Orang Tua Yang Tidak Mengijinkan Anaknya Beri’tikaf, Dan Yang Beri’tikaf Meninggalkan Tugas

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

SAAT-SAAT YANG BERI’TIKAF MENINGGALKAN ITI’KAF
Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Kapan yang beri’tikaf meninggalkan i’tikafnya, apakah sesudah terbenam mentari di malam hari raya atau setelah fajar hari rayanya ?

Jawaban.
Masalah i’tikaf itu berakhir dengan berakhirnya Ramadhan. Akhir Ramadhan terjadi ketika mentari terbenam di malam hari raya. Misalnya, orang memasuki i’tikaf pada saat matahari terbenam di malam dua puluh Ramadhan, maka sepuluh hari terakhirnya dimulai dari sejak matahari itu terbenam sampai terbenamnya pula di malam hari raya. Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Download Audio: “Menjaga Kehormatan Muslim” Ust. Aunur Rofiq Ghufron Lc, Solo 18 Ramadhan 1432

Suatu fenomena yang lumrah terjadi di masyarakat kitadan cenderung disepelekan, padahal akibatnya cukup besar dan membahayakan, yaitu ghibah (menggunjing). Karena dengan perbuatan ini akan tersingkap dan tersebar aib seseorang, yang akan menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya. Ghibah adalah menyebutkan, membuka, dan membongkar aib saudaranya dengan maksud jelek. Al Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahihnya dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Apakah kalian mengetahui apa itu ghibah? Para shahabat berkata: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Kemudian beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ ، إِنْ كَانَ فِيْهِ مَا تَقُوْلُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ مَا تَقُوْلُ فَقَدْ بَهَتَّهُ

“Engkau menyebutkan sesuatu yang ada pada saudaramu yang dia membecinya, jika yang engkau sebutkan tadi benar-benar ada pada saudaramu sungguh engkau telah berbuat ghibah, sedangkan jika itu tidak benar maka engkau telah membuat kedustaan atasnya.”

 

Simak kajian berikut seputar makan ghibah, pendorong berbuat ghibah, ghibah yang dibolehkan dan sarana menjauhi ghibah. Disampaikan oleh Ust Aunur Rofiq Ghufron Lc, pimpinan Ponpes Al Furqon Gresik Jawa Timur. Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: