Download Audio: “Hukum Bom Bunuh Diri” Ust. Abu Yahya Badrusalam Lc

Alhamdulillah dalam Kajian ini dijelaskan tentang Hukum bom bunuh diri dan sikap Ahlus Sunnah terhadap pemerintah Muslim. dengan Pemateri : Ustadz Abu yahya Badrusalam Lc

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An Nisa’: 29-30)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membunuh dirinya sendiri dengan suatu cara yang ada di dunia, niscaya kelak pada hari kiamat Allah akan menyiksanya dengan cara seperti itu pula.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mengenai pembunuhan dengan cara sengaja, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahanam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An Nisa’: 93)

Silahkan download kajiannya pada link berikut: Baca pos ini lebih lanjut

Sifat Sholat Wanita Ketika Safar

Ustadz  Abu Zuhair al-Anwar

 Ketika seorang wanita melakukan perjalanan jauh (safar), berlaku baginya berbagai macam hukum safar yang telah dijelaskan secara rinci oleh para ulama dalam kitab-kitab fiqih klasik maupun kontemporer.

Di antara hukum safar yang banyak mendapatkan perhatian secara khusus dari para ulama adalah hukum sholat ketika safar. Tidak satupun kitab fiqih yang mu’tabar (dianggap/diakui keilmiahannya) kecuali di dalamnya terdapat pembahasan ini.

Kali ini, insya Allah kita akan mempelajari secara singkat hukum-hukum seputar sholat wanita ketika safar. Semoga pembahasan ini dapat menjadi lampu penerang bagi kaum wanita ketika safar dan kaum muslimin secara umum. Baca pos ini lebih lanjut

Indahnya Ukhuwah Diatas As-Sunnah

Ustadz Aunur Rafiq bin Ghufran

Musuh Islam tidak hanya membunuh, membantai dan memerangi kaum muslim, tetapi mereka juga mempunyai sindikat yang rapi namun menjijikkan. Mereka merekrut tokoh atau yang ditokohkan dari kalangan umat Islam untuk dididik di negeri mereka. Setelah dicekoki dengan syubhat dan pemikiran sesat, dengan rasionalisasi ajaran Islam dan dengan memberi hadiah titel serta janji dikembalikkanlah sang tokoh ini ke negara asalnya untuk menyesatkan saudara-saudaranya.

Sindikat ini bisa jadi lebih sadis daripada pembunuhan dan pembantaian, karena mungkin saja yang mereka bunuh masih bisa mempertahankan aqidah dan tauhidnya, tetapi penyesatan dan pemurtadan dari dalam bisa berakibat jutaan muslimin melepaskan agamanya tanpa mereka sadari. Baca pos ini lebih lanjut

<span>%d</span> blogger menyukai ini: