Renungan Tentang Keutamaan dan Indahnya Musim Dingin

Ya Allah, semoga musim dingin ini berkah bagi hamba-Mu…

بسم الله الرحمن الرحيم و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:

عَنْ عَامِرِ بْنِ مَسْعُودٍ الْجُمَحِىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- : « الصَّوْمُ فِى الشِّتَاءِ الْغَنِيمَةُ الْبَارِدَةُ ».رواه أحمد و صححه الألباني في السلسلة

Artinya: ” ‘Amir bin Mas’ud Al Jumahi radhiyallahu ‘anhu berkata: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Berpuasa di musim dingin adalah harta rampasan yang diperoleh tanpa melalui pertempuran.[1]

 

Abu As Sa’adat (Ibnu Al Atsir) rahimahullah berkata: “Maksudnya ( harta rampasan perang yang diperoleh tanpa pertempuran) adalah tidak ada penat dan kesulitan di dalamnya, setiap yang disukai bagi mereka dinamakan barid, dikatakan pula maksudnya adalah harta rampasan yang tetap dan diam”.[2]

 

Syeikh Al Mubarakfury rahimahullah berkata: “(kenapa dinamakan harta rampasan perang yang diperoleh tanpa pertempuran?) karena keberadaan pahala tanpa rasa letih yang berlebihan, dan disebutkan di dalam kitab Al Faik fi gharib Al hadits wa al atsar; al ghanimah al baridah harta rampasan perang yang diperoleh tanpa pertempuran) adalah harta rampasan yang datang dengan anugerah tanpa di nyalakan sebelumnya dengan api peperangan dan dimulai dengan panasnya pertempuran di dalam kesusahan, dikatakan pula maksudnya adalah keadaan yang baik, yang diambikan dari al ‘aisy al barid (kehidupan yang sejahtera)”.[3]

 

قال عمر بن الخطاب – رضي الله عنه -:((الشِّتَاءُ غَنِيْمَةُ العَابِد)) . أخرجه أحمد في الزهد و ابن أبي شيبة في مصنفه

Artinya: “Umar radhiyallahu ‘anhu berkata: “Musim dingin adalah harta rampasannya ahli ibadah“.[4]

 

قال ابن مسعود رضي الله عنه:

مَرْحَباً بِالشِّتَاءِ ! فِيْهِ تَنْزِلُ الرَّحْمَةُ ، أمَّا لَيْلُهُ فَطَوِيْلٌ لِلْقَائِمِ ، وَأَمَّا نَهَارُهُ فَقَصِيْرٌ لِلصَّائِمِ. أخرجه الديلمي كما في كنز العمال (12/ 322)

Artinya: “Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Selamat datang musim dingin! Di dalamnya turun rahmat, adapun malamnya, sangatlah panjang untuk orang yang beribadah (pada malam hari), sedangkan siangnya, pendek untuk orang yang berpuasa[5]

 

 

عَنْ عُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرٍ  رحمه الله، قَالَ : كَانَ يَقُولُ إذَا جَاءَ الشِّتَاءُ : يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ طَالَ اللَّيْلُ لِصَلاَتِكُمْ ، وَقَصُرَ النَّهَارُ لِصِيَامِكُمْ فَاغْتَنِمُوا. مصنف ابن أبي شيبة (3/ 100).

Artinya: “Jika masuk musim dingin Ubaid bin Umair rahimahullah berkata: “Wahai Ahli Quran, malam sungguh panjang untuk shalat kalian dan siang sungguh pendek untuk puasa kalian, maka pergunakanlah sebaik-baiknya[6]

Ditulis oleh Ustadz Abu Abdullah Ahmad Zainuddin

Sabtu, 12 Muharram 1432H

Dammam KSA

 

Sumber: fkiajubail.blogspot.com dan dipublikasikan ulang oleh: Ibnuabbaskendari.Wordpress.com

Catatan Kaki:


[1] HR. Ahmad dan dihasankan oleh Al Albani rahimahullah di dalam Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah, no. 1922.

[2] Lihat an Nihayah fi Gharib Al Atsar (1/293).

[3] Lihat Tuhfat al Ahwadzi (3/427).

[4] Atsar Shahih diriwayatkan oleh Ahmad di dalam kitab Az Zuhd, hal : 118, Ibnu Abi Syaibah (9742- 34468).

[5] Diriwayatkan oleh Ad Dailami, lihat: Kanzul Ummal (12/322).

[6] Mushannaf Ibnu Abi Syaibah (3/100).

=======================

 

Silahkan download Khutbah Jumat 24-12-2010 Renungan tentang keutamaan musim dingin bersama Ustadz Abu Hamidah Muhammad Hamid Alwi disini

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: