Trompet Adalah Ciri Khas Ibadah Kaum Yahudi

img_1852dr. Raehanul Bahraen

Malam tahun baru tidak afdhal kalau tidak ada terompet, menurut mereka yang merayakannya. Di negara kita, sudah menjadi tradisi sebagian kaum Muslimin merayakannya dan ikut-ikutan meniup terompet. Akan tetapi perlu diketahui bahwa terompet merupakan ciri khas ibadah orang Yahudi sebagaimana dalam hadits berikut. Baca pos ini lebih lanjut

Pembatal-Pembatal Keislaman

447eb2c8-b51c-4fa4-b104-174ffdcfea2e-1164-0000012a3191c294_tmpAl-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Ahlus Sunnah wal Jama’ah meyakini adanya perkara-perkara yang dapat membatalkan keislaman seseorang. Berikut ini akan kami sebutkan sebagiannya: Baca pos ini lebih lanjut

‪Tidur/Istirahat Siang (Qailulah): Sehat Dan Sunnah‬

50729fee-43b5-4ddc-aefe-552ae4b4537c-367-0000002689f99b6e_tmpdr. Raehanul Bahraen

Kebiaasaan yang mungkin kita lakukan ini adalah sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, insyaAllah kita akan mendapat pahala jika kita meniatkannya. Adapun jika sekedar kebiasaan saja maka tidak berpahala. Inilah pentingnya ilmu, jika kita tidak mengetahui hal ini, maka tidur siang kita hanya semata-mata karena kebiasaan saja dan tidak mendapat pahala.

Selain itu tidur/istirahat siang (qailulah) juga termasuk kebiasaan yang menyehatkan asalkan tidak berlebihan, akan menyegarkan badan dan membantu kita untuk bangun shalat malam. Baca pos ini lebih lanjut

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Tidak Pernah Mencela Makanan

img_1581Kenikmatan Allah Subhanahu wa Ta’ala tiada terkira. Ragam makanan dan minuman sangat bervariasi. Kewajiban seorang muslim, menghargai nikmat-nikmat tersebut dan mensyukurinya. Kendatipun makanan yang tersedia sepele, celaan tidak layak muncul dari bibir seorang muslim.

Demikian juga, ketika makanan atau minuman tidak menggugah selera, atau mengundang ketidaksukaan, karena cita-rasanya yang kurang tajam, bentuknya yang tidak menarik, atau bahan-bahannya yang dirasa tidak bergizi, cacian tetap saja tidak cocok untuk dikeluarkan. Baca pos ini lebih lanjut

VIDEO: “Lerai Pertikaian Sudahi Permusuhan” Ust Dr. Firanda Andirja MA

Meluruskan Sejarah Syaikh Abdul Qadir Jailani

2c13b13b-e9c4-4ae3-bc3b-3e49fe9706c4-899-00000114b7fe8c5c_tmpSiapakah Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani Nama beliau adalah Ja’far bin Tsa’lab bin Ja’far bin Ali bin Muthahhar bin Naufal Al Adfawi. Seoarang ‘ulama bermadzhab Syafi’i yang tinggal di Baghdad.
Kelahiran dan wafatnya beliau : Dilahirkan pada pertengahan bulan Sya’ban tahun 685 H. Wafat tahun 748 H di Kairo. Biografi beliau dimuat oleh Al Hafidz di dalam kitab Ad Durarul Kaminah, biografi nomor 1452.

Imam Ibnu Rajab menyatakan bahwa Syeikh Abdul Qadir Al Jailani lahir pada tahun 490/471 H di kota Jailan atau disebut juga dengan Kailan. Sehingga diakhir nama beliau ditambahkan kata Al Jailani atau Al Kailani atau juga Al Jiliy. (Biaografi beliau dimuat dalam Kitab Adz Dzail ‘Ala Thabaqil Hanabilah I/301-390, nomor 134, karya Imam Ibnu Rajab Al Hambali. Buku ini belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia). Baca pos ini lebih lanjut

Hanya Engkau Sandaran Hatiku

6d372523-2c8b-4a6e-8417-31cb9869c001-514-00000079f2b25df3_tmpUstadz Abdullah Taslim MA

Barangkali masih banyak di antara kaum muslimin yang belum memahami arti penting-nya bersandar dan bergantung kepada Allah ta’ala dalam semua keadaan hamba. Bahkan hal ini menurut sebagian orang terkesan sebagai sesuatu yang menunjukkan kekurangan dan kelemahan, disebabkan anggapan kebanyakan orang yang menilai bahwa kemandirian manusia adalah kemuliaan, sedangkan ketergantungan kepada selain dirinya adalah kelemahan dan kekurangan, tanpa membedakan kepada siapa ketergantungan tersebut ditujukan.

Memang anggapan ini bisa dikatakan benar jika ketergantungan tersebut ditujukan kepada makhluk, siapapun dia, karena tidak ada satu makhlukpun yang sempurna dan sifat dasar makhluk lemah dan penuh kekurangan, maka apa gunanya bergantung kepada sesuatu yang juga lemah dan kurang seperti diri kita? Baca pos ini lebih lanjut

Hukum Memberi Salam Kepada Orang Yang Sedang Shalat

 

888c4f5e-c070-455c-9862-c5f60bcde553-423-000000652612750c_tmp

Abul Barra’ Muhammad Mahir al-Khatib

Mengucapkan salam kepada orang yang sedang shalat, disyari’atkan ataukah tidak? Telah terjadi perdebatan yang sangat alot dalam masalah ini, sehingga mengakibatkan banyak orang yang bingung. Pendapat yang terkuat dalam masalah ini adalah disunnahkan mengucapkan salam kepada orang yang sedang shalat. Dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu , Baca pos ini lebih lanjut

Teladan dan Kebaikan Dari Para Keluarga Salaf

ccfb1d79-915d-4497-bd3f-0ff61b3204b8-1790-00000224e824afd5_tmpUstadz Abdullah Taslim MA

Berbicara tentang kisah keteladanan para ulama Salaf dalam ketekunan beribadah, ketaatan dan sifat zuhud, tentu merupakan pembicaraan yang tidak asing bahkan sangat dikenal di kalangan kaum muslimin.

Akan tetapi, tahukah kita bahwa kisah keteladanan dari anggota keluarga mereka juga tidak kalah menariknya dan sangat patut untuk kita baca serta renungkan?

Sebagai bukti bahwa para ulama Salaf tidak hanya memperhatikan dan mengusahakan kebaikan untuk diri mereka sendiri saja, tapi mereka juga sangat memperhatikan pengajaran dan bimbingan kebaikan bagi anggota keluarga mereka. Baca pos ini lebih lanjut

Dua Jawaban Untuk Menolak Bid’ah Hasanah

8f591597-f81d-4dc0-89fa-9f6c395de684-2329-0000025b7f38a380_tmpRaehanul Bahraen

Bid’ah hasanah yaitu menganggapnya suatu kebaikan dan membolehkan adanya bid’ah [hal-hal baru dalam agama yang tidak ada tuntunannya dari syariat, dianggap sebagai ibadah dan terus-menerus dilakukan dengan cara, waktu, tempat yang sama]. Contoh bid’ah adalah yasinan dan maulid. Baca pos ini lebih lanjut

Hadits Palsu Tentang Keutamaan Mencium Kening Ibu

cd050979-6255-46fb-ad04-52e8a5640521-2134-000002656df59b2d_tmp Ustadz Abdullah Taslim MA

رُوِيَ عن ابن عباس أن رسول الله قال: « من قبل بين عيني أمه كان له ستراً من النار »

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mencium (kening) di antara kedua mata ibunya maka itu akan menjadi penghalang baginya dari api Neraka”.

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ibnu ‘Adi[1], Imam al-Baihaqi[2] dan Imam Ibnul Jauzi[3], dengan sanad mereka dari jalur Muhammad bin ‘Aqil bin Khuwailid, dari Abu Shalih Khalaf bin Yahya al-‘Abdi, dari Abu Muqatil, dari ‘Abdul ‘Aziz bin Abi Rawwad, dari ‘Abdullah bin Thawus, dari bapaknya, dari ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca pos ini lebih lanjut

Hadits Lemah Tentang Pensyaratan Jumlah Jama’ah Shalat Jum’at 40 Orang

58823793-bda5-4660-9181-4f3066afc458-1271-00000155a048702a_tmpUstadz Abdullah Taslim MA

عَنْ جَابِرٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ: « مَضَتِ السُّنَّةُ أَنَّ فِى كُلِّ ثَلاَثَةٍ إِمَامًا، وَفِي كُلِّ أَرْبَعِينَ فَمَا فَوْقَ ذَلِكَ جُمُعَةٌ وَفِطْرٌ وَأَضْحًى، وَذَلِكَ أَنَّهُمْ جَمَاعَةٌ »

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: “Sunnah (amal yang sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) yang telah dilakukan (sejak dulu) bahwa pada setiap tiga orang maka ada (seorang) yang dijadikan sebagai imam dan pada setiap empat puluh orang atau lebih dari itu maka (boleh mendirikan) shalat Jum’at, Idul fithri dan Idul adha, karena mereka adalah jama’ah”. Baca pos ini lebih lanjut

‪Masjid Dhirar, Masjid Kaum Munafik yang Dihancirkan Di Zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam‬

807579c50-3a27-456a-b15f-209495ac68aa-2134-00000262081f86da_tmpIni adalah bukti bahwa sesuatu yang dibangun bukan atas dasar ketakwaan maka akan hancur. Begitu juga masjid yang dibangun di atas kuburan (karena ada kuburan yang dikeramatkan), maka masjid seperti ini juga harus dihancurkan sebagaimana masjid Dhirar.

Kaum munafik membangun masjid Dhirar

Allah Ta’ala berfirman, Baca pos ini lebih lanjut

VIDEO: “Fakta Baru Wali Songo” Ust Zainal Abidin Lc

Jangan Tergiur Dengan Buih

523e345a-5773-48a0-a056-df6315bde991-1271-000001523954591e_tmpAl-Fadhil Al-Ustadz Abu Ahmad Zainal Abidin Lc حفظه الله تعالىٰ.

Sesungguhnya kemenangan dalam sepanjang sejarah tidak pernah ditentukan oleh peralatan, persenjataan dan perhelatan akbar manusia.

Kejayaan, kemenangan dan kebangkitan umat Islam hanya dengan da’wah dan pendidikan yang benar (tashfiyah dan tarbiyah) bukan dengan revolusi dan makar terhadap pemimpin.

قالوا: هل الخروج على الظالم مخالف لأصول

أهل السنة؟

Bila mereka berkata,
“Apakah makar kepada pemimpin yang zhalim bertentangan dengan prinsip beragama Ahlus Sunnah wal Jama’ah?” Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: