Download Audio: Rekaman Tiga Kajian Bersama Syaikh Musa Alu Nashr dan Syaikh Ali Hasan Al-Halabi (Salatiga dan Yogyakarta, 9-10 Juli 2011)

Alhamdulillah, berikut ini kami hadirkan rekaman mp3 pengajian umum bersama Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi dan Syaikh Dr. Muhammad Musa Alu Nashr hafidhahumullahu di Salatiga dan Yogyakarta (9-10 Juli 2011).

Kajian bersama Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi diselenggarakan di Masjid Al-Fadhl, Pesantren Islam Al-Irsyad, Tengaran, Salatiga (Sabtu, 9 Juli 2011) dengan tema Nasihat Bagi Kaum Muslimin (diterjemahkan).

Silakan download pula rekaman kajian bersama Syaikh Dr. Muhammad Musa Alu Nashr dengan tema Biografi Imam Abdullah bin Baz yang dilaksanakan di Masjid Islamic Centre Bin Baz, Bantul, Yogyakarta (Sabtu, 9 Juli 2011). Kemudian, silakan download rekaman kajian Syaikh Musa Alu Nashr di Masjid Kampus UGM (Ahad, 10 Juli 2011) dengan tema Menjadi Hamba yang Dicintai Allah. Kedua kajian ini juga diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan taufiq-Nya kepada kita untuk dapat memahami dengan baik nasihat yang disampaikan oleh para ulama kita, dan kemudian dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga bermanfaat dan silakan download pada link berikut: Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Qisas; Bentuk Kebijaksanaan dalam Hukum Islam

Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.

Qisas yang selama ini kita ketahui terkadang masih dianggap sebagai sesuatu yang sangat angker, menakutkan, dan tidak manusiawi, sehingga timbul sikap yang dinamakan “Islam phobia“. Padahal, Allah Subhanahu wa Ta’ala mensifatkan qisas dalam firman-Nya,

وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَاْ أُولِيْ الأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Dan dalam qisas itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, wahai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.” (Qs. al-Baqarah: 179).

Imam asy-Syaukani menjelaskan ayat ini dengan menyatakan, “Maknanya, kalian memiliki jaminan kelangsungan hidup dalam hukum yang Allah Subhanahu wa Ta’ala syariatkan ini, karena bila seseorang tahu akan dibunuh secara qisas apabila ia membunuh orang lain, tentulah ia tidak akan membunuh dan menahan diri dari mempermudah dan terjerumus padanya. Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: