Hukum Ihram Dari Jeddah

Hukum Ihram Dari Jeddah[1]

Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Semoga shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada penghulu para rasul yaitu Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kepada keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du:

Majlis al-Majma’ al-Fiqhi al-Islami padapertemuan ke-3 pada hari kamis pagi, tanggal 10/4/1402 H bertepatan dengan 4/2/1982 M telah melakukan diskusi tentang masalah hukum ihram dari kota Jeddah dan masalah yang sering timbul pada banyak orang yang datang ke Makkah al-Mukarramah untuk menunaikan ibadah haji dan umrah melalui udara dan laut. Karena mereka tidak tahu tempat-tempat yang sejajar dengan miqat-miqat yang ditentukan dan diwajibkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai tempat memulai ihram bagi penduduknya dan orang lain yang melewatinya. Setelah saling mempelajari dan memaparkan dalil-dali syar’I tentang hal tersebut maka majelis menetapkan sebagai berikut :

Pertama; Sesungguhnya miqat-miqat (tempat-tempat) yang ditentukan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau wajibkan sebagai tempat memulai ihram bagi penduduknya dan orang lain yang melewatinya yang ingin menunaikan ibadah haji dan umrah adalah:

–          Dzulhulaifah untuk penduduk Madinah dan yang bukan penduduk Madinah yang akan melewatinya. Tempat itu sekarang dinamakan Abyar Ali

–          Juhfah bagi penduduk Syam (Yordania, Suriah Palestina dan Libanon) dan Mesir, dan penduduk lain yang melewatinya. Sekarang tempat itu dinamakan Rabigh

–          Qarnul Manazil bagi penduduk Najd dan penduduk lain yang melewatinya. Tempat itu sekarang dinamakan Wadi Muhrim, juga dinamakan al-Sayl

–          Dzatu ‘Irq bagi penduduk Iraq dan Iran serta penduduk lain yang melewati dua Negara tersebut. Tempat itu sekarang dinamakan al-Dharibah

–          Yalamlam bagi peenduduk Yaman dan penduduk lain yang melewatinya

Majlis menetapkan bahwa orang-orang yang berniat haji dan umrah wajib berihram jika mereka berada pada lokasi yang sejajar dengan lokasi terdekat dari lima miqat tersebut, baikmereka yang lewat udara maupun lewat laut. Jika mereka bingung dengan hal ini dan tidak menemukan orang yang memberitahu mereka tentang tempat yang sejajar dengan lima miqat tersebut, maka mereka harus bersikap hati-hati dengan cara berihram sebelum memasuki tempat-tempat miqat tersebut. Sebab ihram sebelum miqat diperbolehkan, meski termasuk makruh tapi hukumnya tetap sah. Dengan  adanya usaha yang sungguh-sungguh (supaya bias mengetahui miqat-red) serta sikap hati-hati karena takut melewati miqat tanpa ihram, maka hokum makruh itu hilang. Sebab tiada hukum makruh dalam melaksanakan kewajiban. Semua Ulama dalam empat madzhab meyebutkan apa yang telah kami sebutkan. Untuk itu mereka berpedoman dengan hadits-hadits shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam menentukan beberapa miqat kepada orang-orang yang haji dan umrah. Mereka juga berpedoman kepada riwayat shahih dari Amirul Mukminin Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu ketika penduduk Iraq berkata kepadanya:

“Sesungguhnya Qarnul Manazil menyimpang dari jalan kami” .Maka beliau berkata kepada mereka: “Perhatikanlah (tempat) sejajar dengannya dari jalanmu

Sebagian Ulama empat mazhab juga mengatakan, “Sebab sesungguhnya Allah Ta’ala mewajibkan kepada para hamba-Nya untuk bertakwa kepada-Nya menurut kadar kemampuan. Dan itulah yang mampu dilakukan oleh orang-orang yang tidak bias melewati miqat-miqat yang telah ditentukan.” Jika ini sudah diketahui, maka bagi orang yang hendak menunaikan ibadah Haji dan Umrah lewat jalan udara dan laut serta yang lainnya tidak boleh menunda ihram sampai mereka tiba di Jeddah. Sebab Jeddah tidak termasuk miqot yang dijelaskan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Demikian pula orang-orang yang tidak membawa pakaian ihram, mereka juga tidak boleh menunda ihram sampai ke Jeddah. Yang wajib atas mereka adalah berihram meski dengan celana panjang jika mereka tidak mempunyai kain. Sebab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Barangsiapa tidak mendapatkan sandal maka hendaklah dia memakai khuf. Dan barangsiapa yang tidak mendapatkan kain maka hendaklah dia memakai celana panjang” (HR. Ahmad, Muslim dan lainnya)

Dan orang yang sedang berihram wajib membuka kepala. Sebab ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya apa yang dipakai orang yang ihram, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah dia memakai gamis, surban, celana, tutup kepala dan khuf kecuali orang yang tidak mendapatkan sandal (Muttafaqun ‘alaih)

Yang menanda-tangani :

  1. Abdullah bin Humaid (ketua Majlis)
  2. Muhammad Ali al-Harakan (wakil ketua)
  3. Abdul Azizbin Abdillah bin Baz (anggota)
  4. Muhammad bin Mahmud ash-Shawaf (anggota)
  5. Shalih bin Utsaimin (anggota)
  6. Muhammad bin Abdillah bin as-Sabil (anggota)
  7. Mabruk al-Awadi (anggota)
  8. Muhammad Syadzali an-Nifar (anggota)
  9. Musthafa Ahmad az-Zarqa’ (anggota)
  10. Abdul Qudus al-Hasyimi (anggota)
  11. Muhammad Rasyidi (anggota)
  12. Abul Hasan Ali al-Hasani an-Nadawi (anggota)
  13. Abu Bakar Mahmud Jumi (anggota)
  14. Husnain Muhammad Makhluf (anggota)
  15. Muhammad Rasyid Qabani (anggota)
  16. Muhammad Syit Khatthab (anggota)
  17. Muhammad Salim ‘Adud (anggota)
  18. Muhammad Abdurrahim al-Khaliq (anggota)

Sumber: Sumber: Majalah As-Sunnahedisi: 06/thn XV/Dzulqadah 1432H/Oktober 2011M

Artikel: www.ibnuabbaskendari.wordpress.com


[1] Oleh Lembaga Hukum Islam [Al-Majma’ Al-Fiqhi Al-Islamiyah] dibawah Rabithah Alam Islami pada ketetapan kedua didaurah kelima 1402 di Makkah

One Response to Hukum Ihram Dari Jeddah

  1. ilmu yang sangat berguna menambah wawasan keagamaan,trimakasih banyak atasnasehatnya,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: