Waktu Dan Tempat Dianjurkannya Istighfar

Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman

Istighfar dan taubat dianjurkan pada setiap waktu, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sesungguhnya dari arah tenggelamnya matahari ada pintu yang senan­tiasa terbuka luasnya tujuh puluh tahun. Pintu itu akan senantiasa terbuka untuk taubat hingga matahari terbit dari arah barat. Apabila matahari telah terbit dari arah sang, maka tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang un­tuk dirinya yang belum beriman sebelum itu, atau dia be­lum mengusahakan kebaikan dalam imannya.”[1]

Waktu-waktu dan tempat yang sangat dianjur­kan untuk istighfar dan taubat :

1. Setelah Berbuat Dosa

Ini merupakan waktu yang paling ditekankan dan sangat dianjurkan untuk istighfar, bahkan bisa jadi wajib. Pengakuan seorang hamba ter­hadap dosanya, permohonan kepada Alloh Ta’ala agar diampuni dosa dan dihilangkan dari segala ketergelinciran adalah pertanda jujurnya hati se­seorang dalam taubatnya. Sungguh Nabi Adam ‘alaihis salam dan istrinya telah memberi teladan yang baik ketika keduanya berkata setelah menerjang dosa :

“Keduanya berkata: ‘Ya Robb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengam­puni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya Pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi’.” (QS. al-A’rof 171: 23)

Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha:

“Wahai ‘Aisyah, apabila engkau mengerjakan dosa, maka mintalah ampun kepada Alloh dan bertaubatlah. Karena apabila seorang hamba mengakui dosanya kemudian bertaubat, maka Alloh akan memberi taubat kepada.”[2]

2. Setelah Mengerjakan Ketaatan

Perkara ini adalah kebalikan dari yang perta­ma, yakni istighfar setelah mengerjakan ketaatan. Karena tidaklah seorang hamba mengerjakan per­buatan baik melainkan semata-mata atas karunia Alloh Ta’ala. Dan dia tidak mengetahui apakah ama­lannya akan diterima Alloh ‘Azza wa jalla ataukah tidak.

Imam Ibnul Qoyyim rahimaullah berkata : “Orang-orang yang mempunyai kemauan dan pandangan, sangat perhatian untuk istighfar setelah mengerjakan ketaatan. Andaikan tidak karena perintah dan perkara dari Alloh Ta’ala, tentulah mereka tidak akan mampu untuk mengerjakan peribadahan ini.”[3]

Hal ini telah ditunjukkan oleh contoh-contoh yang sangat banyak, di antaranya :

Alloh Ta’ala memerintahkan para hamba-Nya setelah selesai menunaikan ibadah haji untuk istighfar.

Alloh Ta’ala berfirman : “Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arofah) dan mohonlah ampun kepada Alloh; Sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Baqoroh [2]: 199)

3. Pada Setiap Dzikir Harian

Dzikir-dzikir dalam sholat sangat banyak berisi permohonan ampun kepada Alloh Ta’al di antaranya adalah doa istiftah, doa ruku’, sujud, duduk diantara dua sujud dan lainnya. Seorang hamba akan senantiasa terhiasi dengan istighfar di dalam sholatnya, mulai dari takbirotul ihrom sampai se­lesai salam. Demikian pula dzikir pagi dan sore terkandung di dalamnya permohonan ampun. Bahkan ada doa yang disebut Sayyidul Istighfar (penghulunya istighfar).

Luqman al-Hakim pernah berkata kepada anaknya : “Wahai anakku, biasakan lisanmu un­tuk mengucapkan : Allohummaghfirli (Ya Alloh, ampunilah aku) Karena sesungguhnya Alloh Ta’ala mempunyai waktu-waktu yang mustajab tidak tertolak bagi yang memintanya.”[4]

4. Di Akhir Malam

Alloh Ta’ala berfirman : “Dan yang memohon ampun di waktu sahur.” (QS. Ali Imron 131: 17)

5. Ketika Terjadi Gerhana

Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Apabila kalian melihat sedikit dari hal itu -gerhana bulan atau matahari-, maka bersegeralah berdzikir ke­pada Alloh, doa kepada-Nya serta mintalah ampunan kepadaNya.[5]

6. Ketika Sholat Malam

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, berkata: Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila bangun di waktu malam untuk sholat tahajjud be­liau berdoa :

“Ya Alloh, ampunilah aku terhadap dosa yang telah lalu dan yang akan datang, yang aku lakukan sembu­nyi-sembunyi dan yang terang-terangan, Engkau yang terdahulu dan Engkau yang terakhir. Tidak ada sesembahan yang hak kecuali Engkau.[6]

7. SaatTerjadi kejadian genting

Para ulama berdalil dengan firman Alloh Ta’ala, yang berbunyi :

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepada mu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Alloh wahyukan kepadamu. Dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah) karena (membela) orang-orang yang khianat. Dan mohonlah ampun kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. an-Nisa 141: 105-106)

Selayaknya bagi seorang insan apabila sedang terjadi kasus atau permasalahan genting, mengeluarkan fatwa, atau hukum yang membutuhkan pemecahan maka hendaklah untuk memperba­nyak istighfar.[7] Karena Alloh Ta’ala mengatakan “su­paya kamu mengadili,” kemudian Alloh ta’ala, mengiringi dengan kalimat “Dan mohonlah ampun kepada Alloh.” Pendalilan semacam ini tidak terlalu jauh, karena dosa-dosa itu penghalang untuk melihat kebenaran.

Alloh Ta’ala berfirman : “Sekali-kali tidak (demikian), Sebenarnya apa yang se­lalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (QS. al-Muthoffifin [83]: 14)[8]

Wallahu a’lam

Sumber: Majalah Al-Furqon, edisi: 12 thn ke 9 Rojab 1431.H, Juni/Juli 2010.M

Catatan Kaki


[1] HR. Ibnu Majah: 4070, dihasankan oleh Syaik al-Albani rahimahullah dalam at-Ta’liw ar-Roghib 4/73

 

[2] HR. Ahmad 6/194. Dishohihkan al-Arnauth rahimahullah dalam Ta’liqnya terhadap Musnad Ahmad.

[3] Madarijus Salikin 1/241, Ibnul Qoyyim rahimahullah. Tahqiq : Amir Ali Yasin.

[4] Jami’ul Ulum wal Hikam 2/408, Ibnu Rojab rahimahullah

[5] HR. Bukhori : 1010, Muslim : 904

[6] HR. Bukhori : 1069, Muslim : 771

[7] I’lam al-Muwaqqien 4/172, Ibnul Qoyyim rahimahullah

[8] As-Syarah al-Mmti’ 1/23, Ibnu Utsaimin rahimahullah

Iklan

2 Responses to Waktu Dan Tempat Dianjurkannya Istighfar

  1. Hamba Allah says:

    Assalammu’alaikum… Alhamdulillah… saya menemukan blog ini, saya bisa lebih memperdalam ilmu Agama Islam saya… Subhanallah, tulisannya yang disampaikan sangat mendidik, untuk para kontributor, semoga Allah selalu memberikan berkah rahmat dan selalu dalam lindungannya, sehingga dapat terus menyuguhkan tulisan-tulisan yang bermanfaat bagi kita kaum muslimin semua, terima kasih, Wassalammu’alaikum Wr.Wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: