Beli Rumah dengan KPR

Beli Rumah KPRBagaimanakah hukum membeli rumah dengan sistem KPR?
Jazâkumullah khairan.

Jawaban:

Biasanya membeli rumah dengan sistem ini menggunakan skema riba. Karena konsepnya, pihak Perbankan atau Perusahaan Pembiayaan terlebih dahulu menghutangi calon pembeli sejumlah uang lalu meminta kembalian lebih dari nominal yang dikeluarkan. Terlebih dalam KPR itu, pihak nasabah/calon pembeli diminta untuk membayar uang muka terlebih dahulu. Setelah membayar uang muka, barulah KPR disetujui oleh Bank/Perusahaan Pembiayaan.

Praktek semacam ini tentu bermasalah secara syariat, karena sejatinya status rumah itu telah menjadi milik nasabah/pembeli. Dengan demikian peran Bank atau Perusahaan Pembiayaan hanya menghutangi semata, dan tentunya hutang tersebut mendatangkan keuntungan dan itu adalah riba.

Jika telah terlanjur, maka ada beberapa opsi pilihan:

  1. Solusi yang paling aman adalah dinegosiasi ulang agar tidak ada riba.
  2. Jika tidak memungkinkan, maka segera dilunasi agar praktek riba tidak berkepanjangan.
  3. Dan bila tidak memungkinkan maka saudara bisa melakukan oper kredit. Karena dengan menjual atau oper kredit kepada orang lain, maka dosa riba itu bukan lagi menjadi tanggung jawab saudara. Solusi ketiga ini merupakan solusi darurat, dengan pertimbangan dari pada kita yang melakukan perbuatan dosa, maka lebih ringan bila orang lain yang melakukannya, terlebih jika yang membelinya adalah orang-orang kafir. Itulah solusi dari KPR yang sudah terlanjur dilakukan.

Wallâhu a’lam.

(Soal-Jawab: Majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun XVII)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: