Sholat Malam Hukum dan Adabnya

Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Luqman

DEFINISI SHOLAT TAHAJUD DAN SHOLAT MALAM

Sholat tahajud adalah sholat yang dikerjakanpada malam hari setelah tidur terlebih dahulu.[1] Imam as-Safarini rohimahulloh mengatakan: “Orang yang sholat tahajud adalah orang yang sholat di waktu malam. Para ulama kita mengatakan: ‘Sholat tahajud itu tidak dikerjakan kecuali setelah tidur terlebih dahulu.’ Sedangkan sholat malam lebih umum, waktunya sejak tenggelamnya matahari dan terbitnya fajar. Ia adalah sholat sunnah yang sangat dianjurkan.”[2]

KEUTAMAAN DAN ANJURAN SHOLAT MALAM

Dalil dari al-Qur’an.

Alloh menganjurkan Nabi kita yang mulia untukmengerjakan sholat malam dan tahajuddalam beberapa ayat al-Qur’an, di antaranya:

Dan pada sebagian malam hari sholat tahajudlahkamu sebagai suatu ibadah tambahanbagimu; mudah-mudahan Robbmu mengangkatkamu ke tempat yang terpuji. (QS. al-Isro‘ [17]: 79)2.

Pujian Alloh bagi para hamba-Nya yang mengerjakan sholat malam Sangat sering Alloh memuji para hamba yang sholih karena mereka mengerjakan sholat malam dan tahajud. Alloh berfirman:

Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar. (QS. adz-Dzariyat [51]: 17–18)

Sahabat mulia Ibnu Abbas rodliyallohu anhuma mengatakan: “Waktu malam tidak berlalu begitu saja bagi mereka, melainkan mereka selalu mengerjakan sholat malam walaupun hanya sedikit.”[3]

Alloh juga memuji orang yang mengerjakan sholat malam dalam firman-Nya:

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdo’a kepada Robbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa-apa rezeki yang Kami berikan. Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan. (QS. as-Sajdah [32]: 16–17)

Imam Ibnu Katsir rohimahulloh berkata: “Yaitu mereka mengerjakan sholat malam, meninggalkan tidur, dan meninggalkan berbaring di atas kasur yang empuk.”[4]

Dalil dari al-Hadits

1. Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam sangat semangat sholat malam

Aisyah rodliyallohu anha berkata:“Adalah Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam sholat malam sampai kakinya bengkak.” Aisyah bertanya: “Mengapa engkau melakukan hal itu wahai Rosululloh, bukankah Alloh telah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang?” Rosululloh n menjawab: “Tidak bolehkah jika aku ingin menjadi hamba yang bersyukur?”[5]

2. Sholat sunnah yang paling afdhol setelah sholat wajib

Dari Abu Huroiroh rodliyallohu anhu bahwasanya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sholat yang paling afdhol setelah sholat wajib adalah sholat malam.”[6]

Imam an-Nawawi rohimahulloh berkata: “Di dalam hadits ini terdapat dalil yang telah disepakati oleh para ulama bahwa sholat sunnah di waktu malam adalah lebih afdhol daripada sholat sunnah di siang hari.”[7]

3. Muslim yang paling baik adalah yang sholat malam

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam berkata perihal Ibnu Umar rodliyallohu anhuma: “Sebaik-baiknya seorang lelaki adalah Abdulloh, andaikan dia sholat malam.” Perawi hadits berkata: “Setelah mendengar ucapan Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam, Abdulloh bin Umar rodliyallohu anhuma sedikit sekali tidur malamnya.”[8]

Al-Hafizh Ibnu Hajar rohimahulloh mengatakan: “Tuntutan hadits ini bahwa orang yang sholat malam dia adalah sebaik-baiknya lelaki.”[9]

4. Jalan menuju surga

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai sekalian manusia! Sebarkanlah salam, berikanlah makanan, sambunglah tali silaturrahim, dan sholat malamlah tatkala manusia tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.”[10]

HUKUMNYA

Sholat malam hukumnya sunnah yang dianjurkan, sedangkan sholat witir pada akhir sholat malam adalah sunnah yang sangat ditekankan (sunnah muakkadah). Di antara dalil yang menguatkan bahwa sholat malam tidak wajib adalah:

Dari Ali bin Abi Tholib rodliyallohu anhu: “Bahwasanya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam pernah menemui kami seraya berkata: ‘Tidakkah kalian bangun sholat malam?’ Aku menjawab: ‘Wahai Rosululloh, jiwa-jiwa kami berada di tangan Alloh, jika Alloh berkehendak membangunkan kami, kami akan bangun.’ Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam akhirnya pergi ketika mendengar ucapanku dan tidak menjawab sedikit pun, aku mendengarnya ketika pergi sambil memukul pahanya beliau membaca ayat:

Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah. (QS. al-Kahfi [18]: 54).”[11]

Hadits ini jelas sekali menunjukkan bahwa sholat malam tidak wajib. Andaikan sholat malam wajib, tentu Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam tidak akan membiarkan Ali rodliyallohu anhu dan putrinya Fathimah rodliyallohu anha seperti itu.[12]

Dalam kesempatan yang lain Ali bin Abi Tholib rodliyallohu anhu juga pernah mengatakan: “Witir tidaklah wajib sebagaimana sholat fardhu, tetapi hanya sunnah yang disunnahkan oleh Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam.”[13]

Demikian pula hadits yang bersumber dari Aisyah bahwasanya dia berkata: “Suatu malam Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam sholat di masjid, para manusia ikut sholat bersama beliau, kemudian esoknya beliau sholat lagi dan ternyata jumlah manusia yang ingin ikut sholat bersamanya bertambah banyak.

Akhirnya manusia berkumpul pada malam yang ketiga dan keempat, tetapi Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam tidak hadir. Pagi harinya beliau berkata: ‘Aku tahu apa yang kalian perbuat tadi malam. Tidak ada yang menghalangiku untuk keluar melainkan aku khawatir sholat malam nanti diwajibkan atas kalian.’ ” Aisyah rodliyallohu anha berkata: “Hal itu terjadi pada bulan Romadhon.”[14]

Al-Hafizh Ibnu Hajar rohimahulloh berkata: “Imam Ibnul Munayyir mengatakan: ‘Hadits ini mengandung dua perkara: pertama, anjuran sholat malam; kedua, tidak wajibnya sholat tersebut.’ [15]

WAKTUNYA

Awal waktu bolehnya melaksanakan sholat malam dan witir adalah setelah sholat isya‘. Baik sholat isya‘ dikerjakan pada waktunya atau dikerjakan pada waktu maghrib dengan menjamak keduanya. Sedangkan akhir waktunya adalah dengan terbitnya fajar shodiq.

Imam Ibnu Nashr rohimahulloh mengatakan: “Yang telah disepakati oleh ahli ilmu bahwa waktu antara selesai sholat isya‘ hingga terbit fajar adalah waktu untuk mengerjakan sholat witir.”[16]

Sedangkan waktu yang paling afdhol untuk melaksanakan sholat malam adalah pada sepertiga malam yang terakhir. Berdasarkan hadits: “Waktu yang paling dekat antara Robb dengan hamba-Nya adalah pada bagian malam yang terakhir. Jika engkau mampu menjadi orang yang berdzikir kepada Alloh pada waktu itu maka kerjakanlah.”[17]

Akan tetapi, bagi orang yang khawatir tidak dapat bangun akhir malam, maka hendaklah sholat malam pada awal waktunya. Adapun bagi orang yang yakin dia dapat bangun malam maka yang afdhol mengerjakannya pada akhir malam. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang takut tidak dapat bangun akhir malam, maka hendaklah dia sholat witir pada awal waktunya. Dan barang siapa yang punya keinginan bangun  malam maka hendaklah dia sholat pada akhir malamnya, karena sholat akhir malam akan disaksikan dan hal itu lebih afdhol.”[18]

TATA CARA DAN JUMLAH ROKA’ATNYA

Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh mengatakan: “Pembahasan tentang petunjuk Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam dalam sholat malam.” Beliau menyebutkan tata cara sholat malam sebagai berikut:

Pertama: Ibnu Abbas rodliyallohu anhuma, berkata: “Adalah Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam sholat dua roka’at. Beliau memperpanjang berdiri, rukuk, dan sujudnya. Kemudian selesai dan tidur kembali. Kemudian bangun lagi dan mengerjakan sholat seperti semula sebanyak tiga kali dengan enam roka’at. Setiap dua roka’at beliau bersiwak dan berwudhu. Beliau membaca ayat; hingga beliau mengkhatamkan suratnya. Kemudian beliau menutupnya dengan sholat witir tiga roka’at. Saat muadzin mengumandangkan adzannya beliau keluar menuju sholat.”[19]

Kedua: Dari Aisyah rodliyallohu anha; bahwasanya Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam membuka sholat malamnya dengan dua roka’at ringan. Kemudian sholat malam dengan sebelas roka’at. Beliau salam setiap dua roka’at dan akhirnya witir satu roka’at.

Ketiga: Seperti cara kedua, hanya saja jumlah roka’atnya tiga belas roka’at.

Keempat: Beliau sholat delapan roka’at, salam setiap dua roka’at kemudian sholat witir dengan lima roka’at secara langsung, beliau tidak duduk kecuali pada akhir roka’atnya.[20]

Kelima: Beliau sholat sembilan roka’at, delapan roka’at beliau kerjakan langsung tanpa duduk kecuali pada roka’at kedelapan. Beliau duduk, berdzikir, mengucapkan tahmid, berdo’a kemudian bangkit tanpa salam. Beliau meneruskan roka’at yang kesembilan, kemudian duduk, tasyahud dan salam. Kemudian beliau sholat dua roka’at dengan duduk setelah beliau salam dari roka’at kesembilan.[21]

Keenam: Seperti cara kelima hanya saja tujuh roka’at. Kemudian setelah salam beliau sholat dua roka’at dengan duduk.

Ketujuh: Beliau sholat dua-dua roka’at, kemudian witir dengan tiga roka’at secara langsung tanpa dipisah dengan salam.[22]

ADAB-ADAB SHOLAT MALAM

1. Niat bangun sholat malam

Yang demikian agar ditulis baginya pahala  sholat malam sekalipun tertidur (tidak terbangun).

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang mendatangi tempat tidurnya sedangkan dia punya niat untuk sholat malam, kemudian ternyata tertidur hingga pagi hari, akan ditulis baginya apa yang dia niatkan. Tidurnya adalah sedekah dari Robbnya.”[23]

2. Mengusap muka, membaca do’a bangun tidur, dan bersiwak

Ibnu Abbas berkata: “Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bangun dari tidurnya, beliau mengusap wajahnya menghilangkan bekas tidurnya, dan membaca sepuluh ayat terakhir dari Surat Ali Imron.”[24]

Sahabat mulia Hudzaifah berkata: “Adalah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam apabila bangun tidur beliau membersihkan mulutnya dengan siwak.”[25]

Imam an-Nawawi rohimahulloh mengatakan: “Dianjurkan bagi orang yang bangun tidur untuk sholat malam, supaya mengusap wajahnya agar kantuknya hilang, hendaklah bersiwak, melihat ke langit seraya membaca ayat terakhir Surat Ali Imron. Hal itu telah tetap dari Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam.”[26]

3. Membangunkan keluarga untuk sholat malam

Karena hal itu sebagai bentuk tolong-menolong dalam kebaikan. Alloh berfirman:

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa. (QS. al-Ma‘idah [5]: 2)

Dari Ali bin Abi Tholib a bahwasanya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya dan Fathimah rodliyallohu anha: “Tidakkah kalian berdua bangun sholat malam?”[27]

Imam Ibnu Baththol rohimahulloh berkata: “Di dalam hadits ini terdapat keutamaan sholat malam dan membangunkan orang-orang yang tidur dari kalangan keluarga dan kerabat untuk sholat malam.”[28]

4. Membuka sholat malam dengan dua roka’at ringan

Aisyah rodliyallohu anha berkata: “Adalah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam jika bangun untuk sholat malam beliau membuka sholatnya dengan sholat dua roka’at ringan.”[29]

Imam an-Nawawi rohimahulloh mengatakan: “Ini adalah dalil dianjurkannya sholat dua roka’at sebelum  sholat malam, agar seseorang lebih semangat untuk mengerjakan jumlah roka’at sholat malam berikutnya.”[30]

5. Merenungi bacaan sholat dan memahaminya

Karena waktu malam adalah waktu yang tenang, sangat tepat bila kita mampu memahami bacaan surat yang kita baca. Alloh berfirman: Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran. (QS. Shod [38]: 29)

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam sholat malam dengan membaguskan bacaannya, merenungi dan memahaminya, sebagaimana penuturan Aisyah rodliyallohu anha.[31]

6. Lama ketika berdiri

Ibnu Mas’ud a berkata: “Aku pernah sholat malam bersama Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam, beliau lama sekali berdirinya, sampai aku punya niat buruk.” Ada yang bertanya: “Apa niat burukmu?” “Aku berniat duduk dan meninggalkannya,” jawab Ibnu Mas’ud.[32]

Al-Hafizh Ibnu Hajar rohimahulloh mengatakan: “Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi n memilih memperpanjang berdiri ketika sholat malam. Ibnu Mas’ud rodliyallohu anhu adalah orang yang kuat dan selalu menjaga diri untuk mencontoh Nabi n, dia tidak berniat duduk kecuali karena lama berdirinya Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam telah melewati batas kebiasaannya.”[33]

7. Memperbanyak do’a

Termasuk petunjuk Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam ketika sholat malam, beliau memperbanyak do’a di dalamnya. Karena saat sholat malam merupakan waktu yang dijanjikan terkabulnya do’a. Dari Jabir bin Abdillah d bahwasanya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya pada malam hari ada suatu waktu yang jika seorang muslim menepatinya untuk meminta kebaikan di dunia dan akhirat, tidak lain Alloh akan mengabulkan permohonannya tersebut dan hal itu terjadi pada setiap malam.”[34]

8. Jangan sholat dalam keadaan mengantuk

Dari Aisyah rodliyallohu anha, Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian mengantuk ketika sholat maka hendaklah dia tidur terlebih dahulu hingga hilang rasa kantuknya. Karena apabila dia sholat dalam keadaan mengantuk, barangkali dia mengira berdo’a memohon ampunan ternyata malah mencela dirinya sendiri.”[35]

Imam an-Nawawi rohimahulloh mengatakan: “Ini adalah anjuran untuk mendatangi sholat dengan khusyu’, hati yang tenang, dan jiwa yang semangat. Di dalam hadits ini ada perintah bagi orang yang mengantuk supaya tidur terlebih dahulu atau melakukan apa saja yang bisa menghilangkan rasa kantuknya.”[36]

9. B erdo’alah setelah selesai sholat

Ali bin Abi Tholib a berkata: “Adalah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam membaca do’a di akhir sholat witirnya: ‘Ya Alloh aku berlindung dengan keridho’an-Mu dari kemurkaan-Mu, dan dengan keselamatan-Mu dari siksa-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari ancaman-Mu. Aku tidak membatasi pujian atas-Mu, Engkau sebagaimana yang Engkau sanjungkan  atas diri-Mu sendiri.’ [37]

Syaikh Syaroful Haq Azhim Abadi rohimahulloh berkata: “Yaitu beliau membacanya setelah salam sebagaimana keterangan riwayat yang lain.”[38]

10. Menutupnya dengan sholat witir

Karena Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jadikanlah sholat witir sebagai akhir sholat malam kalian.”[39]

11. Tidur setelah sholat malam

Dianjurkan bagi yang sholat malam, berbaring setelah sholat. Aisyah rodliyallohu anha berkata: “Ketika di rumahku, aku tidak pernah mendapati Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam pada bagian malam yang terakhir kecuali dalam keadaan tidur.”[40]

HUKUM MENINGGALKAN SHOLAT MALAM

Orang yang meninggalkan sholat malam tidak lepas dari tiga keadaan:

Keadaan Pertama: Kebiasaannya sholat malam, tetapi terlewatkan karena suatu sebab Hal itu dikarenakan ada suatu halangan yang menghalanginya untuk bangun malam seperti sakit, tertidur, maka keadaan seperti ini insyaAlloh pahala sholat malamnya tetap ditulis. Sebagaimana dalam sebuah hadits:

“Apabila seorang hamba sakit atau sedang bepergian, akan tetap ditulis pahalanya seperti ketika dia mukim dan sehat.”[41]

Maka orang yang keadaannya seperti ini disunnahkan mengganti sholat malamnya dengan sholat di siang hari sesuai bilangan roka’at yang biasa dikerjakan dan digenapkan tidak ganjil. Aisyah s berkata: “Adalah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam apabila tertidur pada waktu malam karena sakit atau lainnya hingga dia tidak bisa sholat malam, maka beliau sholat pada esoknya dua belas roka’at.”[42]

Keadaan Kedua: Meninggalkan sholat malam setelah hal itu menjadi kebiasaannya. Ketahuilah wahai saudaraku, tidak pantas engkau meninggalkan sholat malam padahal dahulu hal itu menjadi kebiasaanmu, jelas, ini adalah indikasi bahwa engkau berpaling dari ibadah. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam pernah berkata kepada Abdulloh bin Amr bin Ash rodliyallohu anhuma:

“Wahai Abdulloh, janganlah engkau seperti si fulan, dahulu dia mengerjakan sholat malam kemudian sekarang meninggalkannya!!”[43]

Al-Hafizh Ibnu Hajar rohimahulloh mengatakan: “Di dalam hadits ini terdapat anjuran konsisten terhadap amalan kebaikan yang menjadi kebiasaannya tanpa berlebihan. Bisa diambil pelajaran pula dari hadits ini yaitu dibencinya memutus ibadah sekalipun hal itu tidak wajib.”[44]

Keadaan Ketiga: Tidak pernah sholat malam Tidak ragu lagi, orang yang tidak pernah sholat malam dia telah meremehkan amalan ini.

Dari Ibnu Mas’ud rodliyallohu anhu bahwasanya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam dikabari tentang seorang yang tidur hingga pagi, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Itu adalah seorang yang dikencingi setan pada telinganya.”[45]

Kita memohon kepada Dzat yang Maha Agung agar memberikan kekuatan kepada kita semua untuk bangun sholat malam, demi meraih kebaikan dunia dan akhirat. Amiin. Allohu A’lam.

Sumber: Majalah Al Furqon edisi 2/3 th ke – 10 (106) Halaman: 34 – 39.
Catatan Kaki:

[1] Lisanul A’rob 3/432 Ibnul Manzhur, al-Qomus hlm. 418 Fairuz Abadi

[2] Ghidzdzaul Albab 2/389 as-Safarini

[3] Tafsir ath-Thobari 13/197

[4] Tafsir Ibnu Katsir 6/363

[5] HR. Bukhori: 4837 dan Muslim: 2820

[6] HR. Muslim: 1163

[7] Syarh Shohih Muslim 8/55

[8] HR. Bukhori: 1122 dan Muslim:2479

[9] Fathul Bari 3/9

[10] HR. Tirmidzi: 2485, Ibnu Majah: 1334, Ahmad: 5/451, Darimi: 1460, Hakim 3/13; dishohihkan oleh al-Albani dalam ash-Shohihah No. 569, al-Irwa’ 3/239

[11] HR. Bukhori: 731 dan Muslim: 781

[12] Fathul Bari 3/11

[13] Atsar shohih, dikeluarkan oleh an-Nasa’I 3/229, Tirmidzi 1/368, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnaf-nya 2/296, Abdurrozzaq dalam Mushonnaf-nya: 4569

[14] HR. Bukhori: 731 dan Muslim: 781

[15] Fathul Bari 3/14

[16] Mukhtashor Qiyam al-Lail hlm. 119

[17] HR. Tirmidzi: 3579, Abu Dawud: 1277, Nasa’i: 572, Dishohihkan oleh al-Albani dalam al-Misykah No. 1229

[18] HR. Muslim: 755

[19] HR. Muslim: 763

[20] HR. Muslim: 738

[21] HR. Muslim: 746

[22] Zadul Ma’ad 1/329

[23] HR. Nasa’i: 1786, Ibnu Majah: 1344, Ibnu Khuzaimah: 1172, Ibnu Hibban 6/323, Hakim: 1/311, dishohihkan oleh al-Albani dalam al-Irwa’ 2/204 No. 454

[24] HR. Muslim: 763

[25] HR. Bukhori: 245 dan Muslim: 254

[26] Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab 4/45

[27] HR. Bukhori: 731 dan Muslim: 781

[28] Fathul Bari 3/15

[29] HR. Muslim: 767

[30] Syarh Shohih Muslim 6/54

[31] HR. Tirmidzi: 448

[32] HR. Bukhori: 1135 dan Muslim: 773

[33] Fathul Bari 3/19

[34] HR. Muslim: 757

[35] HR. Bukhori: 212 dan Muslim: 786

[36] Syarh Shohih Muslim 6/74

[37] HR. Abu Dawud: 1427, Tirmidzi: 3566, Nasa’i: 1747, Ibnu Majah: 1168; dishohihkan oleh al-Albani rohimahulloh dalam al-Irwa’ 2/175 No. 430

[38] Aunul Ma’bud 4/213

[39] HR. Bukhori: 998 dan Muslim: 751

[40] HR. Bukhori: 1133 dan Muslim: 742

[41] HR. Bukhori: 2996

[42] HR. Muslim: 746

[43] HR. Bukhori: 1152

[44] Fathul Bari 3/46

[45] HR. Bukhori: 3270 dan Muslim: 774

4 Responses to Sholat Malam Hukum dan Adabnya

  1. fatwa says:

    apakah ada bacaan yang disunnahkan ketika selesai shalat malam seperti halnya zikir yang dilakukan ketika selesai shalat fardhu . terima kasih

    • ibnuabbaskendari says:

      Bacaan/Do’a Setelah Shalat Witir

      سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

      “Subhaanal malikil qudduus”

      sebanyak tiga kali dan beliau mengeraskan suara pada bacaan ketiga.
      (HR. Abu Daud dan An Nasa-i. Syaikh Al Albani rahimahullah mengatakan bahwa hadits ini shahih)

      Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengucapkan di akhir witirnya,

      اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

      “Allahumma inni a’udzu bika bi ridhooka min sakhotik wa bi mu’afaatika min ‘uqubatik, wa a’udzu bika minka laa uh-shi tsanaa-an ‘alaik, anta kamaa atsnaita ‘ala nafsik”

      [Ya Allah, aku berlindung dengan keridhoan-Mu dari kemarahan-Mu, dan dengan kesalamatan-Mu dari hukuman-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjukan kepada diri-Mu sendiri]. (HR. Abu Daud, Tirmidzi, An Nasa-i dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

  2. Ping-balik: Keutamaan Berzikir Ketika Terjaga Di Malam Hari « Madrasah Ibnu Abbas As-Salafy Kendari

  3. Ping-balik: Hinanya Hati Yang Keras | Madrasah Ibnu Abbas As-Salafy Kendari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: