6 Syarat Bolehnya Nazhor

10356184_10154290378220195_6175264381121241577_nIslam mensyariatkan nazhor, yaitu lelaki yang ingin menikahi seorang wanita dipersilahkan melihat dari wanita tersebut hal-hal yang bisa membuatnya bersemangat untuk menikahinya. Namun perlu diketahui bahwa Islam juga mensyariatkan menundukkan pandangan antara lelaki Muslim dan wanita Muslimah. Oleh karena itu perlu diketahui apa saja syarat-syarat dibolehkannya nazhor kepada wanita, agar seorang lelaki Muslim tidak sembarang memandang-mandang kecantikan wanita dengan alasan nazhor. Simak fatwa Syaikh Kholid Al Musyaiqih berikut ini:

Soal:
Mengenai disyariatkannya seorang lelaki melihat wanita yang ingin dinikahi, apa saja yang mesti dilihat?

Jawab:

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعـد

Seorang lelaki yang ingin melamar seorang wanita jika ia ingin melihat si wanita tersebut, dibolehkan melihat 5 hal:

  1. wajah
  2. leher
  3. kepala
  4. al qadam (kaki dari mulai mata kaki hingga ke bawah, pent.)
  5. al yadd (tangan dari pergelangan tangan hingga jari, pent.)

inilah hal-hal yang bisa membuat lelaki tersebut bersemangat menikahinya, boleh dilihat hal-hal tersebut.

Namun bolehnya nazhor ini ada syarat-syaratnya:

  1. Lelaki tersebut memiliki sangkaan kuat bahwa lamarannya akan diterima. Jika lelaki tersebut sudah tahu bahwa kalau ia melamar wanita-wanita yang ingin dia nikahi itu pasti lamarannya ditolak, maka tidak boleh nazhor. Dan kalau begitu apa faidahnya nazhor dalam hal ini?
  2. Tidak boleh dilakukan dengan berdua-duaan (khulwah). Kalau dalam nazhor ini dilakukan dengan khulwah maka tidak diperbolehkan
  3. Aman dari letupan syahwat. Jika dengan nazhor itu timbul gejolak syahwat, maka wajib untuk segera menjauh dan tidak melanjutnya nazhor
  4. Dilakukan sekadar kebutuhan saja. Maksudnya jika sudah melihat si wanita lalu timbul perasaan dalam hatinya (sudah merasa senang, pent.), maka tidak perlu dilanjutkan lagi nazhor-nya
  5. Hanya melihat 5 hal yang sudah kami sebutkan tadi, tidak boleh lebih dari itu
  6. Hendaknya si wanita tampil seperti biasanya, karena ia adalah ajnabiyah (bukan mahram). Tidak boleh ia memakai perhiasan dan hal-hal yang diharamkan, karena bagi si lelaki tadi ia adalah ajnabiyah (bukan mahram). Namun bukan berarti si wanita tampil kusut berantakan.

Wallahu a’lam.

Sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/35987

Artikel ini sebagai pelengkap dari artikel 2 Syarat Bolehnya Nadzor Wanita

***

Penerjemah: Yulian Purnama
Artikel admin ibnu abbas kendari copas dari: Muslimah.Or.Id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: