Umur Umat Islam 1500 Tahun ?

92b78806-00a2-4d24-84f6-309f090c2625-756-000000f1a30705ec_tmpKOREKSI TOTAL PERNYATAAN UMUR UMAT ISLAM 1500 TAHUN

Koreksi Pemahaman Terhadap Hadits Tentang Umur Umat Islam

Oleh : Dr. Sufyan bin Fuad Baswedan, MA

Dalam Shahih–nya, Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhu. Terjemahan bebas hadits ini ialah: Baca pos ini lebih lanjut

Beberapa Contoh Syariat Islam Yang Ditolak Karena Dianggap Sebagai Budaya ‘Arab

beberapa-contoh-syariat-islam-yang-ditolak-karena-dianggap-sebagai-budaya-arabUstadz Abdullah Taslim MA

Penolakan terhadap hukum-hukum Islam dan sunnah Rasulullah ﷺ sering kita dengar dan ditemukan di tangah-tengah masyarakat kita yang mayoritas beragama Islam, tentu dengan berbagai macam alasan dan argumentasi cacat yang mereka kemukakan. Misalnya anggapan mereka bahwa hukum Islam tersebut tidak sesuai dengan situasi dan kondisi manusia di jaman sekarang, atau alasan hukum Islam terlalu kolot dan kaku sehingga tidak bisa fleksibel mengikuti perkembangan kebutuhan manusia di era modern.

Padahal, bukankah Allah ﷻ yang menurunkan syariat Islam maha menciptakan segala sesuatu, termasuk menciptakan semua waktu dan tempat, serta maha mengetahui semua kondisi dan perubahan yang terjadi pada mahluk ciptaan-Nya, sehingga semua hukum dalam syariat Islam yang diturunkan-Nya sangat sesuai dengan kondisi mereka di setiap jaman dan tempat? Baca pos ini lebih lanjut

Hadits Lemah Tentang Besarnya Keuntungan Berdagang

hadits-lemah-tentang-besarnya-keuntungan-berdagangUstadz Abdullah Taslim MA

عن نعيم بن عبد الرحمن الأزدي قال: بلغني أن رسول الله  قال: «تسعة أعشار الرزق في التجارة». قال نعيم: وكسب العشر الباقي في السائمة،يعني: الغنم.

Dari Nu’aim bin ‘Abdir Rahman al-Azdi, dia berkata: Telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Sembilan persepuluh (90 %) rezki  ada pada (usaha) perdagangan”. Nu’aim berkata: “Usaha sepersepuluh (10 %) sisanya ada pada (ternak) kambing”. Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Musaddad bin Musarhad[1] dan Imam Abu ‘Ubaid[2] dengan sanad keduanya dari Dawud bin Abi Hind, dari Nu’aim bin ‘Abdir Rahman al-Azdi, dari Rasulullah.

 

Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: