Hukum Berburuk Sangka Dan Mencari-cari Kesalahan

hukum-berburuk-sangka-dan-mencari-cari-kesalahanSyaikh Abdul Muhsin Bin Hamd Al-‘Abbad Al-Badr

Allah Ta’ala berfirman.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-car kesalahan orang lain” [Al-Hujurat : 12]

Dalam ayat ini terkandung perintah untuk menjauhi kebanyakan berprasangka, karena sebagian tindakan berprasangka ada yang merupakan perbuatan dosa. Dalam ayat ini juga terdapat larangan berbuat tajassus. Tajassus ialah mencari-cari kesalahan-kesalahan atau kejelekan-kejelekan orang lain, yang biasanya merupakan efek dari prasangka yang buruk. Baca pos ini lebih lanjut

Hadits Lemah Tentang Siapa Yang Mengumandangkan Adzan Shalat Maka Dialah Yang Mengumandangkan Iqamah

adzanUstadz Abdullah Taslim MA

رُوِيَ عَنْ زِيَادِ بْنِ الحَارِثِ الصُدَائَي ، عَن النَّبِيِّ  أَنَّهُ قَالَ: « مَنْ أَذَّنَ فَهُوَ يُقِيمُ » رواه أبو داود والترمذي وابن ماجه وأحمد وغيرهم

Diriwayatkan dari Ziyad bin al-Harits ash-Shuda-i رضي الله عنه bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang mengumandangkan adzan (shalat) maka dialah yang mengumandangkan iqamah”.

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Abu Dawud (no. 514), at-Tirmidzi (1/838), Ibnu Majah (no. 717), Ahmad (4/169) dan lain-lain, dari Jalur ‘Abdur Rahman bin Ziyad al-Ifriqi, dari Ziyad bin Nu’aim al-Hadhrami, dari Ziyad bin al-Harits ash-Shuda-i رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ. Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: