Raja Abdullah bin Abdul Aziz, Sosok Ayah Bagi Rakyatnya

Raja Abdullah bin Abdul Aziz, Sosok Ayah Bagi RakyatnyaPerjalanan hidup Raja Abdullah bin Abdul Aziz adalah sejarah emas yang pernah dimiliki Arab Saudi, dunia Islam, dan pemimpin di era modern. Jasa-jasanya membuat citra Islam di mata dunia begitu humanis dan menjadi rahmat bagi sekalian alam (rahmatan lil ‘alamin). Namun kata Imam asy-Syafi’i rahimahullah

رضا الناس غاية لا تدرك فعليك بما يصلحك فالزمه فانه لا سبيل الى رضاهم

“Ridha manusia itu sulit digapai. Cukup lakukan apa yang maslahat bagimu. Konsekuenlah melakukannya, tak perlu memperdulikan apa yang mereka katakan.”

Sebaik apapun rekam jejaknya, tidak semua orang suka padanya, khususnya orang-orang Syiah, takfiri, dan orang-orang yang tertipu mengira berita itu adalah fakta. Ketiga kelompok ini akan menganggap berita baik tentang Arab Saudi adalah dusta dan berita buruknya adalah fakta. Terserah dari mana sumbernya, tidak peduli dari orang-orang fasik atau bahkan orang kafir, yang penting itu bukan pujian untuk Arab Saudi.

Mengapa Mereka Mencintainya?

Sebelum berkisah tentang kesan masyarakat Arab Saudi dan dunia tentang kepribadian beliau, ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu, mengapa Raja Abdullah begitu dicintai.

Sejak lama, apabila Raja Abdullah tidak menerima tamu negara atau duta besar, ia membuka istananya untuk rakyatnya. Mendengarkan keluhan mereka dan memberikan jalan keluar dari masalah yang mereka hadapi hingga pukul 19.00. Lalu, tidur usai makan malam, dan bangun tengah malam untuk menyelesaikan pekerjaan hingga fajar. Perkembangan dunia ia pantau dari 33 layar televisi yang menyiarkan berbagai saluran di ruang kerjanya.

Jika sebelumnya pertemuan dengan rakyat karena tidak ada tamu negara, beda halnya dengan hari Rabu. Hari ini adalah waktu khusus ia luangkan untuk rakyat. Sekitar 200 orang bisa bertemu secara langsung dengannya selama 1-2 jam dan mengadukan segala permasalahan mereka. Dari pembiayaan pengobatan, pekerjaan sampai memohon grasi bagi anggota keluarga yang dijatuhi hukuman mati.

Ada yang bisa diselesaikan secara langsung seperti biaya pengobatan, tapi sebagian besar ia bawa ke kantornya untuk ditindak-lanjuti lebih jauh.

Pernah, seorang bapak menghadap justru untuk membela pembunuh anaknya yang akan dihukum mati dua hari lagi. Memang, Alquran menyebutkan hukum qishas, nyawa dibayar nyawa, tapi lebih baik memaafkan dan tak menyimpan dendam. Orangtua si pembunuh langsung dipanggil. Raja –sewaktu itu masih putra mahkota- memeluk pundak pria itu dengan mata berkaca-kaca dan orang tua si pembunuh menangis tersedu-sedu.

Dalam waktu yang singkat (9 tahun pemerintahannya), ia telah membangun 28 universitas bertahap internasional, 6 rumah sakit kota, 11 rumah sakit khusus (spesialis), 32 rumah sakit umum, sejumlah jalan raya dan rel kereta api yang menghubungkan berbagai wilayah di Saudi, 11 gelanggang olahraga, beasiswa pendidikan dll. Sejak 2005, negara selalu mendapatkan untung dari kebijakannya.

Kegiatan Sosial

Membaca rekam jejak Raja Abdullah untuk umat Islam dunia sungguh sangat mengagumkan. Seandainya orang-orang yang mencelanya tahu apa yang telah ia lakukan, pasti mereka malu untuk mengatakan “Apa yang raja itu telah lakukan untuk umat Islam, untuk Palestina?”

Bagi mereka para pencela, jangankan warga Gaza atau Palestina secara umum, tahukah Anda Raja Abdullah memerintahkan Islamic Developmen Bank (IDB) yang bermarkas di Jeddah untuk membuat suatu proyek besar menanggung biaya hidup lebih dari 5000 orang anak korban tsunami Aceh. Ahmad Muhammad Ali, presiden Islamic Development Bank (IDB) mengatakan, “Dalam pertemuan secara pribadi dengan Raja Abdullah, ia menyatakan mensponsori 2.000 anak yatim Aceh dengan membuatkan dan menyediakan untuk mereka perumahan, akomodasi, pendidikan, dan kesehatan sampai usia 15 tahun. Dan Raja menerima 105 dari anak yatim ini sebagai tamunya pada musim haji yang lalu.”

Presiden IDB, Ahmad Muhammad Ali, juga mengatakan bahwa Raja Abdullah menyumbangkan 1 miliar Riya Saudi untuk membangun klinik keliling. IDB diberi wewenang untuk mengatur klinik di daerah pedesaan dimana tidak ada pusat kesehatan yang memadai. Orang-orang miskin di Pakistan, India, Bangladesh, Yaman, Afghanistan, Kyrgyzstan, dan Tajikistan telah memperoleh manfaat dari program ini. Ali mencatat bahwa satu bulan yang lalu, Raja menyumbangkan SR131 juta untuk membantu negara-negara Afrika Barat untuk memerangi Ebola. Dia mempercayakan IDB untuk mendirikan pusat perawatan medis khusus di Guinea, Sierra Leone, Liberia dan Mali untuk memberikan pengobatan untuk orang yang terkena virus mematikan.

Ali mengatakan bahwa Raja Abdullah yang mengusulkan agar IDB harus mengambil alih pengelolaan dana al-Aqsa dan al-Quds selama KTT Islam yang secara darurat diadakan di Kairo pada tahun 2000. “Pada KTT luar biasa ketiga yang diadakan di Mekah pada bulan Desember 2005, Raja abdullah meluncurkan Rencana Pembangunan 10 tahun dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang bertujuan untuk menghadapi tantangan-tantangan yang dihadapi umat Islam di abad ke-21. Raja yang merencanakan, dan IDB yang akan mengambil alih pelaksanaan dari sisi ekonomi dari perencanaan tersebut.” Demikian tutur Ali sebagaimana dimuat dalam Saudi Gazette.

Perkampungan orang-orang Rohingya di Arab Saudi. Kerajaan telah menampung mereka sebelum isu ini terdengar oleh dunia.

Ini hanya sebagian kecil kegiatan sosial yang beliau pimpin secara langsung. Terlalu banyak untuk disebutkan di sini satu per satu. Bagaimana orang yang demikian tidak dicintai? Dan malah mendapatkan fitnah?

Kami Kehilangan Ayah Tercinta

Zubaidah Kahyyat, salah seorang staf di Rumah Sakit Militer di Pangkalan Udara King Abdul Aziz, Dahran, mengatakan, “Saudi tidak hanya kehilangan seorang raja, kita semua kehilangan seorang ayah yang penuh kasih”.

Ruah Hariri, seorang dosen di King Abdul Aziz University, menyatakan bahwa semua rakyat benar-benar bersedih dengan kabar wafatnya. Ia mengatakan, “Anda akan sangat dirindukan”.

Syarfir Abdul Wahab, CEO lembaga kewira-usahaan di Riyadh menyatakan bahwa wafatnya Raja Abdullah adalah kehilangan seorang reformis besar. Ia mengatakan, “Wafatnya Raja Abdullah adalah berita yang sangat menyedihkan… Dia adalah pendiri Kerajaan Arab Saudi modern yang telah melakukan reformasi besar dan berhasil melawan gejolak di wilayah tersebut”. Ia melanjutkan, “Dia membawa banyak perubahan, seperti partisipasi perempuan dalam pemerintahan, dan sukses menerapkan modernisasi hukum dan peraturan di berbagai sektor seperti pada pendidikan tingkat tinggi”.

Amal al-Syarif, warga Jeddah, sambil menangis ia mengatakan, “Kabar wafatnya benar-benar membuat hatiku hancur. Kami akan sangat-sangat merindukannya. Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan betapa aku mencintai raja kita yang tercinta ini”.

Wahdah al-Utaibi mengatakan, “Apakah Anda tahu bagaimana rasanya saat ayah Anda meninggal? Anda akan tinggal di rumah hanya bersama ibu dan saudara-saudara dengan perasaan takut apa yang sedang terjadi di luar. Itulah yang kita rasakan saat ini”.

Bayan warga Abha mengatakan, “Cahaya terang itu padam”.

Dalal al-Jarusy, mahasiswa MBA, mengatakan, “Kami merasa menjadi yatim”.

Mereka yang belum sempat menyolatkan sang raja di masjid, maka tidak melewatkannya untuk menyolatkan beliau di makamnya.

Zohoor Asiri, seorang mahasiswi kedokteran tingkat akhir di Universitas Debrecen di Hungaria, mengatakan dia sangat terkejut ketika mendengar berita wafatnya sang raja. “Masa remajaku dan kehidupanku di dunia kampus berkat program bantuannya. Dan apa yang saya capai saat ini adalah karena jasa baiknya terhadap rakyatnya.”

Ia melanjutkan, “Dia adalah sosok ayah bagi kami semua dan kemurahan hatinya menjangkau kami dalam banyak cara. Hati kami benar-benar sedih atas kehilangan ini dan kami akan terus berdoa untuknya. Karena kesempatan ini, saya lebih kuat, lebih mandiri, dan lebih siap untuk membawa semua yang telah saya pelajari ke negeri Arab tercinta. Ini adalah mimpi ayah kami, ia adalah milik semua anak-anak di kerajaan. Dia tidak akan pernah terlupakan.”

Anas al-Ayesy, mahasiswa pasca sarjana di California State University Northridge, adalah salah satu dari banyak orang yang mendapatkan manfaat dari waktunya di luar negeri. “Aku baru saja lulus dari jurusan manufacturing systems engineering. Pencapaian ini adalah sesuatu yang selalu aku cita-citakan. Sekarang raja telah wafat, aku akan lebih bertekad untuk kembali ke negaraku membantu dan membangunnya, dengan cara yang telah direncanakan Raja Abdullah.” Kata Anas, “Aku menyelesaikan S1 dari University of Minnesota dan dengan mudah menyelesaikan studi master di California State University Northridge. Aku tidak pernah membayangkan mencapai apa yang kudapatkan sekarang tanpa program beasiswa dari Raja Abdullah. Dia telah memberi saya kesempatan untuk sukses. Dan dia akan sangat dirindukan.”

Duaa Banaja, seorang mahasiswi di Boston University School of Medicine, berkali-kali mengungkapkan kesedihannya di berbagai akun jejaring sosialnya. Baru-baru ini, Duaa Banaja, berhasil melanjutkan studinya di Los Angeles untuk studi masternya.

Duaa bercita-cita menyelesaikan pendidikannya kemudian mempraktikkan apa yang telah ia pelajari. Ia merupakan salah satu dari 125.000 siswa Saudi yang belajar di berbagai universitas di Amerika Serikat. “Ini adalah kehilangan yang bukan hanya bagi saya pribadi, tetapi juga bagi seluruh bangsa. Saya salah satu dari banyak yang beruntung yang mewujudkan mimpi raja kami. Sebuah negara makmur penuh dengan murid terdidik. Visinya akan hidup selamanya.”

Ucapan Duka dari Masyarakat Dunia

Situs sosial media dipenuhi dengan ucapan belasungkawa dari seluruh dunia. Warga menyatakan duka dan kesedihan mereka dengan cara yang berbeda. Sementara beberapa tetap diam karena shock, yang lainnya mengungkapkan dengan kata-kata atau bahkan puisi untuk memuji mendiang raja.

Issam Abu Khalil, seorang Anggota Komite di Jalur Gaza, mengatakan, “Raja Abdullah telah memberikan banyak dukungan finansial maupun politiknya untuk Palestina selama ini.” Dan rakyat Palestina berkabung selama tiga hari untuk mengenangnya.

Fay Alsharqawi, aktris dari Bahrain, ia mengungkapkan kesedihannya di akun Instagram-nya. “Kami tidak akan pernah melupakan saat Bahrain tengah mengalami krisis (pemberotakan Syiah), Raja Abdullah mengatakan bahwa Bahrain adalah putri bungsunya,” tulisnya.

Fouad Ali, seorang aktor dari Kuwait, mengucapkan duka kepada 700.000 followernya di sosial media dengan mengupload gambar foto pilu tentang Raja Abdullah. Ia menulis, “Semoga Allah mencurahkan kesabaran pada hati kita. RIP.”

Shaimaah Sabt, aktris dari Bahrain, ia mengganti profil picturenya dengan gambar Raja Abdullah dan men-twit, “Raja Abdullah pernah meminta kita berdoa untuknya tatkala ia masih hidup. Kita harus tidak pernah lupa mendoakannya saat ia telah tiada.”

Ali al-Hashim, seorang mantan insinyur senior di Kuwait Airlines, mengatakan, “Kuwait berduka karena kehilangan ayah dari GCC. Kita semua adalah satu dan apa yang membuat Saudi bersedih, maka kita juga merasakannya. Kita mungkin memiliki aksen dan bendera yang berbeda, tapi Arab Saudi dan Kuwait tidak dapat dipisahkan.”

Saeed asy-Syamsi, dari UEA, men-twit, “Seluruh Abu Dhabi hancur (dalam kesedihan).”

Tweet lain dari Yusuf Faruk, Qatar: “Kami tidak akan pernah melupakan Anda.”

Arjhen Mora, expatriat ASEAN-Asean Management and Technical Services Inc, yang merupakan warga Filipina yang berdomisili di Riyad. “Langkah kebijakan Anda akan selalu tercetak di hati kami. Terima kasih telah memperjuangkan hak-hak rakyat Filipina. Insya Allah Baba!” katanya.

Belasungkawa Dari Pemimpin Dunia

Pemimpin yang besar akan mendapatkan pengakuan dan tribute dari berbagai pemimpin dunia lainnya. Demikian pula dengan Raja Abdullah, beliau mendapat penghormatan dan ucapan terima kasih dari pemimpin dunia yang lain. Tidak hanya negara muslim, tapi juga dari negara-negara non muslim. Sekali lagi, hal ini menunjukkan bahwa beliau sukses membangun citra Islam rahmatan lil ‘alamin.

Citra Islam rahmatan lil ‘alamin itu di antaranya bisa dilihat dari utusan-utusan negara yang datang untuk menghormati beliau:

  1. Presiden Prancis Francois Hollande,
  2. Presiden Afghanistan Ashraf Ghani,
  3. Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla,
  4. Raja Spanyol Felipe VI,
  5. Raja Belanda Willem-Alexander,
  6. Perdana Menteri Austria Werner Faymann,
  7. Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi,
  8. Putra Mahkota Norwegia Haakon Magnus,
  9. Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban,
  10. Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi,
  11. Putra Mahkota Denmark Frederik Andre Henrik,
  12. Perdana Menteri Rusia Dmitriy Medvedev,
  13. Wakil Perdana Menteri China Yang Jiechi,
  14. Wakil Presiden India Hamid Ansari,
  15. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan,
  16. Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif,
  17. Presiden Palestina Mahmoud Abbas,
  18. Perdana Mentri Malaysia Prime Minister Najib Razak,
  19. Presiden Irak Fuad Masum, dan masih banyak lagi.

Adapun ucapan-ucapan pemimpin dunia untuk menghormati dan berterima kasih kepada beliau di antaranya:

  • Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono.

Atas wafatnya Raja Saudi Arabia Abdullah bin Abdulaziz, selaku mantan Presiden dan pribadi saya mengucapkan bela sungkawa yang dalam.

Di bawah kepemimpinan Raja Abdullah, hubungan bilateral Indonesia-Saudi Arabia baik dan kuat. Perhatian beliau untuk Indonesia besar.

Atas permohonan saya, beliau memberikan pengampunan atas banyak WNI yang divonis hukuman mati di Saudi Arabia.

Beliau juga mengabulkan permintaan Indonesia agar penanganan ribuan WNI yang “overstay” dilaksanakan dengan baik dan dengan waktu yang cukup.

Dari Padang, yang alami gempa bumi tahun 2009, saya menelepon beliau untuk ucapkan terima kasih atas bantuan yang besar kepada Sumbar dan Indonesia.

Di era beliau dan saya, kedua negara selenggarakan MTQ internasional (bacaan & hafalan) yang setiap tahun dilaksanakan di Indonesia.

Beberapa kali saya bertemu beliau, termasuk di forum G-20, untuk tingkatkan kemitraan dan wujudkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam.

Semoga almarhum, Raja Abdullah, pemimpin bijak & sahabat baik Indonesia, diterima di sisi Allah sesuai dgn amal dan ibadahnya. Diambil dari akun Twitter @SBYudhoyono.

  • Emir Qatar, Syaikh Tamim bin Hamad al-Thani.

Raja Abdullah adalah salah satu pemimpin terbesar dan terbaik dari negara-negara Arab dan Islam yang mengabdikan hidupnya untuk melayani tanah air dan bangsanya.

  • Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Raja Abdullah dikenal sebagai seorang negarawan yang bijaksana, konsisten dengan ucapannya, dan politisi yang handal, pemimpin yang dicintai dan dihormati oleh orang-orang. Dan memiliki posisi terhormat di kancah internasional.

  • Presiden Palestina, Mahmoud Abbas.

Saya ingin menyampaikan kesedihan dan kepedihan karena kehilangan ksatria Arab yang besar, Raja Abdullah. Kami berharap raja yang baru, Raja Salman, sukses dalam tugasnya demi kebaikan orang-orang Saudi dan dalam melayani dunia Arab-Muslim seperti yang dilakukan pendahulunya.

  • Perdana Mentri Inggris, David Cameron.

Saya sangat sedih mendengar kematian Penjaga Dua Tanah Suci, Yang Mulia Raja Abdullah bin Abdul Aziz al-Saud. Dia akan diingat selama bertahun-tahun yang panjang karena pelayanananya kepada Kerajaan, dan atas komitmennya terhadap perdamaian serta memperkuat saling pengertian antar agama.

  • Perdana Mentri Bangladesh, Syaikh Hasina

Bangladesh telah kehilangan seseorang saudara yang memiliki perhatian yang sangat besar. Seorang yang dermawan dan bijaksana.

  • Presiden Afganistan, Asyraf Ghani.

Di hari duka ini, saya mengucapkan belasungkawa yang terdalam kepada Arab Saudi dan keluarga Raja Abdullah bin Abdul Aziz. Afghanistan akan selalu mengingat Raja Abdullah sebagai pendukung perjuangan Afghanistan. Dia selalu mendukung proses perdamaian di Afghanistan.

  • Wakil Juru Bicara Presiden Filipina, Abigail Valte.

Ia menyatakan bahwa Raja Abdullah mendapatkan belasungkawa dari pemerintah Filipina. Ia berjasa dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja Filipina di luar negeri (OFW) di Arab Saudi, khususnya terbebas dari hukuman mati. “Dia memberikan grasi dalam kasus-kasus yang berbeda bagi warga Filipina. Ia merogoh uang pribadinya untuk membantu kasus Rodelio Celestino Lanuza; dan memberikan pekerja migran di Arab Saudi kesempatan untuk memperbaiki status.”

  • Wakil Presiden Filipina di era President Benigno Aquino

Kebaikan dan kasih sayang Raja Abdullah luar biasa. Dia adalah Raja Saudi pertama yang menyumbangkan uang tebusan untuk menyelamatkan nyawa seorang pekerja Filipina di luar negeri.

Beliau juga banyak mendapat pujian dari kaum wanita, baik dari kalangan akademisi, pebisnis, dan rakyat karena telah memberikan hak-hak yang besar dan keadilan untuk mereka. Tentu hal ini sangat berbeda dengan kesan yang kita terima selama ini. Seperti dimuat Saudi Gazette dalam tulisan mereka yang berjudul Businesswomen all praise for King Abdullah’s reforms dan A tribute to a great leader and wise reformer.

Seandainya pujian-pujian terhadap beliau ditulis, mungkin bisa menjadi sebuah buku tersendiri dan tidak akan cukup dalam tulisan singkat ini.

Sumber:
– Arabnews
– Nationalgeographic
– Saudigazette

Oleh Nurfitri Hadi (@nfhadi07)
Sumber Artikel www.KisahMuslim.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: