Dauroh Ilmiyyah Islamiyyah Palembang “Prinsip-Prinsip Al-Imam Asy-Syafi’i Dalam Beragama” Bersama Ust. DR. Muhammad Nur Ihsan, MA

Keutamaan Mempelajari dan Mengajarkan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Ustadz Abdullah Taslim. MA

عن زيد بن ثابت قال: سمعتُ رسولَ الله يقول: ((نَضَّرَ اللهُ امْرَءاً سَمِعَ مِنَّا حَدِيْثاً فَحَفِظَهُ – وفي لفظٍ: فَوَعَاها وَحَفِظَها – حَتَّى يُبَلِّغَهُ، فَرُبَّ حامِلِ فِقْهٍ إلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ، وَرُبَّ حامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيْهٍ)).

Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Semoga Allah mencerahkan (mengelokkan rupa) orang yang mendengar hadits dariku, lalu dia menghafalnya – dalam lafazh riwayat lain: lalu dia memahami dan menghafalnya –, hingga (kemudian) dia menyampaikannya (kepada orang lain), terkadang orang yang membawa ilmu agama menyampaikannya kepada orang yang lebih paham darinya, dan terkadang orang yang membawa ilmu agama tidak memahaminya” (Hadits yang shahih dan mutawatir)[1]. Baca pos ini lebih lanjut

Pengajian Umum “FITNAH AKHIR ZAMAN” (Purworejo, 23-1-2011)

%d blogger menyukai ini: