Motor Kembali, Bensin Isi Penuh. Ini Riba?

IMG_8365Motor Kembali, Bensin Isi Penuh. Ini Riba?

Ada ilustrasi berikut:

Contoh riba yg ‘kadang’ tidak kita sadari:

“Om, pinjem motornya ya…” tanya Pardi

“Ya, itu ambil aja sendiri di garasi, kuncinya ini, tapi nanti bensinnya diisi penuh ya.” Jawab Om Hadi.

Ribanya adalah tambahan pengembalian pinjaman berupa bensin.

Apa ini benar? Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Jangan Merasa Paling Benar !!

IMG_8355Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc

Banyak orang ketika anda tegur kesalahan yang ia lakukan berkilah dengan mengatakan :
“Sudahlah, jangan merasa benar sendiri!”

Sehingga menjadi pertanyaan pada benak kita; apakah perkataan tersebut berasal dari wahyu ataukah hanya sebatas kilah yang tak beralasan pada dalil yang menunjukkan kepada kebingungan? Tentunya hal itu harus kita cermati secara seksama dengan hati yang dingin apakah ada ayat (al-Qur-an) atau hadits Nabi ﷺ atau pendapat para ‘ulamaa yang mengatakan dengan perkataan tersebut. Baca pos ini lebih lanjut

Pernyataan Imam Syafi’i Dalam Masalah Aqidah

IMG_7425Mengenal aqidah seorang imam besar Ahlu Sunnah merupakan perkara penting. Khususnya, bila sang imam tersebut memiliki pengikut dan madzhab yang mendunia. Karenanya, mengenal pernyataan Imam Syafi’i yang madzhabnya menjadi madzhab banyak kaum muslimin di negeri ini, menjadi lebih penting dan mendesak, agar kita semua dapat melihat secara nyata aqidah Imam asy-Syafi’i, dan dapat dijadikan pelajaran bagi kaum muslimin di Indonesia. Baca pos ini lebih lanjut

Belum Meng-Qadha Puasa, Hingga Datang Ramadhan Berikutnya

IMG_7418Berikut ini beberapa fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah seputar hutang puasa yang belum terbayar sedangkan Ramadhan berikutnya sudah akan datang. Semoga bermanfaat. Baca pos ini lebih lanjut

Video Trailer: “Taman Surga Kendari” bersama Ust Anas Burhanuddin MA # 9 April 2017 Kendari

Iman Kepada Qadar (Takdir) Baik dan Buruk

3EB8DC1A-A19C-4D7F-B482-320185D17C2C-1607-00000204DDB98B13Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Golongan yang selamat, Ahlus Sunnah wal Jama’ah beriman kepada qadar yang baik maupun buruk. Iman kepada qadar meliputi iman kepada setiap nash tentang qadar serta tingkatannya. Tidak ada seorang pun yang dapat menolak ketetapan Allah Azza wa Jalla. Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: