أَهْلَكْتُمْ أَوْ قَطَعْتُمْ ظَهْرَ الرَّجُلِ

“Kalian telah menghancurkan atau mematahkan punggung orang tersebut.”[1]

Dari Abu Bakrah radhiyallāhu ‘anhu, bahwasanya seseorang pernah disebut di depan Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, lalu seseorang memuji baik kepadanya, maka Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, Baca pos ini lebih lanjut

Bercanda Menurut Pandangan Islam

Studio_20151231_063936Ustadz Abu Ihsan al-Atsari

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat, dan dia banyak menyebut Allah. [al-Ahzâb/33:21].

RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM JUGA BERCANDA
Sebagai manusia biasa, kadang kala beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bercanda. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sering mengajak istri, dan para sahabatnya bercanda dan bersenda gurau, untuk mengambil hati, dan membuat mereka gembira. Namun canda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berlebih-lebihan, tetap ada batasannya. Bila tertawa, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melampaui batas tetapi hanya tersenyum. Begitu pula, meski dalam keadaan bercanda, beliau tidak berkata kecuali yang benar.

Dituturkan ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha:

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّه صلىاللّه عليه وسلم مُستَجْمِعًا قَطُّ ضَا حِكًا حَتَّى تُرَى مِنْهُ لَهَوَاتُهُ إِنَمَا كَانَ يَتَبَسَّمُ

Aku belum pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan lidahnya, namun beliau hanya tersenyum.[1] Baca pos ini lebih lanjut

Namimah (Adu Domba)

 

images (17)Berbicara mengenai bahaya lisan memang tidak ada habisnya. Lisan, hanya ada satu di tubuh, tapi betapa besar bahaya yang ditimbulkan olehnya jika sang pemilik tak bisa menjaganya dengan baik. Ada pepatah yang mengatakan “mulutmu adalah harimaumu”, ini menunjukkan betapa bahayanya lisan ketika kita tidak menjaganya, sedangkan pepatah jawa mengatakanajining diri ono ing lati, yang maknanya bahwa nilai seseorang ada pada lisannya, nilainya akan baik jika lisannya baik, atau sebaliknya.

Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi jaminan surga pada seorang muslim yang dapat menjamin lisannya. Dari Sahal bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa menjamin untukku apa yang ada di antara kedua dagunya (lisan) dan apa yang ada di antara kedua kakinya (kemaluan/farji), maka aku akan menjamin untuknya surga.” (HR. Al-Bukhari)

Baca pos ini lebih lanjut

Sebuah Nasehat Untuk Para Ayah

Studio_20150829_162132يا أبتي:
▪Wahai Ayahku,🔹هل رأيت يوماً قارباً صغيراً تصارعه ظأمواج البحر في عتو واستكبار؟!
🔹Pernahkah kau melihat ada sebuah sampan kecil yang bergumul melawan gelombang lautan, dengan angkuh dan sombongnya?!🔹أو أبصرت زهرة ندية تقاوم- على ضعفها- سطوة إعصار؟!
🔹Atau, pernahkah kau memperhatikan ada setangkai bunga yang basah, berdiri tegak dengan segala kelemahannya melawan dahsyatnya angin taufan?!🔹أو لمحت طائراً ضعيفاً مكسور الجناح تطارده سباع وضباع في نهم وسعار؟!
🔹Atau, pernahkan kau memandang seekor burung lemah yang patah sayapnya, yang diburu oleh hewan buas dan anjing hutan yang dalam keadaan rakus dan laparnya?!

Baca pos ini lebih lanjut

Jadilah Ahli al-Qur’an !

Jadilah Ahli QuranUstadz Abdullah bin Taslim MA

Siapa yang tidak ingin menjadi ahli al-Qur’an? Inilah kedudukan hamba yang paling mulia dan tinggi di sisi Allah . Cukuplah hadits Rasulullah  berikut ini menunjukkan agungnya kedudukan ini:

Dari Anas bin Malik t beliau berkata: Rasulullah  bersabda: “Sesungguhnya di antara manusia ada ‘ahli’ Allah”. Para Shahabat  bertanya: “Ya Rasulullah, siapakah mereka?. Beliau  bersabda: “Mereka adalah ahli al-Qur’an, (merekalah) ahli (orang-orang yang dekat dan dicintai) Allah dan diistimewakan di sisi-Nya”[1]. Baca pos ini lebih lanjut

Dampak Buruk Mencontek Saat Ujian

Dampak Buruk Mencontek Saat UjianApa saja dampak buruk mencontek? Dampaknya bisa jadi dirasakan pada jangka pendek, jangka panjang bahkan bisa berpengaruh pada hasil ijazah. Bahaya Jangka Pendek dari Mencontek

Akibat mencontek pun dapat dirasakan jangka pendek.

Siswa menjadi tidak pede dengan jawabannya. Padahal barangkali jawabannya lebih benar daripada milik temannya.

Mencontek juga membahayakan diri sendiri karena bila ketahuan guru, bisa dipastikan nilai 0.

Bagi yang dicontek, tidak menyesalkah bila yang mencontek mendapat hasil ujian yang lebih tinggi daripada Anda yang dicontek? Baca pos ini lebih lanjut

Suami Larang Istri Bongkar Barang Privasi

Suami Larang Istri Bongkar Barang PrivasiAssalamu’alaikum. Saya mempunyai suami, di mana dia melarang saya (istri) untuk membuka dan melihat benda-benda (HP, dompet, tas) yang sekiranya itu merupakan area privasi atau pribadi bagi dia dilarang untuk dibuka atau dilihat untuk diketahui isinya. Pertanyaan saya :

  1. Apakah dalam Islam ada yang mengatur larangan perbuatan seperti itu?
  2. Adakah Hadits yang mengatur permasalahan ini? Jazakumullahu Khairan.

Ummu Abdillah, + xxx Baca pos ini lebih lanjut

Dzikir Penyubur Iman

Dzikir Penyubur ImanUstadz Abdullah bin Taslim MA

Barangkali banyak di antara kaum muslimin yang menganggap biasa nilai berdzikir kepada Allah , berhubung amal shaleh ini sudah sering dan terbiasa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, baik setelah selesai shalat fardhu, sebelum dan sesudah makan atau tidur, di waktu pagi dan petang, maupun di waktu-waktu lainnya.

Tapi tahukah kita bahwa berdzikir kepada Allah  memiliki keutamaan dan kemuliaan yang sangat agung, bahkan termasuk amal shaleh yang paling tinggi kedudukannya di sisi Allah ? Bahkan amal ini termasuk sebab utama yang menyuburkan keimanan kepada Allah  dan menyempurnakan kedekatan dengan-Nya. Tentu saja jika amal shaleh ini dilakukan dengan benar dan sesuai dengan petunjuk Allah  yang diturunkan-Nya kepada Rasulullah . Baca pos ini lebih lanjut

Agar Seorang Pengusaha Tidak Lalai

Agar Seorang Pengusaha Tidak LalaiUstadz Abdullah Taslim. MA

Penguasaha dan kelalaian, apa hubungannya? Bukankah setiap aktivitas dalam hidup manusia berpotensi untuk melalaikan mereka dari mengingat Allah ? Lantas mengapa sifat lalai seolah-olah diidentikkan dengan dunia uasaha dan bisnis? Bukankah dokter, pegawai, buruh bahkan pengangguranpun bisa lalai?

Jawabannya: memang benar bahwa semua aktivitas manusia berpotensi untuk melalaikan mereka dari mengingat Allah , akan tetapi, tahukah anda bahwa sebagian dari para ulama menyifati dunia bisnis dan jual-beli sebagai urusan dunia yang paling besar pengaruh buruknya dalam menyibukkan dan melalaikan manusia dari mengingat Allah [1]? Baca pos ini lebih lanjut

Teladan dan Kebaikan Dari Para Keluarga Salaf

Teladan dan Kebaikan Dari Para Keluarga SalafUstadz Abdullah Taslim MA.

Berbicara tentang kisah keteladanan para ulama Salaf dalam ketekunan beribadah, ketaatan dan sifat zuhud, tentu merupakan pembicaraan yang tidak asing bahkan sangat dikenal di kalangan kaum muslimin.

Akan tetapi, tahukah kita bahwa kisah keteladanan dari anggota keluarga mereka juga tidak kalah menariknya dan sangat patut untuk kita baca serta renungkan?

Sebagai bukti bahwa para ulama Salaf tidak hanya memperhatikan dan mengusahakan kebaikan untuk diri mereka sendiri saja, tapi mereka juga sangat memperhatikan pengajaran dan bimbingan kebaikan bagi anggota keluarga mereka. Baca pos ini lebih lanjut

Malu, Adalah Akhlak Islam

rasa-maluAl-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

عَنْ أَبِيْ مَسْعُوْدٍٍ اْلأَنْصَاريِ الْبَدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ((إِنَّ مِـمَّـا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِِ النُّبُوَّةِ اْلأُوْلَى : إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ ؛ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ)). رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ.

Dari Abu Mas’ûd ‘Uqbah bin ‘Amr al-Anshârî al-Badri radhiyallâhu ‘anhu ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya salah satu perkara yang telah diketahui oleh manusia dari kalimat kenabian terdahulu adalah, ‘Jika engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu.’”

TAKHRÎJ HADÎTS
Hadits ini shahîh diriwayatkan oleh: Al-Bukhâri (no. 3483, 3484, 6120), Ahmad (IV/121, 122, V/273), Abû Dâwud (no. 4797), Ibnu Mâjah (no. 4183), ath-Thabrâni dalam al-Mu’jâmul Ausath (no. 2332), Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliyâ’ (IV/411, VIII/129), al-Baihaqi (X/192), al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (no. 3597), ath-Thayâlisi (no. 655), dan Ibnu Hibbân (no. 606-at-Ta’lîqâtul Hisân). Baca pos ini lebih lanjut

5 Kelalaian Istri

5 kelalaian istriTidak diragukan bahwa istri shalihah adalah termasuk kenikmatan dunia yang terindah disamping sebagai tanda kebahagiaan sebuah keluarga. Keshalihan istri tidak hanya diukur dari ibadahnya kepada Allah, akan tetapi juga dipengaruhi bagaimana muamalah dia terhadap orang lain, terutama suaminya.

Dalam rangka menggapai keshalihan, seorang istri hendaknya mewaspadai berbagai kelalaian yang sering menjangkit para istri, baik kelalaian dalam hal ibadah ataupun kelalaian dalam hal muamalah pergaulannya terhadap orang lain. Berikut ini akan kami sampaikan sebagian kelalaian istri yang sering didapati di masyarakat kita, semoga para istri bisa menghindarinya, dan para suami bisa memberi nasihat yang baik kepada istrinya jika mendapati sebagian darinya.

Baca pos ini lebih lanjut

Hidayah Allah, Sebab Datang dan Hilangnya

Hidayah Allah, Sebab Datang dan HilangnyaUstadz Abdullah Taslim MA

Berbicara tentang hidayah berarti membahas perkara yang paling penting dan kebutuhan yang paling besar dalam kehidupan manusia. Betapa tidak, hidayah adalah sebab utama keselamatan dan kebaikan hidup manusia di dunia dan akhirat. Sehingga barangsiapa yang dimudahkan oleh Allah untuk meraihnya, maka sungguh dia telah meraih keberuntungan yang besar dan tidak akan ada seorangpun yang mampu mencelakakannya.

Allah berfirman:

{مَنْيَهْدِاللَّهُفَهُوَالْمُهْتَدِيوَمَنْيُضْلِلْفَأُولَئِكَهُمُالْخَاسِرُونَ}

“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk (dalam semua kebaikan dunia dan akhirat); dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi (dunia dan akhirat)” (QS al-A’raaf:178).

Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: