Dana Talangan Haji Solusi Atau Pembebanan Diri?

Soal:

Assalamu ‘alaikum. Mohon dibahas mengenai hokum dana talangan Haji, apakah diperbolehkan atau tidak. Sebab, saya pernah mendengar bahwa ia tidak diperbolehkan sedang Bank Syari’ah sudah banyakmenerapkan dana talangan ini. Saya ingin sekali naik Haji, tentu dengan jalan baik dan diridhai Allah. (Abu Dzar, Madiun)

Jawaban:

Wa ‘alaikumussalam. Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, dan sahabatnya

Dana talangan Haji yang sekarang sedang marak diterapkan di berbagai lembaga keuangan adalah salah satu bentuk rekayasa melanggar hukum Allah Ta’ala. Praktik yang sekarang sedang menjamur di masyarakat ini oleh sebagian orang dianggap sebagai aplikasi dari akad qardh (piutang) dan Ijarah (sewa-menyewa jasa). Tidak diragukan bahwa kedua akad ini bila dilakukan secara terpisah adalah halal. Namun, menjadi bermasalah besar bila digabungkan dalam satu aplikasi atau akad. Yang demikian itu karena beberapa alas an berikut:

  1. Larangan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Tidak halal menggabungkan antara piutang dengan akad jual beli” (HR. Abu Dawud 3506, at-Tirmidzi 1234)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “Pada hadits ini Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang penggabungan antara piutang dengan jual beli. Dengan demikian, bila anda menggabungkan antara akad piutang dengan akad sewa-menyewa maka berarti anda telah menggabungkan antara akad piutang dengan akad jual-beli atau akad yang serupa dengannya. Dengan demikian, setiap akad social semisal hibah pinjam-meminjam, hibah buah-buahan yang masih di atas pohonnya, diskon pada akan penggarapan lading atau sawah, dan lainnya semakna dengan akad hutang piutang, yaitu tidak boleh digabungkan dengan akad jual beli dan sewa-menyewa” (Majmu’  Fatwa Ibn Taimiyyah: 29/62)

  1. Riba Terselubung

Secara lahir kreditur tidak memungut tambahan atau riba atau bunga dari piutangnya, namun secara tidak langsung ia telah mendapatkannya, yaitu dari uang sewa yang ia pungut. Anda pasti menyadari bahwa sewa-menyewa (jual jasa pengurusan administrasi Haji) yang dilakukan oleh lembaga keuangan terkait langsung dengan akad hutang-piutang. Biasanya, yang telah memiliki dana sendiri untuk biaya Hajinya, tidak akan menggunakan layanan “Dana Talangan Haji” ini. Dengan demikian, adanya talangan Haji ini, menjadikan lembaga keuangan terkait dapat memasarkan jasanya dan pasti mendapatkan keuntungan dari jual-beli jasa tersebut

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menjelaskan hal ini dengan berkata, “Kesimpulan dari hadits ini menegaskan bahwa tidak dibenarkanmenggabungkan antara akad komersial dengan akad sosial. Yang demikian itu karena keduanya menjalin akad sosial  disebabkan adanya akad komersial antara mereka. Dengan demikian akad sosial itu tidak sepenuhnya sosial , namun akad sosial secara tidak langsung menjadi bagian dari nilai transaksi dalam akad komersial … Dengan demikian, orang yang menghutangkan uang sebesar seribu dirham kepada orang lain, dan pada waktu yang sama kreditur menjual kepada debitur barang senilai lima ratus dengan harga seribu. Sejatinya pada kasus ini, kreditur tidak rela member piutang kecuali bila debitur membeli barangnya dengan harga mahal. Sebagaimana pembeli tidaklah rela membeli dengan harga mahal melainkan karena ia mendapatkan piutang dari penjual” (Majmu’ Fatawa IbnTaimiyyah: 29/63)

  1. Memberatkan Masyarakat

Sistem setoran haji yang diterapkan oleh kementrian Agama dengan system setoran secara online kapan saja telah mendatangkan masalah besar. Masyarakat berlomba-lomba untuk melakukan pembayaran secepat mungkin, guna mendapatkan kepastian jadwal keberangkatan. Akibatnya, banyak dari mereka yang sejatinya belum mampu menempuh segala macam cara, karena khawatir kelak harus menanti lama. Banyak dari mereka yang memaksakan diri dengan cara menggunakan system dana talangan Haji

Tidak diragukan bahwa adanya praktik memaksakan diri ini menyusahkan masyarakat. Terlebih-lebih menjadikan agama Islam yang pada awalnya terasa mudah, sekarang menjadi terasa sulit dan berat. Untuk dapat Haji harus menanti skian lama, dan selama penantian banyak dari mereka yang harus tersiksa dengan beban piutang. Sikap memaksakan diri semacam ini tentu tidak selaras dengan syari’at Islam.

“Wahai umat manusia, hendaklah kalian mengerjakan amalan yang kuasa kalian kerjakan, karena sejatinya Allah tidak pernah merasa bosan (diibadahi) walaupun kalian sudah merasakannya. Dan sesungguhnya amalan yang paling dicintai Allah ialah amalan yang dilakukan secara terus-menerus walaupun hanya sedikit” (HR. Bukhari 1100, Muslim 785)

Dalam riwayat lain, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan pesan ini ketika mendengar cerita bahwa Khaula’ binti Tuwait senantiasa shalat malam dan tidak pernah tidur

Dan dalam urusan Haji Allah Ta’ala berfirman:

“Mengerjakan Haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah (QS. Ali Imran [3]: 97)

Semoga jawaban ini menjadi pelajaran bagi anda, dan menambah keyakinan bahwa Islam adalah agama yang mudah dan tidak pernah menyebabkan ummatnya sengsara atau ditimpa kesusahan. Wallahu a’lam

Dijawab oleh: Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri. MA

Sumber: Majalah Al-Furqon edisi: 2 no 177 rubrik: Soal Jawab thn. ke- II Syawal 1432H [Sept-Okt 2011M]

Dipublikasikan ulang oleh www.IbnuAbbasKendari.wordpress.com

6 Responses to Dana Talangan Haji Solusi Atau Pembebanan Diri?

  1. Jika Lau mengatakan:

    assalamualaikum wb…
    saya mau tanya apa hukum nya kita memiliki Qorin dan secara sacar qorin kita itu bicara dengan kita.

    wasalam..

    • ibnuabbaskendari mengatakan:

      Wa ‘alaikumussalam

      Qorin adalah jin yang ditugasi untuk mendampingi setiap manusia dengan tugas menggoda dan menyesatkannya. Karena itu, qorin termasuk setan dari kalangan jin.

      Syaikh Ibnu Utsaimin ditanya, “Apa itu qorin?” Beliau menjawab, “Qorin adalah setan yang ditugasi untuk menyesatkan manusia dengan izin Allah. Dia bertugas memerintahkan kemungkaran dan mencegah yang ma’ruf. Sebagaimana yang Allah firmankan,

      الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِالْفَحْشَآءِ وَاللهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلاً وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

      “Setan menjanjikan kefakiran untuk kalian dan memerintahkan kemungkaran. Sementara Allah menjanjikan ampunan dan karunia dari-Nya. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 268)Akan tetapi, jika Allah memberikan karunia kepada hamba-Nya berupa hati yang baik, jujur, selalu tunduk kepada Allah, lebih menginginkan akhirat dan tidak mementingkan dunia maka Allah akan menolongnya agar tidak terpengaruh gangguan jin ini, sehingga dia tidak mampu menyesatkannya. (Majmu’ Fatawa, 17:427)
      Dalil Adanya Jin Qorin

      Di antara dalil yang menunjukkan adanya qorin:
      a. Firman Allah

      قَالَ قَرِينُهُ رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَكِنْ كَانَ فِي ضَلالٍ بَعِيدٍ

      “Yang menyertai manusia berkata : “Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh.” (QS. Qaf: 27)
      Dalam tafsir Ibn Katsir dinyatakan bahwasanya Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu, Mujahid, Qatadah dan beberapa ulama lainnya mengatakan, “Yang menyertai manusia adalah setan yang ditugasi untuk menyertai manusia.” (Tafsir Ibnu Katsir, 7:403)

      b. Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
      Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap orang di antara kalian telah diutus untuknya seorang qorin (pendamping) dari golongan jin.” Para sahabat bertanya, “Termasuk Anda, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,

      وَإِيَّايَ إِلاَّ أَنَّ اللَّه أَعَانَنِي عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ فَلا يَأْمُرنِي إِلاَّ بِخَيْرٍ

      “Termasuk saya, hanya saja Allah membantuku untuk menundukkannya, sehingga dia masuk Islam. Karen itu, dia tidak memerintahkan kepadaku kecuali yang baik.” (HR. Muslim)

      Tugas jin Qorin
      Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

      ما منكم من أحد إلاوقد وكل به قرينه من الجن

      “Setiap orang di antara kalian telah diutus untuknya seorang qorin (pendamping) dari golongan jin.” (HR. Muslim)
      Imam An-Nawawi mengatakan, “Dalam hadis ini terdapat peringatan keras terhadap godaan jin qorin dan bisikannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi tahu bahwa dia bersama kita, agar kita selalu waspada sebisa mungkin. (Syarh Shahih Muslim, 17:158)
      Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajid menjelaskan, “Berdasarkan perenungan terhadap berbagai dalil dari Alquran dan sunah dapat disimpulkan bahwa tidak ada tugas bagi jin qorin selain menyesatkan, mengganggu, dan membisikkan was-was. Godaan jin qorin ini akan semakin melemah, sebanding dengan kekuatan iman pada disi seseorang.” (Fatawa Islam, tanya jawab, no. 149459)

      Apakah qorin juga menyertai manusia setelah dia meninggal?
      Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan, “Apakah qorin ini akan terus menyertai manusia, sampai menemaninya di kuburan? jawabnya, Tidak. Zahir hadis –Allahu a’lam– menunjukkan bahwa dengan berakhirnya usia manusia, maka jin ini akan meninggalkannya. Karena tugas yang dia emban telah berakhir. Ketika manusia mati maka akan terputus semua amalnya, kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya. (HR. Muslim). (Majmu’ Fatawa, 17:427)

      Cara Melindungi Diri dari Jin Qorin
      Banyaklah berdzikir dan memohon perlindungan kepada Allah. Jika kita sungguh-sungguh melakukan hal ini, insyaaAllah, akan datang perlindungan dari Sang Kuasa. Allah berfirman,

      وَإِمَّا يَنَزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

      “Apabila setan menggodamu maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-A’raf: 200)
      Dalam Tafsir As-Sa’di dinyatakan, “Kapanpun, dan dalam keadaan apapun, ketika setan menggoda Anda, dimana Anda merasakan adanya bisikan, menghalangi Anda untuk melakukan kebaikan, mendorong Anda untuk berdosa, atau membangkitkan semangat Anda untuk maksiat maka berlindunglah kepada Allah, sandarkan diri Anda kepada Allah, mintalah perlindungan kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar terhadap apa yang anda ucapkan dan Maha Mengetahui niat Anda, kekuatan dan kelemahan Anda. Dia mengetahui kesungguhan Anda dalam bersandar kepada-Nya, sehingga Dia akan melindungi Anda dari godaan dan was-was setan. (Taisir Karimir Rahman, Hal.313)

      Allahu a’lam

      Sumber: KonsultasiSyariah.com

  2. Fatma Zuhrotun Nisa mengatakan:

    Mohon kepada bank2 yang ada di Indonesia, untuk segera menghentikan dana talangan, karena secara tidak langsung telah merusak agama islam. dan bagi masyarakat tolong jangan sampai tergiur oleh dana talangan, karena itu sangat merugikan. Jangan takut dengan porsi, jika Allah menghendaki kita pergi haji dengan cepat insyaallah akan cepat.

  3. suhendar mengatakan:

    syukron infonya..

  4. ahmad mengatakan:

    lalu bagaimana dengan saudara kita yang sudah terlanjur menggunakan dana talangan haji ? apa yang harus mereka kerjakan ?

  5. nurul mengatakan:

    bagaimn dngn mreka yg sdh trnjur mnggunakan dana talangan haji? apa yg hrus mreka perbuat?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: