Birrul Walidain

Ustadz Ramli bin Haya

Diantara bentuk ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah berbuat baik (berbakti) kepada orang tua.  Banyak ayat dalam Al-Qur’an, Allah menggandengkan perintah kepada kita untuk memenuhi hak-Nya (yakni mentauhidkan-Nya dan tidak berbuat syirik dengan-Nya), dengan perintah untuk memenuhi hak orang tua yakni dengan berbuat baik kepada orang tua.  Diantara ayat tersebut adalah dalam QS. Ann-Nisaa : 36

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak

Demikian juga perintah Rosulullah shallallohu alaihi wasallam untuk kita berbakti kepada orang tua sebagaimana dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud tatkala ia bertanya kepada Rosulullah shallallohu alaihi wasallam

أيّ العمل أفضل ؟ قال  : (( الصّلاة لوقتها )).  قال :  قلت : ثمّ أيّ ؟  قال : (( برّ الوالدين ))  قال :  ثمّ أيّ ؟  قال : (( الجهاد في سبيل الله ))

“amal apa yang paling afdhol?” Rasulullah menjawab “sholat pada waktunya”. Kemudian apa lagi? “berbakti kepada orang tua”. Kemudian apa lagi? “Jihad di jalan Allah”.

Ayat dan hadits di atas memberikan petunjuk kepada kita agar kita memperhatikan hak orang tua kita yang merupakan kewajiban kita yang harus kita laksanakan sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah dan Rasul-Nya dan sebagai bentuk rasa syukur dan terimakasih kita kepada kebaikan-kabaikan orang tua kepada kita.

Diantara bentuk-bentuk berbuat baik kepada orang tua kita :

1.  Senantiasa menghadapkan diri kita untuk memberikan pelayanan kepada keduanya dengan memenuhi perintahnya selagi perintahnya tidak bertentangan dengan syariat Allah

2.  Berlemah-lembut ketika berbicara dengan keduanya

فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

janganlah kamu berkata kepada kedua orangtuamu ‘Ah’ dan janganlah kamu menghardik keduanya dan berkatalah kepada keduanya dengan perkataan yang baik”(QS. Al-Isra:23)

3.   menyayangi dan menghormati keduanya

4.   Berusaha menyenangkan keduanya dan memberitakan kabar-kabar yang menyenangkan dan menjauhkan dari berita-berita yang tidak menyenangkan baginya

5.   mendokan ampunan dan kebaikan bagi keduanya

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan katakanlah ‘ya Tuhanku, rahmatilah keduanya sebagaimana keduanya telah mendidik aku waktu kecil” (QS. Al-Isra: 24)

Diantara bentuk berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal :

1.  Menyelenggarakan jenazahnya

2.  membayarkan hutang-hutangnya dan nadzar yang belum ditunaikan

3.  melaksanakan wasiatnya yang tidak bertentangan dengan syariat

4.  meminta maaf dan mengembalikan hak kepada orang yang pernah dizalimi oleh orang tuanya

5.  Menghajikan dan mengumrohkan untuk orang tuanya

6.  memuliakan dan menyambung tali silaturahim kepada teman dan kerabat-kerabat ayahnya.

Ø Dalam hadits riwayat Muslim

إنّ منْ أبرّ البرّ أنْ يصل الرجل أهل ودّ أبيه بعد يولّي

“diantara sebaik-baik berbakti kepada orangtua adalah seseorang menyambung silaturahim kepada orang yang dicintai bapaknya setelah kematianya”.

Ø (shohihul jami’ 5960)

من أحبّ أن يصل أباه في قبره فليصل إخوان أبيه بعده

“siapa yang ingin menyambung silaturahim kepada bapaknya di dalam kuburnya, maka hendaklah dia menyambung silaturahim kepada saudara (kerabat) bapaknya setelah meninggalnya”

7.  mendoakan ampunan dan kebaikan untuk kedua orang tuanya

إذا مات الإنسان انقطع عمله إلا من ثلاث : من ولد صالح يدعو له أو صدقة جارية من بعده أو علم ينتفع به

“jika manusia wafat, maka terputuslah amalannya kecuali tiga, yaitu: anak yang sho9leh yang mendoakan orangtuanya, shodaqoh jariyah dan ilmu yang bermanfaat” (shohih muslim juz 4 hal 329)

v  Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, berbakti kepada orang tua juga menjadi sebab keberkahan bagi umur dan rezki.  Sebagaiman dalam hadits riwayat bukhari dan Muslim dari sahabat Anas bin Malik, Rasulullah Shallallahu alihi wasallam bersabda

من احبّ أن يبسط له في رزقه وينسأ له في أثره فليصل رحمه

“Siapa yang suka untuk dibentangkan baginya rizkinya dan diberikan keberkahan dalam umurnya, maka hendaklah dia melakukan silaturahim”

Tentunya kerabat yang paling utama untuk kita bersilaturahim adalah kepada orang tua kita.

Sebagian ulama berpendapat, diantaranya Imam Nawawi. Bahwasannya dengan silaturahim, ajal atau umur seseorang akan dipanjangkan

v  Berbakti kepada orang tua juga akan menyebabkan terkabulnya doa sebagaimana kisah Uwais Al-Qorni dalam shahih Muslim (2542).  Dari Umar Bin Khotob dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shallallahu alihi wasallam bersabda :

إنّ خيرالتابعين رجل يقال له أويس.وله والدة, وكان به بياض. فمروه فليستغفر لكم

“sungguh sebaik-baik tabi’in adalah seorang yang bernama Uwais.  Dia sangat berbakti kepada ibunya.  Dulunya dia mempunyai penyakit kulit yang allah menghilangkannya kecuali sedikit.  Maka perintahkanlah kepadanya untuk memohonkan ampunan bagi kalian”

Perhatikanlah apakah yang mengangkat Uwais ini sehingga menjadi sebaik-naik tabi’in sebagaimana yang telah dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu alihi wasallam.

Dengan sebab apakah sehingga Allah kabulkan doanya ketika ia berdoa agardihilangkan penyakit belangnya, sehingga Rasulullah Shallallahu alihi wasallam berkata kepada sahabatnya, hendaklah kalian memintanya tuk mohonkan ampunan untuk kalian.  Bahkan Amirul Mukminin Umar bin Khothob salah seorang sahabat mulia yang diberi kabar gembira masuk surga berkata pada Uwais, “mintakanlah ampunan untukku”, maka Uwais memintakan ampunan untuknya.  Yang menjadikan Uwais demikian adalah setelah keimanannya, berbakti kepada ibunya.

v  Amalan berbakti kepada kedua orang tua sebagai tawassul dalam berdoa sehingga Allah mengabulkannya.  Sebagaimana kisah dalam Shohih Bukhori dan Muslim (2743) Rasulullah Shallallahu alihi wasallam bersabda :  tiga orang yang berjalan lalu kehujanan mereka berlindung dalam goa.  Kemudian meluncur batu besar dari gunung jatuh menutupi mulut goa.  Sehingga masing-masing mereka bedoa dengan wasilah amalan sholeh.  Diantaranya seorang yang berdoa dengan wasilah amalan berbaktinya kepada kedua orang tuanya.  Maka Allah menggeserkan batu yang menutupi pintu goa tersebut dengan sebab doa dari ketiga orang tersebut.

v  Berbakti kepada orang tua akan mendatangkan ridho Allah sebagaimana dalam hadits riwayat Bukhari dari Abdullah bin Amr bin Ash, Rasulullah Shallallahu alihi wasallam bersabda, :

رضاالربّ في رضا الوالد وسخط الربّ في سخط الوالد

“keridhoan Allah di dalam keridhoan orangtua dan kemurkaan Allah pada kemurkaan  orang tua”

v  Berbakti kepada orang tua menjadi sebab yang akan mengantarkan seseorang masuk surga.  Dari Abu hurairah, Rasulullah Shallallahu alihi wasallam bersabda:

(( رغم أنف، ثمّ رغم أنف، ثمّ رغم أنف)). قيل : من با رسول الله ؟ قال : (( من ادرك أبويه عند الكبر. أحدهما أو كليهما. فلم يدخل الجنّة ))

“celaka,celaka,celaka! Ditanyakan :siapa yang celaka ya Rasulullah? Beliau menjawab; “siapa yang mendapati kedua orangtuanya berusia lanjut, salah satu atau keduanya, dia tidak masuk surga” (Shohih Muslim no 2551)

Contoh-contoh para salaf dalam berbakti kepada orang tua :

1.  Nabi Yusuf ketika bertemu dengan bapak dan ibunya setelah lama berpisah, Beliau merangkulnya dan menaikkan keduanya di atas singgasana senagai ungkapan kasih sayang dan penghormatan kepada orang tuanya yang allah mengabadikannya dalam Al-Qur’an surat Yusuf : 100

وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى الْعَرْشِ

dia menaikkan kedua ibu bapaknya diatas singgasana…”.

2.

أنّ إياس ابن معاويه بكي لما ماتت امّه. فقيل : ما يبكيك؟ قال : كان لي بابان مفتوحان إلي الجنّة.  وغلّق أحدهما

Iyas bin mu’awiyah menangis tatkala ibunya wafat. Maka ditanyakan kepadanya: Mengapa engkau menangis? Maka dia menjawab” saya punya dua pintu yang selalu terbuka menuju surga dan pintu yang satu telah ditutup.

3.  Berkata Muhammad bin Biysr Al Aslami :

لم يكن بالكوفة أبرّ بأمّه من منصور بن المعتمر و أبي حنيفة، و كان منصور يفلي رأس أمّه و يذوبها

Di Kuffah, tidak ada orang yang paling berbakti kepada ibunya selain Mansur bin Mu’tamar dan Abu hanifah. Adapun Mansur, dia senantiasa mencari kutu rambut ibunya dan memintal rambut ibunya.

4.

كان حيوة بن شريح – وهو أحد أئمة المسلمين – يقعد في ملقته يعلم الناس.  فتقول له  أمّه :  قم يا حيوة فألق الشعير للدجّاج ، فيقوم ويترك التعليم

“Adalah haiwah bin Syuraih (salah seorang imam kaum Muslimin), duduk ditempat pertemuannya mengajarkan ilmu.  Suatu saat ibunya berkata kepadanya, “wahai Haiwah, berdirilah untuk memberikan gandum (makan) ayam”.  Maka haiwah berdiri meninggalkan pengajarannya.”

Haiwah memahami bahwa mematuhi perintah ibunya lebih wajib daripada  dia memberikan ta’lim (mengajarkan ilmu agama).

5.

وقال محمد بن المكدر : بات عمر – يعني أخاه – يصلي ، بتّ أغمر رجل أمي ، ومأ أحبّ أن ليلتي بليلته

“Berkata Muhammad bin Mukandar: suatu malam Umar (saudaranya Muhammad) melakukan sholat malam.  Sedangkan saya menghabiskan malamku untuk memijit kaki ibuku.  Dan saya lebih suka keadaan malamku itu daripada keadaan saudaraku Umar”

Muhammad bin Mukandar memahami bahwasanya berbakti kepada orangtua lebih utama daripada sholat sunnah

Renungan…

Banyak ulama menyebutkan tentang seorang anak yang mempunyai seorang bapak yang sudah lanjut usia.  Ia sudah enggan mengurus dan merawatnya.  Akhirnya, dibawalah bapaknya ke gurun pasir, setelah sampai di tempat yang dituju, bapaknya bertanya “ hendak kamu apakan bapakmu ini nak ?” anaknya menjawab :“aku ingin menyembelihmu”  Sang bapak pasrah saja dan berkata : “ kalau kamu akan menyembelih bapakmu ini, baiklah, tapi jangan di sini, di sana saja, di batu besar itu!  Sekarang kamu boleh melakukannya padaku seperti aku dulu melakukannya terhadap bapakku

(bila amal di bayar kontan)

Maraji :

  1. Ma’alil fiiTthoriqi TholibilIilmi Syar’i Abdul Aziz bin Muhammad bin Abdullah As-sadhan

2.      Fiqhu Birrul Walidain Syaikh Musthofa bin Al-Adawiy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: