Kiat kiat Menuju Keluarga Sakinah

kiat kiat menuju keluarga yg sakinahUstadz Yasid bin Abdul Qadir Jawas

Agama Islam telah memberikan petunjuk yang lengkap dan rinci terhadap persoalan pernikahan. Mulai dari anjuran menikah, cara memilih pasangan yang ideal, melakukan khitbah (peminangan), bagaimana mendidik anak, serta memberikan jalan keluar jika terjadi kemelut dalam rumah tangga, sampai dalam proses nafaqah (memberi nafkah) dan harta waris, semua diatur oleh Islam secara rinci, detail dan gamblang.

Selanjutnya untuk memahami konsep pernikahan dalam Islam, maka rujukan yang paling benar dan sah adalah Al Qur’an dan As Sunnah Ash Shahihah yang sesuai dengan pemahaman Salafush Shalih. Berdasar rujukan ini, kita akan memperoleh kejelasan tentang aspek-aspek pernikahan, maupun beberapa penyimpangan dan pergeseran nilai pernikahan yang terjadi di dalam masyarakat kita.

Pernikahan adalah fitrah kemanusiaan, maka dari itu Islam menganjurkan untuk menikah, karena nikah merupakan gharizah insaniyah (naluri kemanusiaan). Baca pos ini lebih lanjut

Hak Suami Atas Isterinya : Tidak Menuntut Sesuatu Diluar Kesanggupan, Tidak Keluar Tanpa Seizinnya

Hak Suami Atas IsterinyaAbu Hafsh Usamah bin Kamal bin Abdir Razzaq

10. HAK SUAMI ATAS ISTERINYA IALAH TIDAK MENYAKITINYA SERTA TIDAK MENUNTUT KEPADANYA SESUATU YANG TIDAK DIBUTUHKAN DAN MELEBIHI KESANGGUPANNYA.
At-Tirmidzi meriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda:

لاَ تُؤْذِيْ امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِي الدُّنْيَا إِلاَّ قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ: لاَ تُؤْذِيْهِ قَاتَلَكِ اللهُ، فَإِنَّمَا هُوَ دَخِيْلٌ -أَيْ ضَعِيْفُ رَاحِلٍ- يُوْشِكُ أَنْ يُفَارِقُكِ إِلَيْنَا.

“Tidaklah seorang wanita menyakiti hati suaminya di dunia, melainkan isterinya yang berasal dari kalangan bidadari berkata: ‘Jangan sakiti dia, semoga Allah membinasakanmu. Ia hanyalah seorang yang lemah yang nyaris meninggalkanmu (untuk pergi) kepada kami.’”[1] Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: