Beli Murah Jual Mahal

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri. MA

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum. Ustadz, kalau saya membeli padi pada saat panen (harganya murah) untuk dijual lagi di kemudian hari setelah harganya stabil (harga naik kembali), boleh tidak? Apa dalilnya? Jazakallohu khoiran. (08x71669xxxx)

Jawaban:

Wa’alaikumussalam. Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, dan sahabatnya

Membeli barang di saat harga barang murah atau di musim panen adalah suatu hal yang biasa dilakukan oleh para pedagang. Setelah membeli biasanya mereka tidak segera menjualnya, namun menanti saat yang tepat untuk melakukan penjualan, yaitu ketika permintaan pasar terhadap barang telah membaik, dan hargapun meningkat. Dengan cara ini pedagang bisa memperoleh keuntungan. Bahkan inilah inti dan roh dari perdagangan, membeli dengan harga murah dan menjual dengan harga mahal

Bila pedagang dilarang membeli dan menyimpang barang di musim panen, maka pelarangan ini tentu menyusahkan masyarakat. Betapa tidak, pada musim panen mayoritas petani menjual hasil tanamnya guna memenuhi kebutuhan mereka. Bila pedagang dilarang membeli kecualidalam jumlah yang harus ia jual kembali, tentu larangan tersebut menyusahkan kedua belah pihak. Akibatnya, pedagang tidak sudi membeli kecuali dalam jumlah kecil; dan bila ini dibiarkan maka harga barang hasil panen akan semakin hancur. Para petani terus melakukan penjualan, namun pedagang menahan diri dari pembelian. Dan bila kondisi ini telah terjadi, tentu pihak yang dirugikan pertama kali ialah para petani

Adapun larangan untuk memonopoli atau yang disebut Ikhtiyar, maka maksudnya ialah membeli barang dengan tujuan untuk mempengaruhi pergerakan pasar. Dengan demikian, ia membeli dalam jumlah yang (sangat) besar, sehingga mengakibatkan stok barang di pasaran menipis atau langka. Akibatnya masyarakat terpaksa memperebutkan barang tersebut dengan cara menaikkan penawaran

Upaya mempengaruhi harga pasar, dengan pembelian besar-besaran kemudian menimbunnya semacam inilah yang disebut dengan Ikhtiyar atau monopoli yang diharamkan

Ibnu Qoyyim rahimahullah berkata, “Hadits yang berbunyi ‘Tidaklah ada orang yang menimbun melainkan ia telah berbuat dosa’  penimbunan adalah perbuatan yang dapat menyusahkan masyarakat luas. Karenanya, Anda tidak dilarang untuk menimbun barang yang tidak menyusahkan masyarakat ” (I’lamul Muwaqqi’in: 3/183)

Al-Qodhi Iyadh rahimahullah menegaskan, “Alasan larangan menimbun ialah guna menghindarkan segala hal yang menyusahkan umat islam secara luas. Segala yang menyusahkan mereka wajib dicegah. Dengan demikian bila pembelian suatu barang di suatu negri menyebabkan harga barang menjadi mahal, dan menyusahkan masyarakat luas maka itu wajib dicegah, demi menjaga kepentingan umat islam. Pendek kata, kaidah menghindarkan segala hal yang menyusahkan adalah pedoman dalam masalah ini (penimbunan barang)” (Ikmalul Mu’lim: 5/161)

Sumber: Majalah AL FURQON edisi: 10 no. 113 thn: 10 Jumadil Ula 1432H/April 2011M

Artikel: www.ibnuabbaskendari.wordpress.com

2 Responses to Beli Murah Jual Mahal

  1. mdan says:

    ass..ustad ane mw nanya emangnya ada ya tentang pesugihan al-fatihah?apakah ada hukumnya??apakah tidak mendustakan ALLAH

  2. theunitedislam says:

    assalamu’alaykum,wr,wb
    ustadz saya mw bertanya jika saya membeli motor dengan harga 5juta truz saya jual 10 juta,hukumnya gmn???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: