Berjabat Tangan Usai Sholat Sunnah Atau Bid’ah?

Ustadz Abu Ibrohim Muhammad Ali A.M.

MUQODDIMAH

Menjadi suatu kelaziman bagi kebanyakan kaum muslimin di tanah air kita, setiap usai sholat berjama’ah satu per satu jama’ah mengulurkan tangannya ke samping kanan, kiri, bahkan ke belakang. Serasa kurang afdhol jika usai sholat tidak dilengkapi saling bersalam-salaman.

Dalil yang sangat mendasar dalam perkara ini tidak lain adalah hadits-hadits umum yang menganjurkan kaum muslimin untuk saling berjabat tangan yang bermanfaat menggugurkan dosa.[1] Di sisi lain, sebagian saudara kita mengatakan bahwa bersalam-salaman usai sholat adalah amalan yang tiada tuntunannya dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya yang mulia (baca : bid’ah), bahkan ada yang terang-terangan menolak dengan tegas ketika seorang awam mengulurkan tangan hendak menjabat tangannya usai sholat, lalu timbullah keracunan dan fitnah.

Bagaimanakah tinjauan Islam dalam hal ini? Jika memang tiada tuntunannya, apakah dibenarkan sikap menolak uluran tangan orang lain seusai sholat dengan dalih mengingkari kemungkaran? Marilah kita simak kajian kita ini, mudah-mudahan Allah melapangkan dada dan hati kita untuk setiap kebenaran. Amin. Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: