Hadits Palsu Tentang Larangan Bersafar di Hari Jum’at

safar jumatUstadz Abdullah bin Taslim. MA

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ النَّبِيُّ  : (( مَنْ سَافَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ دَعَا عَلَيْهِ مَلَكَاهُ أَنْ لَا يُصَاحَبَ فِي سَفَرِهِ وَلَا تُقْضَى لَهُ حَاجَةٌ ))

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang bersafar (melakukan perjalanan jauh) pada hari Jum’at, maka kedua Malaikat (yang selalu menyertai)nya akan mendoakan keburukan baginya agar dia tidak disertai dalam safarnya dan keperluannya tidak terpenuhi”.

Baca pos ini lebih lanjut

Qodho’lah Puasa Romadhon Yang Lalu Walau Sudah Sya’ban

Qodho’lah Puasa Romadhon Yang Lalu Walau Sudah Sya’banUstadz. Abu Riyadl, حفظه الله تعالى

“Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasaa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (Qs. al-Baqarah: 185)

Orang yang terpaksa berbuka karena udzur syar’i harus meng-qadha’-nya sebagai aplikasi dari perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan dia harus meng-qadha’-nya pada tahun itu. Tidak diperkenankan baginya untuk mengakhirkan peng-qadha’-annya hingga bulan Ramadhan berikutnya. Karena Aisyah radhiallahu ‘anha berkata, “Saya mempunyai tanggungan meng-qadha’ puasa bulan Ramadhan, tetapi saya tidak bisa meng-qadha’-nya, kecuali pada bulan Syaban.” (HR. Muslim) Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: