Seputar Cincin dan Batu Akik

Seputar Cincin dan Batu AkikSegala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang meniti jalan mereka hingga akhir zaman. Amma ba’du:

Sekarang lagi musim demen cincin batu akik, hingga dijual dengan harga jutaan. Katanya cincin akik punya fadhilah khusus. Apa itu benar? Terdapat banyak hadits yang menyebutkan keutamaan cincin akik, namun semuanya tidak shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, alias PALSU!!.

BERIKUT DIANTARA HADITS-HADITS PALSU TERSEBUT

  1. Pakailah cincin akik, karena akik itu diberkahi.
  2. Pakailah cincin akik, karena cincin akik mengurangi kefakiran. Sebagian ulama menjalskan, maksudnya, ketika seseorang memiliki akik, kemudian dia membutuhkan uang, dia bisa jual akiknya. Sehingga dia tidak harus berutang.
  3. Pakailah cincin akik, karena akik membuat sukses urusan. Dan tangan kanan lebih berhak untuk diberi perhiasan.
  4. Pakailah cincin akik, karena jibril mendatangiku dengan membawa akik dari surga. Beliau berpesan, ‘Hai Muhammad, pakailah akik, dan perintahkan umatmu untuk memakai cincin akik.’
  5. Pakailah cincin-cincin akik, karena kalian tidak akan pernah merasa sedih selama memakai cincin akik.

 

Hadits-hadits di atas disebutkan oleh al-Ajluni rahimahullah dalam kitab Kasyf al-Khafa, yang hampir semuanya beliau komentari: ‘Maudhu’ (Hadis PALSU). Hingga beliau menyebutkan kesimpulan yang disampaikan al-Uqaili tentang masalah hadis akik, Tidak ada satupun hadits shahih tentang akik dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Kasyf al-Khafa, 1/300).

Untuk itu, bagi anda pengagum akik, hindari klaim tentang keutamaan akik dan anjuran memakai akik. Karena semua hadits yang menyebutkan hal ini statusnya PALSU.

 

HINDARI PEMBOROSAN

Barangkali sejarah anthurium berulang. Masyarakat gila tren dedaunan, hingga rela mengosongkan sakunya. Begitu suasana ini hilang akibat diempas kilauan warna-warni daun aglaonema, hilang pula kehormatan anthurium. Terkadang kita perlu menyadari, mengapa ekonomi kita begitu tergantung dengan tren dan hobi, yang itu umumnya usianya sangat pendek. Dulu kita juga dipermainkan dengan ikan lohan. Anda bisa saksikan, berapa lama masa kejayaan tanaman dan ikan hias itu. Begitu harganya hilang, semua tinggal kenangan dan penyesalan. Tentu saja kita tidak berharap hal ini terulang untuk komoditas apapun. Sehingga kita hanya menjadi bulan-bulanan komunitas yang tidak jelas. Kita bisa menyadari, berapa lama hobi dan tren bisa bertahan di hati manusia yang sangat rentan dengan kebosanan.

Kita memohon kepada Allah, semoga kita tidak menjadi budak hobi, yang mana hal ini adalah termasuk kebiasaan jahiliyah.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengubur kebiasaan jahiliyah itu di bawah telapak kakinya, sebagaimana beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam nyatakan : “Ketahuilah segala sesuatu dari urusan jahiliah terkubur di bawah telapak kakiku ” [HR. Muslim]

Di antara kebiasaan jahiliyah yang dilakukan manusia di abad modern ini adalah kepercayaan kepada benda-benda mati. Di zaman jahiliyah manusia sering menggantungkan harapannya kepada benda-benda mati. Jika mereka menemukan sebuah batu yang amat besar atau berbentuk menyerupai makhluk hidup, atau memiliki warna yang agak asing atau bentuknya agak aneh, maka mereka meyakini bahwa batu-batu itu memiliki keistimewaan. Jika ukurannya kecil mereka membawanya pulang, jika tidak mereka mendatangi tempat batu itu. Mereka berkeyakinan bahwa batu-batu itu dapat menangkal sihir, menghentikan aliran darah atau memudahkan kelahiran. Ada yang digantungkan di leher atau diikatkan di tangan dan di kaki wanita yang akan melahirkan. Ada lagi batu yang disebut ”batu akik”, mereka yakini dapat membuat diam seseorang yang mau marah, atau bahkan obat bagi penyakit ain (mata jahat). Ada pula yang disebut batu zamrud, mereka yakini dapat mengobati penyakit ayan. Padahal semua itu adalah khurafat dan khayalan saja.

 

BERIKUT BEBERAPA HADITS YANG MENCERITAKAN CINCIN RASULULLAH.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan, Cincin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terbuat dari perak, dan mata cincinnya berasal dari Habasyah (ethiopia). (HR. Muslim 2094, Tirmidzi 1739).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggunakan cincin dari perak, dan beliau gunakan untuk menstempel suratnya. (HR. Ahmad 5366, Nasai 5292).

Ketiga, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan, ”Cincin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari perak, dan mata cincin juga dari bahan perak.” (HR. Bukhari 5870).

Ukiran mata cincin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertuliskan: Muhammad [محمد] satu baris, Rasul [رسول] satu baris, dan Allah [الله] satu baris. (HR. Tirmidzi 1747, Ibn Hibban 1414)

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat cincin dari perak, dan diukir: Muhammad Rasulullah. Kemudian Beliau bersabda, “Sesungguhnya aku membuat cincin dari perak, dan aku ukir Muhammad Rasulullah. Karena itu, jangan ada seorangpun yang mengukir dengan tulisan seperti ini.” (HR Bukhari)

 

BOLEHKAH MEMAKAI CINCIN DARI BESI DAN TEMBAGA?

Dalam hadits Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Aash bahwasanya
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat salah seorang sahabat memakai cincin dari emas, maka Nabipun berpaling darinya, lalu sahabat tersebut pun membuang cincin tersebut, lalu memakai cincin dari besi. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Ini lebih buruk, ini adalah perhiasan penduduk neraka”. Maka sahabat tersebut pun membuang cincin besi dan memakai cincin perak. Dan Nabi mendiamkannya” (HR Ahmad 6518)

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa cincin besi merupakan perhiasan PENDUDUK NERAKA, ini merupakan ‘illah (sebab) pengharaman penggunaan cincin besi. Dan kita ketahui bahwasanya para penghuni neraka diikat dengan rantai dan belenggu, dan yang kita ketahui biasanya rantai dan belenggu terbuat dari besi (lihat ‘Aunul Ma’buud 11/190). Allah Ta’ala juga berfirman : “Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi” (QS Al-Haaj : 21)

Dan dari sini juga bisa kita pahami bahwasanya larangan memakai cincin besi mencakup laki-laki dan perempuan, karena keduanya dituntut untuk tidak menyerupai penduduk neraka. Dari sini juga kita pahami bahwasanya jika cincin tersebut tidak terbuat dari besi murni maka tidaklah mengapa (lihat Fathul Baari 10/323).

Sebagian ulama juga mengharamkan cincin yang terbuat dari tembaga karena tembaga juga merupakan perhiasan penduduk neraka. Allah berfirman : “Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka” (QS Al-Haaj : 19)

Sa’id bin Jubair menafsirkan pakaian dari api tersebut dengan “tembaga yang dipanaskan” (Lihat Tafsir At-Thobari 18/591 dan Tafsir Ibnu Katsir 5/406)

Demikian juga firman Allah Ta’ala, “Pakaian mereka adalah dari qothiroon” (QS Ibrahim : 50).

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma menafsirkan qothiroon dengan nuhaas “tembaga yang panas” (lihat Tafsir Ibnu Katsir 4/522)

 

DITANGAN YANG MANA DAN JARI YANG MANA MEMAKAI CINCIN?

Sebagian ulama berpendapat akan disunnahkan memakai cincin di tangan kiri, dan sebagian yang lain berpendapat di tangan kanan. Dan pendapat yg lebih kuat adalah pendapat yang menyatakan dibolehkan di kanan atau kiri.

Imam Ibnul Qoyyim Al Jauziyah rahimahullah berkata, “Semua hadits-hadits tersebut  (yang menyebutkan Nabi menggunakan cincin di tangan kiri dan juga hadits-hadits yang menyebutkan Nabi menggunakan cincin di tangan kanan-pen) sanadnya shahih” (Zaadul Ma’aad 1/139)

 

Diantara hadits-hadits tersebut adalah : Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata : “Cincin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di sini –Anas mengisyaratkan ke jari kelingking dari tangan kirinya (HR Muslim no 2095), Anas radhiyallahu ‘anhu juga berkata : “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memakai cincin perak di tangan kanan beliau, ada mata cincinnya terbuat dari batu habasyah (Etiopia), beliau menjadikan mata cincinnya di bagian telapak tangannya” (HR Muslim no 2094).

Hadits Anas radhiyallahu ‘anhu di atas juga menunjukkan bahwa disunnahkan untuk memakai cincin pada jari kelingking.

BOLEHKAH MEMAKAI CINCIN DI JARI TENGAH DAN TELUNJUK?

Telah lalu bahwasanya sunnah bagi lelaki untuk memakai cincin pada jari kelingking, demikian pula ia dibolehkan memakai cincin pada jari manis, karena tidak ada dalil yang melarangnya. Adapun memakai cincin pada jari telunjuk dan jari tengah maka ada larangan yang datang. Ali bin Abi Tholib radiallahu ‘anhu berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangku untuk memakai cincin di kedua jariku ini atau ini”. Ali mengisyaratkan kepada jari tengah dan yang selanjutnya (yaitu jari telunjuk).” (HR Muslim no 2078)

Para ulama juga sepakat bahwa larangan ini hanya berlaku bagi kaum lelaki, adapun para wanita bebas untuk memakai cincin di jari mana saja, karena para wanita dibolehkan untuk berhias.

DIHARAMKAN BAGI LELAKI MEMAKAI SEGALA BENTUK PERHIASAN YANG TERBUAT DARI EMAS

“Dari Ali bin Abi Tholib radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil kain sutra lalu meletakkannya di tangan kanan beliau, dan mengambil emas lalu beliau letakan di tangan kiri beliau, lalu beliau berkata : “Kedua perkara ini haram bagi kaum lelaki dari umatku” (HSR Abu Dawud no 4057, An-Nasaai no 5144). Bahkan para ulama menyebutkan bahwa cincin yang ada polesan emasnya pun tidak boleh digunakan oleh laki-laki.

Syaikh Muhammad Al-Utsaimin rahimahullah berkata : “Jam (tangan. red) yang dipoles dengan emas boleh bagi wanita, adapun bagi para lelaki maka haram” (Majmuu’ Al-Fataawa Syaikh Utsaimin 11/62)

Kesimpulannya, memakai batu akik asalnya boleh selama tidak ada keyakinan syirik di dalamnya. Yang jadi masalah adalah jika diyakini sebagai batu akik tersebut sebagai penglaris, pengasihan, pelindung diri, pencegah penyakit, dan keyakinan lainnya yang tak terbukti ilmiahnya.

Demikian bahasan kita kali ini semoga bermanfaat bagi kami dan pembaca serta segenap kaum muslimin. Wallâhu A’lam.

Disarikan dari berbagai sumber oleh: Tim Redaksi Buletin Darul Huda Kendari

Terbit Edisi: 02/VII Jumadil Awal 1433 H

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: