Do’a Nabi Sulaiman ‘alaihis salam

Do'a Nabi Sulaiman 'alaihis salamOleh: Ustadz Abu Ilyas Zaenal Mushtofa

وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

“Ya Rabbku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhai, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih” (QS. An-Naml: 19)

Makna kalimat:

  1. Kalimat وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ

mengandung makna permintaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Subhanahu Wa Ta’ala agar senantiasa mensyukuri apa yang telah Dia berikan kepadanya. Terutama apa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala khususkan kepadanya dan tidak diberikan selainnya, semisal mengerti bahasa burung dan mendengar percakapan semut.

  1. Kalimat عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ

mengandung makna, bahwa nikmat pada anak-anaknya. Oleh karena itu, beliau meminta taufik kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar bisa mensyukuri nikmat (ukhrawi dan duniawi) yang telah Allah berikan kepadanya dan kedua orang tuanya, yaitu Nabi Dawud alaihis salam dan istrinya, dan termasuk ahli ibadah dan orang yang shalih.

  1. Kalimat وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ

mengandung makna permintaan agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberinya taufik untuk beramal shalih yang diridhai karena sesuai dengan perintah-Nya, ikhlas mengharap wajah-Nya dan selamat dari hal-hal yang bisa merusak atau mengurangi pahalanya.

 

  1. Kalimat وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

 

mengandung makna bahwa tatkala aku telah meninggal, masukanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang shalih, tulislah namaku di antara nama mereka dan kelak bangkitkanlah aku bersama mereka, yakni bersama Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub dan para Nabi alaihis salam setelahnya, sebagaimana penjelasan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu.

Faedah:

  1. Di antara do’a para Nabi yang diabadikan dalam Al-Qur’an adalah do’a Nabi Sulaiman, di mana Allah telah mengengkatnya sebagai Nabi dan Rasul, menganugerahinya kerajaan, mengajarinya bahasa burung, dan berbagai nikmat yang tidak diberikan kepada selainnya/
  2. Meski kita tidak mendapat anugerah seperti yang diterima oleh Nabi Sulaiman, tidak sepantasnya kita meninggalkan do’a diatas, karena banyaknya nikmat yang diberikan kepada kita dan kedua orang tua kita, serta faedah luar biasa yang akan kita peroleh dari do’a tersebut.
  3. Sebuah perbuatan terkadang dipandang shalih atau baik oleh pelakunya, namun tidak diridhai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ini dikarenakan tidak sesuai dengan perintah-Nya atau tidak ikhlas karena-Nya. Karena itu, para ulama menjelaskan, bahwa syarat diterimanya sebuah amal harus ikhlas dan mutaba’ah, yaitu sesuai dengan petunjuk dari Allah dan Rasul-Nya. Jika salah satunya tidak terpenuhi, maka amal tersebut mungkin tergolong bid’ah, atau dilakukan karena riya’, sehingga tidak diterima oleh Allah. Allahu a’lam

Sumber: Majalah Al Mawaddah. Vol 81 – Rabi’ul Awwal 1436H

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: