Hukum Tidak Menghadiri Khutbah Jum’at Dengan Sengaja

Studio_20160204_061021Pertanyaan:

Apa hukumnya tidak menghadiri khutbah jum’at tanpa udzur? Baru hadir ketika shalat Jum’at akan dimulai.

Syaikh Khalid Al Musyaiqih hafizhahullah menjawab:

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أما بعد

Orang yang sengaja tidak menghadiri dua khutbah Jum’at ia berdosa. Ini berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسَعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al Jumu’ah: 9).

firman Allah Ta’alamaka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah” di sini maksudnya khutbah jum’at. Karena dengan ayat ini Allah mengingkari para sahabat Nabi yang tidak menghadiri khutbah jum’at bersama Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan lebih mementingkan dagangan mereka. Lalu Allah Ta’alaberfirman:

وإذا رأوا تجارة أو لهوا انفضوا إليها وتركوك قائما قل ما عند الله خير من اللهو ومن التجارة والله خير الرازقين

Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: “Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan”, dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezeki” (QS. Al Jumu’ah: 11).

Dan kaidah mengatakan “tidak ada pengingkaran kecuali pada perkara yang wajib“.

Selain itu dalam Shahihain, dalam hadits Abu Hurairahradhiallahu’anhu ia berkata, Nabi Shallallahu’alahi Wasallam bersabda:

من اغتسل يوم الجمعة غسل الجنابة ثم راح فكأنما قرب بدنة – أي ناقة – ومن راح في الساعة الثانية فكأنما قرب بقرة ومن راح في الساعة الثالثة فكأنما قرب كبشاً أقرن ومن راح في الساعة الرابعة فكأنما قرب دجاجة ومن راح في الساعة الخامسة فكأنما قرب بيضة فإذا خرج الإمام حضرت الملائكة يستمعون الذكر

“barangsiapa yang mandi di hari Jum’at dengan mandi seperti mandi junub, kemudian pergi (ke masjid) maka seakan-akan dia berkurban dengan seekor budnah (unta). Dan barangsiapa yang pergi pada waktu kedua, maka seakan-akan dia berkurban dengan seekor sapi. Dan barangsiapa yang pergi pada waktu yang ketiga, maka seakan-akan dia berkurban dengan seekor kabsy aqran (domba yang bertanduk). Dan barangsiapa yang datang pada waktu yang ke empat, maka seakan-akan dia berkurban dengan seekor ayam. Dan barang siapa yang datang pada waktu yang kelima, maka seakan-akan dia berkurban dengan sebutir telur. Maka, jika imam telah keluar (naik mimbar), malaikat pun bersegera untuk mendengarkan dzikir (khutbah)”(HR. Bukhari-Muslim).

Maka mendengarkan khutbah jum’at itu wajib dan tidak boleh bagi seorang pun untuk meninggalkannya secara sengaja. Tidak boleh ia sengaja datang ketika iqamah. Orang yang melakukan hal itu ia berdosa. Wajib baginya untuk bertaubat dan bersegera untuk menghadiri khutbah jum’at sedini mungkin. Namun shalatnya tetap sah. Wallahu a’lam.

***

Sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/55979

Disalin ulang dari: kangaswad.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: