Studi kritis buku ESQ

Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah

Telah sampai kepada kami sebuah buku yang berjudul ESQ Kecerdasan Emosi dan Spiritual yang ditulis oleh Ary Ginanjar Agustian.

Buku ini dikatakan oleh penulis di dalam kata pengantarnya akan membahas bagaimana cara membangun suatu prinsip hidup dan karakter, berdasarkan Rukun Iman dan Rukun Islam, sehingga akan diharapkan akan tercipta suatu kecerdasan emosi dan spiritual sekaligus langkah pelatihan yang sistematis dan jelas. Baca pos ini lebih lanjut

Download Audio: Larangan Mencelakai Diri Sendiri dan Orang Lain (Ust Anas Burhanuddin. MA)

PEMBAHASAN HADITS KETIGAPULUH DUA ARBAIN AN-NAWAWI

عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ سعْدُ بْنِ سِنَانِ الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلَّمَ قَالَ : لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

[حَدِيْثٌ حَسَنٌ رَوَاهُ ابْنُ مَاجَه وَالدَّارُقُطْنِي وَغَيْرُهُمَا مُسْنَداً، وَرَوَاهُ مَالِك فِي الْمُوَطَّأ مُرْسَلاً عَنْ عَمْرو بْنِ يَحْيَى عَنْ أَبِيْهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَسْقَطَ أَبَا سَعِيْدٍ وَلَهُ طُرُقٌ يُقَوِّي بَعْضُهَا بَعْضاً]

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Dari Abu Sa’id, Sa’ad bin Sinan Al Khudri radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “Tidak boleh melakukan perbuatan (mudharat) yang mencelakakan diri sendiri dan orang lain“ Baca pos ini lebih lanjut

Download Audio: Marhaban Yaa Ramadhan (Syaikh Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Badr)

Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini, kami hadirkan rekaman kajian tema Marhaban Yaa Ramadhan yang disampaikan oleh Syaikh Prof.Dr. Abdur Rozzaq Bin Abdul Muhsin Al Badr hafizhahumallah (Penerjemah: Ust. Firanda Andirja). Pada kajian ini, Syaikh menjelaskan keutamaan bulan ramadhan dan beberapa perkara yang bisa mendorong kita untuk meraup berbagai keutamaan tersebut.

Semoga nasihat beliau bermanfaat bagi kaum Muslimin. Silakan download pada link berikut: Baca pos ini lebih lanjut

Menjadi Teladan Yang Baik Bagi Keluarga

Ustadz Abdullah bin Taslim. MA

Salah satu watak bawaan manusia sejak diciptakan Allah Ta’ala adalah kecenderungan untuk selalu meniru dan mengikuti orang lain yang dikaguminya, baik dalam kebaikan maupun keburukan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“الأرواح جنود مجندة، فما تعارف منها ائتلف وما تناكر اختلف”

“Ruh-ruh manusia adalah kelompok yang selalu bersama, maka yang saling bersesuaian di antara mereka akan saling dekat, dan yang tidak bersesuaian akan saling berselisih”[1]. Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: